Sebut PDIP Partai Terkorup, Rocky Gerung: Surveinya Bagus Itu Sinyal Palsu

Reza Gunadha | Hernawan | Suara.com

Kamis, 25 Februari 2021 | 16:43 WIB
Sebut PDIP Partai Terkorup, Rocky Gerung: Surveinya Bagus Itu Sinyal Palsu
Rocky Gerung. (Suara.com/Ali Achmad)

Suara.com - Pengamat politik Rocky Gerung mengomentari adanya survei yang hasilnya menyebut PDIP memiliki elektabilitas atau tingkat penerimaan lebih tinggi daripada partai lainnya.

Rocky Gerung tidak menyalahkan hasil survei tersebut. Hanya saja, dia mengatakan hal itu sebagai sinyal palsu karena cukup banyak kritik terdengar terkait PDIP. Khususnya soal korupsi Bansos.

"Survei itu jadi sinyal palsu PDIP masih kuat segala macam. Coba baca kualitas (PDIP) itu di WA emak-emak," ujar Rocky Gerung seperti dikutip Suara.com pada Rabu (25/2/2021) dari tayangan dalam kanal YouTube miliknya.

Rocky Gerung tak menampik bahwa keberadaan survei bersifat penting. Namun, kata dia harus dibarengi dengan evaluasi kualitatif agar tidak berbahaya dan hanya menjadi data palsu belaka.

Dalam hal ini, Rocky Gerung menyinggung masa Orde Baru (Orba) yang menampilkan elektabilitas Soeharto tinggi tetapi bisa dilengserkan.

Rokcy Gerung soal korupsi Bansos (YouTube).
Rokcy Gerung soal korupsi Bansos (YouTube).

"Survei itu penting, tapi kalau tidak dievalusasi kualitatif berbahaya karena akan kasih data palsu. Sama dengan Orba. Gak ada gunanya survei kalau gak diikuti survei kualitatif misalnya FGD. Survey kecil tapi ada kualitas," terangnya.

"Survei menunjukkan memang PDIP di atas, tapi bukan survei persepsi. Masa PDIP disebut sebagai partai paling korup bertahun tapi surveinya di atas," sambung Rocky Gerung.

Lebih lanjut, Rocky Gerung menduga reaksi yang muncul saat partai politik lain tahu PDIP memiliki angka elektabilitas tinggi.

Menurut dia, bisa jadi beberapa partai geleng-geleng kepala. Bahkan ada kader di dalam partai yang tidak habis pikir.

"Begitu survei timbul, Nasdem pasti geleng-geleng kepala, Demokrat pasti saling lirik. Bahkan dalam PDIP menganggap berlebihan betul. Padahal sejumlah tokoh di PDIP ada yang bilang gak bener, pencitraan berlebih pada partai itu," tukas Rocky Gerung.

Soal korupsi, Rocky Gerung mengklaim masyarakat dunia telah mengutuk Indonesia sebagai negara paling korup.

Oleh sebab itu, dia berharap para pembuat survei untuk lebih kritis dan peka, termasuk menunjukkan persepsi korupsi Indonesia tinggi dan dihubungkan dengan hal lain secara logika.

"Sekarang tinggal dihubungkan pakai logika, persepsi itu tinggi karena apa? Ya dari fakta PDIP yang panen koruptor. Itu gampang sekali dibuktikan," tandas Rocky Gerung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPK Telisik Ada Korupsi Pengaturan Barang Kena Cukai di Bintan

KPK Telisik Ada Korupsi Pengaturan Barang Kena Cukai di Bintan

Batam | Kamis, 25 Februari 2021 | 16:18 WIB

Rocky Gerung: Isu Korupsi Bansos Ditutupi Pakai Kekonyolan Pemerintah

Rocky Gerung: Isu Korupsi Bansos Ditutupi Pakai Kekonyolan Pemerintah

News | Kamis, 25 Februari 2021 | 16:40 WIB

Kasus Bansos Covid-19, Politikus PDIP Ihsan Yunus Diperiksa KPK

Kasus Bansos Covid-19, Politikus PDIP Ihsan Yunus Diperiksa KPK

News | Kamis, 25 Februari 2021 | 15:52 WIB

Terkini

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

News | Minggu, 19 April 2026 | 08:04 WIB

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

News | Sabtu, 18 April 2026 | 22:00 WIB

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:54 WIB

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:06 WIB

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:53 WIB

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:25 WIB

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:19 WIB

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:49 WIB

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:45 WIB

Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:32 WIB