Pengamat: Penangkapan Edhy Prabowo Mirip Kasus Presiden PKS Zaman SBY

Bangun Santoso, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 26 November 2020 | 11:04 WIB
Pengamat: Penangkapan Edhy Prabowo Mirip Kasus Presiden PKS Zaman SBY
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengenakan baju tahanan bergegas meninggalkan ruang konferensi pers seusai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (25/11/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin melihat penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) mirip dengan kasus korupsi yang menjerat eks Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq pada 2013 silam.

Ujang menjelaskan saat itu PKS menjadi bagian dari pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Meski demikian, PKS tetap menjadi partai yang justru kritis terhadap beragam kebijakan pemerintahan.

"Dulu itu ada kejadian, PKS itu berkoalisi dengan SBY ketika itu dan PKS banyak kadernya yang menjadi menteri tapi di saat yang sama juga kritis terhadap pemerintah," kata Ujang saat dihubungi Suara.com, Kamis (26/11/2020).

Saat itu Lutfhi dicocok KPK atas kasus suap impor daging. Waktu penangkapannya pun diingat Ujang menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2014.

Situasi tersebut persis seperti penangkapan Edhy saat ini. Partai Gerindra yang meskipun berkoalisi dengan pemerintahan, tapi tidak pernah absen menjadi pengkritik melalui kadernya, salah satunya ialah Fadli Zon.

"Yang pertama dia ada di pemerintahan, ada menterinya pak Prabowo dan Edhy Prabowo. Tapi disaat yang sama juga Fadli Zon juga sering mengkritik pemerintah," tuturnya.

"Kan ini mirip-mirip ini dengan PKS gitu loh, tapi memang PKS waktu itu kritikannya sangat keras dan luar biasa, tapi hari ini (Gerindra) hanya melalui Fadli Zon, tapi polanya hampir sama," tambah Ujang.

Menurut Ujang, Partai Gerindra tetap menjaga kestabilan elektoral menjelang Pemilu 2024. Hal tersebut dianggapnya justru tidak disenangi oleh partai-partai lainnya.

Apalagi Ujang melihat KPK sudah bukan lembaga independen. Sehingga aroma politis pun merebak di balik penangkapan Edhy.

baca juga

"Politisnya bisa saja karena menyasar partai-partai yang dianggap tidak menghargai komitmen atau yang terkait Harun Masiku yang terkait tanda petik PDIP enggak selesai juga akhirnya disitu nilai politisnya."

Sebelumnya, Edhy Prabowo telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster.

Suap dari perusahaan-perusahaan yang mendapat penetapan izin ekspor benih lobster menggunakan perusahaan 'Forwarder' dan ditampung dalam satu rekening mencapai Rp 9,8 miliar.

"Apakah ada 40 persuahaan dengan total uang Rp 9,8 miliar atau beberapa perusahaan belum dapat disimpulkan tapi dari tahapan pemeriksaan saat ini didapat kesimpulan uang itu berasal dari berbagai perusahaan yang tidak terputus," kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango di gedung KPK Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Kamis (26/11/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Edhy Prabowo Tersangka, Buronan Harun Masiku Diungkit Lagi Fadli Zon

Usai Edhy Prabowo Tersangka, Buronan Harun Masiku Diungkit Lagi Fadli Zon

Jakarta | Kamis, 26 November 2020 | 10:51 WIB

Luhut Binsar Panjaitan Ambil Alih Tugas Menteri Kelautan dan Perikanan

Luhut Binsar Panjaitan Ambil Alih Tugas Menteri Kelautan dan Perikanan

Sulsel | Kamis, 26 November 2020 | 10:46 WIB

Baru Ditangkap,  Edhy Prabowo Tes COVID-19 di KPK, Hasilnya Mengagetkan!

Baru Ditangkap, Edhy Prabowo Tes COVID-19 di KPK, Hasilnya Mengagetkan!

Batam | Kamis, 26 November 2020 | 10:42 WIB

Edhy Prabowo Diringkus KPK, Refly Harun Sebut Jokowi Gagal Urusi Korupsi

Edhy Prabowo Diringkus KPK, Refly Harun Sebut Jokowi Gagal Urusi Korupsi

Jogja | Kamis, 26 November 2020 | 10:39 WIB

Petuah Lama Fadli Zon, Pernah Minta Edhy Prabowo Ikuti Susi yang Nasionalis

Petuah Lama Fadli Zon, Pernah Minta Edhy Prabowo Ikuti Susi yang Nasionalis

News | Kamis, 26 November 2020 | 10:36 WIB

Jadi Tersangka Suap Ekspor Benur, Menteri KKP Edhy Prabowo Negatif Corona

Jadi Tersangka Suap Ekspor Benur, Menteri KKP Edhy Prabowo Negatif Corona

News | Kamis, 26 November 2020 | 10:24 WIB

2 Tersangka Buron, KPK Minta Staf Edhy Prabowo Serahkan Diri

2 Tersangka Buron, KPK Minta Staf Edhy Prabowo Serahkan Diri

News | Kamis, 26 November 2020 | 10:11 WIB

Terkini

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:15 WIB

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:06 WIB

×