Anggaran Promotif dan Preventif Kesehatan Bakal Ditambah Lagi

Siswanto Suara.Com
Senin, 01 Februari 2021 | 16:09 WIB
Anggaran Promotif dan Preventif Kesehatan Bakal Ditambah Lagi
Ilustrasi rumah sakit. (Shutterstock)

Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin akan menambah tenaga dan anggaran untuk upaya promotif dan preventif kesehatan guna menciptakan masyarakat Indonesia yang sehat sehingga mengurangi jumlah kunjungan pasien ke rumah sakit.

"Yang harus kita perjelas agar waktu, uang, dan tenaga yang kita miliki lebih banyak di sisi promotif dan preventif," katanya dalam acara kolaborasi puskesmas yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dipantau secara daring di Jakarta, Senin (1/2/2021).

Ia mengatakan dalam konteks di luar pandemi, masa depan sistem kesehatan Indonesia berada di puskesmas dengan upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat.

Ia menjelaskan apabila Indonesia secara terus-menerus melakukan program kesehatan dari sisi kuratif atau pengobatan pada pasien, anggaran kesehatan tidak akan bisa memenuhinya sampai kapan pun.

"Kalau semuanya kita lihat dari sisi rumah sakit atau dari sisi kuratif, cost-nya mahal sekali. Di seluruh dunia biaya kesehatan itu di atas pertumbuhan ekonomi, jadi tidak mungkin. Seperti belanja ibu selalu naik lebih tinggi dari gaji suami, itu sangat tidak berkesinambungan," kata dia.

Oleh karena itu, Budi menekankan strategi program kesehatan di Indonesia saat ini harus lebih banyak fokus bukan mengobati orang sakit, tetapi menciptakan orang yang sehat sehingga tidak harus masuk rumah sakit.

"Kita strateginya harus lebih banyak ke arah preventif dan promotif, dibandingkan dengan strategi kesehatan kuratif," kata dia.

Menurut Budi, pandangan mengenai upaya promotif dan preventif yang harus lebih ditingkatkan tersebut mudah dipahami, bahkan oleh orang awam sekali pun.

Sebagai manusia, kata dia, setiap orang secara alamiah pasti menginginkan hidup sehat dibandingkan dengan harus dirawat di rumah sakit.

Baca Juga: Menkes Janji Seluruh Puskesmas di Indonesia Bisa Lakukan Tes Covid-19

Selain itu, secara sisi ekonomi pun akan menjadi jauh lebih baik apabila setiap orang bisa sehat dan bekerja dibandingkan dengan harus berada di rumah sakit dan tidak bisa melakukan pekerjaan sehari-hari.

Strategi promotif dan preventif kesehatan masyarakat ini, menurut dia, harus dilakukan oleh puskesmas sebagai fasilitas kesehatan yang berada paling dekat dengan masyarakat.

"Kita sangat membutuhkan puskesmas untuk bisa melakukan tindakan promotif dan preventif, dan mengurangi kegiatan yang sifatnya kuratif. Puskesmas harus memimpin gerakan rakyat yang sehat, bukan mengobati rakyat yang sakit karena itu adalah tugasnya di rumah sakit," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI