Kendalikan Aksi Demonstrasi, Polisi Myanmar Tembakkan Meriam Air

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Selasa, 09 Februari 2021 | 11:44 WIB
Kendalikan Aksi Demonstrasi, Polisi Myanmar Tembakkan Meriam Air
Polisi Myanmar menyemprotkan meriam air ke pengunjuk rasa.[ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer]

Suara.com - Polisi Myanmar menggunakan meriam air untuk membubarkan demonstran yang masih terus melakukan aksi protes kedeta militer hingga Senin (8/2).

Menyadur Channel News Asia, Selasa (9/2/2021) polisi Myanmar pada Senin (8/2) memperingatkan pengunjuk rasa untuk membubarkan diri.

Puluhan ribu orang bergabung dalam aksi demonstrasi selama tiga hari di kota-kota besar Myanmar untuk mengecam militer atas kudeta yang dilakukan.

Di ibu kota Naypyidaw, tiga barisan polisi dengan perlengkapan anti huru hara terlihat di seberang jalan ketika para pengunjuk rasa meneriakkan slogan anti-kudeta dan mengatakan kepada polisi bahwa mereka harus melayani rakyat, bukan militer.

Sebelumnya, polisi di Naypyidaw sempat menggunakan meriam air untuk membubarkan demonstran.

"Polisi menggunakan meriam air untuk membersihkan (jalan)," kata warga Naypyidaw Kyaw Kyaw, yang bergabung dalam protes tersebut, kepada AFP.

Seorang fotografer AFP juga menyaksikan insiden itu,
pertama kali sejak aksi protes dimulai pada hari Sabtu (6/2).

Video yang beredar di media sosial menunjukkan beberapa pengunjuk rasa tampaknya terluka ketika mereka terlempar ke tanah.

Polisi terlihat berhenti menggunakan meriam air setelah pengunjuk rasa mengajukan banding kepada mereka, tetapi demonstrasi terus berlanjut.

TV pemerintah Myanmar kemudian memperingatkan bahwa "tindakan" harus diambil terhadap pengunjuk rasa yang melanggar hukum.

"Tindakan harus diambil sesuai dengan hukum dengan langkah-langkah efektif terhadap pelanggaran yang mengganggu, mencegah dan menghancurkan stabilitas negara, keamanan publik dan supremasi hukum," jelas pernyataan yang dibacakan oleh seorang penyiar di MRTV yang dikelola negara.

Selain turun ke jalan, para pekerja juga melakukan aksi mogok kerja nasional untuk menuntut pembebasan Aung San Suu Kyi dan kembalinya demokrasi.

Di Yangon, sekelompok biksu berbaris di barisan depan protes dengan para pekerja dan pelajar. Mereka mengibarkan bendera Buddha warna-warni di samping spanduk merah dengan warna Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Suu Kyi, yang memenangkan pemilihan umum pada November.

"Bebaskan Pemimpin Kami, Hormati Suara Kami, Tolak Kudeta Militer," seru para demonstran. Yang lainnya bersorak "Selamatkan demokrasi" dan "Katakan Tidak pada Kediktatoran".

Ribuan orang juga berbaris di tenggara kota Dawei dan di ibu kota negara bagian Kachin di ujung utara, kerumunan massa mencerminkan penolakan kekuasaan militer oleh berbagai kelompok etnis, bahkan mereka yang telah mengkritik Aung San Suu Kyi dan menuduh pemerintahannya. mengabaikan minoritas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aksi Demo di Myanmar Masih Lanjut, Menjadi yang Terbesar sejak Tahun 2007

Aksi Demo di Myanmar Masih Lanjut, Menjadi yang Terbesar sejak Tahun 2007

News | Senin, 08 Februari 2021 | 14:36 WIB

Protes Masih Berlanjut, Warga Myanmar Akhirnya Bisa Akses Internet Lagi

Protes Masih Berlanjut, Warga Myanmar Akhirnya Bisa Akses Internet Lagi

News | Minggu, 07 Februari 2021 | 19:14 WIB

Militer Batasi Akses Internet, Ribuan Warga Myanmar Tetap Turun ke Jalan

Militer Batasi Akses Internet, Ribuan Warga Myanmar Tetap Turun ke Jalan

News | Minggu, 07 Februari 2021 | 11:05 WIB

Terkini

Halmahera Tengah Membara, Wagub Malut dan Petinggi TNI-Polri Turun Tangan Redam Bentrok Antarwarga

Halmahera Tengah Membara, Wagub Malut dan Petinggi TNI-Polri Turun Tangan Redam Bentrok Antarwarga

News | Sabtu, 04 April 2026 | 08:15 WIB

Tragedi Maut di Proyek TB Simatupang: Niat Menolong Berujung Petaka, 4 Pekerja Tewas

Tragedi Maut di Proyek TB Simatupang: Niat Menolong Berujung Petaka, 4 Pekerja Tewas

News | Sabtu, 04 April 2026 | 07:46 WIB

Plt Ketum PPAD Komaruddin: Purnawirawan TNI AD Harus Jadi Perekat Persatuan, Tak Mudah Terprovokasi

Plt Ketum PPAD Komaruddin: Purnawirawan TNI AD Harus Jadi Perekat Persatuan, Tak Mudah Terprovokasi

News | Sabtu, 04 April 2026 | 07:28 WIB

KPK Wanti-wanti Investasi Rp6,74 Triliun di Kawasan Industri, Ini Titik Rawan yang Disorot

KPK Wanti-wanti Investasi Rp6,74 Triliun di Kawasan Industri, Ini Titik Rawan yang Disorot

News | Sabtu, 04 April 2026 | 07:11 WIB

BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya

BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya

News | Jum'at, 03 April 2026 | 23:40 WIB

Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI

Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI

News | Jum'at, 03 April 2026 | 22:18 WIB

Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun

Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun

News | Jum'at, 03 April 2026 | 22:05 WIB

Kecelakaan Maut di Kalideres: Ani Maryati Meninggal Dunia Usai Tersenggol Iring-iring Truk TNI

Kecelakaan Maut di Kalideres: Ani Maryati Meninggal Dunia Usai Tersenggol Iring-iring Truk TNI

News | Jum'at, 03 April 2026 | 21:36 WIB

Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang

Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang

News | Jum'at, 03 April 2026 | 21:02 WIB

Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak

Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak

News | Jum'at, 03 April 2026 | 20:04 WIB