Eks Napi Medaeng Ungkap Petugas Jualan Es Rp 20 Ribu, Tahanan Wajib Beli

Dwi Bowo Raharjo | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Selasa, 09 Februari 2021 | 18:37 WIB
Eks Napi Medaeng Ungkap Petugas Jualan Es Rp 20 Ribu, Tahanan Wajib Beli
Ilustrasi napi di penjara. [Shutterstock]

Suara.com - Eks narapidana Rumah Tahanan (Rutan) Medaeng Surabaya, Dian Purnomo menceritakan bagaimana cara para petugas mencari uang di dalam rutan. Di antaranya ada yang membisniskan kamar hingga memaksa para narapidana membeli dagangannya dengan harga yang tidak wajar.

Dian masuk penjara setelah divonis bersalah atas perusakan aset milik PT Ciputra Development Tbk di Waduk Sepat pada 2018. Ia mengakui adanya perputaran uang yang terjadi di dalam rutan dan petugas pun ikut andil.

"Memang benar di rutan itu perputaran uang itu sangat besar sekali," kata Dian dalam sebuah diskusi yang digelar YLBHI secara daring, Selasa (9/2/2021).

Dian mengungkapkan ada petugas yang mencari uang dengan berdagang. Tetapi menurutnya dagangan itu harus dibeli oleh setiap tahanan.

"Ada yang jualan es milo itu Rp 20 ribu, jadi tiap kamar itu dikasih satu, satu, satu, pokoknya disuruh beli," ucapnya.

Mekanisme di dalam rutan pun tidak luput menjadi ajang mencari pundi-pundi bagi petugas. Pemungutan uang dirasakan Dian dan tahanan lainnya dari awal masuk hingga ke luar dari rutan.

Dian menganggap lucu ketika petugas menawarkan soal cukur rambut. Setiap tahanan yang baru masuk pasti akan melewati proses penggundulan kepala.

Namun, petugas menawarkan kepada tahanan yang tidak ingin rambutnya dipangkas habis. Lagi-lagi mereka mematok tarif.

"Kalau tidak mau gundul plontos tinggal satu sisir, itu bayar Rp 20 ribu. Kalau tidak mau dipotong itu bisa bayar Rp 500 sampe Rp 2 juta," ungkapnya.

Untuk masalah besuk pun diuangkan oleh petugas. Siapapun tahanan yang dibesuk, ia akan ditagih Rp 50 ribu oleh petugas tanpa ada kejelasan apapun.

Sementara itu, sudah menjadi rahasia umum kalau ada 'ongkos' bagi para tahanan yang ingin tidur dengan nyenyak. Saat itu, Dian sudah selesai menjalankan masa karantina dan akan pindah ke blok tahanan.

Sebelum pindah, Dian ditagih Rp 500 ribu dengan harapan mendapatkan ruangan yang setidaknya nyaman untuknya untuk merebahkan diri.

Meski uang yang dikeluarkannya tidak sedikit, tetap saja tidak sebanding dengan apa yang diterimanya. Pasalnya, ia tetap harus berdesak-desakan dengan tahanan lainnya di dalam ruangan sempit.

Bahkan ada yang menawarkan untuk bisa tidur di lantai keramik 40x40 cm dengan harga Rp 200 ribu. Semakin banyak fasilitas yang diterima, maka semakin dalam para tahanan merogoh koceknya.

"Kalau di kamar itu Rp 800 ribu. Mingguannya ada yang Rp 30 ribu itu relatif, ada yang sampai tidur yang di kamar itu sampai ada yang Rp 4-10 juta tergantung fasilitasnya."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Biaya Napi Rutan Medaeng: Ogah Gundul Rp2 Juta, Tidur di Lantai Rp500 Ribu

Biaya Napi Rutan Medaeng: Ogah Gundul Rp2 Juta, Tidur di Lantai Rp500 Ribu

News | Selasa, 09 Februari 2021 | 17:14 WIB

Ngaku Polisi, Napi Peras Wanita Rp 150 Juta lewat Video Call Mesum

Ngaku Polisi, Napi Peras Wanita Rp 150 Juta lewat Video Call Mesum

Riau | Selasa, 09 Februari 2021 | 15:45 WIB

Terungkap! Napi Lapas Tembilahan Ternyata Jadi Pengendali Sabu di Pelalawan

Terungkap! Napi Lapas Tembilahan Ternyata Jadi Pengendali Sabu di Pelalawan

Riau | Senin, 08 Februari 2021 | 10:19 WIB

Tahanan dan Napi Rutan Kelas IIB Banda Aceh Sudah 3 Bulan Kabur

Tahanan dan Napi Rutan Kelas IIB Banda Aceh Sudah 3 Bulan Kabur

News | Jum'at, 05 Februari 2021 | 05:41 WIB

Terkini

Wafat Jelang Puncak Armuzna, Jemaah Haji Asal Pekanbaru Bakal Dibadalhajikan

Wafat Jelang Puncak Armuzna, Jemaah Haji Asal Pekanbaru Bakal Dibadalhajikan

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:02 WIB

Usut Penyebab Blackout Sumatra, Bareskrim Periksa Bukti Sutet Putus di Jambi

Usut Penyebab Blackout Sumatra, Bareskrim Periksa Bukti Sutet Putus di Jambi

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:31 WIB

Pesantren Dikepung Kekerasan Seksual, KUPI: SOP dan Bu Nyai Jadi Solusi Utama

Pesantren Dikepung Kekerasan Seksual, KUPI: SOP dan Bu Nyai Jadi Solusi Utama

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:09 WIB

BGN Segera Susun Bank Menu, Pengawas Gizi Kini Tak Pusing Lagi

BGN Segera Susun Bank Menu, Pengawas Gizi Kini Tak Pusing Lagi

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:07 WIB

Dedi Mulyadi Dorong Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih

Dedi Mulyadi Dorong Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:30 WIB

Bulog Ajak Mahasiswa dan Kampus untuk Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan

Bulog Ajak Mahasiswa dan Kampus untuk Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:18 WIB

Cuma Gara-gara Saling Pandang! Geng Motor Bacok Remaja di Flyover Cibodas

Cuma Gara-gara Saling Pandang! Geng Motor Bacok Remaja di Flyover Cibodas

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 14:20 WIB

Geger WNA Jepang Ngaku Ditawari Prostitusi Anak 'Perawan' di Lokasari Jakarta Barat

Geger WNA Jepang Ngaku Ditawari Prostitusi Anak 'Perawan' di Lokasari Jakarta Barat

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 14:06 WIB

Prancis Larang Menteri Israel Masuk Negaranya usai Video Aktivis Flotilla Gaza Viral

Prancis Larang Menteri Israel Masuk Negaranya usai Video Aktivis Flotilla Gaza Viral

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 13:22 WIB

Setop Pembangunan Top-Down! Saatnya Suara Perempuan Akar Rumput Masuk Kebijakan Nasional

Setop Pembangunan Top-Down! Saatnya Suara Perempuan Akar Rumput Masuk Kebijakan Nasional

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 13:03 WIB