Kasus Langka, Pria Tiga Generasi di Bangladesh Lahir Tanpa Sidik Jari

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Selasa, 29 Desember 2020 | 09:16 WIB
Kasus Langka, Pria Tiga Generasi di Bangladesh Lahir Tanpa Sidik Jari
Ilustrasi sidik jari. (Shutterstock)

Suara.com - Apu Sarker, pria berusia 22 tahun memiliki kondisi unik, yaitu lahir tanpa sidik jari. Rupanya Apu bukan orang pertama di keluarga mereka yang lahir dengan kasus langka seperti itu.

Menyadur BBC Selasa (29/12), kakeknya adalah orang pertama yang mampu ia ingat lahir tanpa sidik jari. Setelah itu secara berturut-turut ia dan ayahnya 'mewarisi' kondisi serupa.

Bagi generasi sang kakek, lahir tanpa sidik jari jelas tak mengubah gaya hidup. Ia tetap bisa menjalani kegiatan tanpa ada masalah. Namun hal berbeda terjadi pada generasi setelahnya, yaitu ayah Apu yang bernama Amal Sarker.

Pria ini terpaksa memiliki kartu karyawan 'gundul' dan bersusah payah mendapatkan paspor dan SIM tanpa sidik jari.

"Saya sudah bayar biayanya, lulus ujian, tapi mereka tidak mengeluarkan izin mengemudi karena saya tidak bisa memberikan sidik jari," ujarnya.

Sidik jari ternyata bisa mengungkap kepribadian seseorang. (Shutterstock)
Ilustrasi sidik jari. (Shutterstock)

Pada 2016, pemerintah Bangladesh mewajibkan warganya untuk mencocokkan sidik jari dengan database nasional untuk membeli kartu SIM telepon seluler dan keluarga Sarker lagi-lagi harus berurusan dengan sidik jari.

"Mereka bingung karena software terus membeku setiap saya meletakkan jari saya di sensor," kata Apu. Agar tetap bisa memiliki kartu SIM, kini semua anggota laki-laki dari keluarganya menggunakan kartu yang atas nama ibunya.

Amal Sarker merasa kasihan pada keturunannya akibat kondisi ini. Ia berusaha tak mengeluh ketika itu terjadi padanya, tapi perkembangan dunia saat ini membutuhkan sidik jari untuk banyak hal.

"(Sidik jari) tidak ada di tangan saya dan itu adalah sesuatu yang saya warisi, tapi cara saya dan anak-anak saya menghadapi segala macam masalah (berbeda), bagi saya ini sangat menyakitkan."

baca juga

Dokter kulit di Bangladesh mendiagnosis kondisi ini sebagai keratoderma palmoplantar bawaan yang berkembang menjadi Adermatoglyphia sekunder yaitu penyakit yang menyebabkan kulit kering dan berkurangnya keringat di telapak tangan dan kaki.

Kondisi ini pertama kali dilaporkan tahun 2007 ketika dokter kulit di Swiss, Peter Itin mendapat laporan dari keluarga yang tak bisa masuk ke Amerika karena tak punya sidik jari.

Sejak saat itu, dokter Itin menjuluki kondisi ini dengan sebutan 'immigration delay disease' karena membuat pasiennya kesulitan saat proses imigrasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Canggih, Peneliti Kembangkan Tes Covid-19 Pakai Sidik Jari

Canggih, Peneliti Kembangkan Tes Covid-19 Pakai Sidik Jari

Health | Kamis, 27 Agustus 2020 | 17:35 WIB

HP Ini Punya Sensor Sidik Jari pada Posisi Tak Biasa, Unik

HP Ini Punya Sensor Sidik Jari pada Posisi Tak Biasa, Unik

Tekno | Senin, 27 Juli 2020 | 19:30 WIB

Keren, Hasil Tes Antibodi Covid-19 Sidik Jari Hanya 20 Menit

Keren, Hasil Tes Antibodi Covid-19 Sidik Jari Hanya 20 Menit

Tekno | Minggu, 19 Juli 2020 | 09:00 WIB

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×