Biarawati Myanmar Hadapi Aparat Saat Selamatkan Nyawa Demonstran

Siswanto, BBC

Kamis, 11 Maret 2021 | 16:09 WIB
Biarawati Myanmar Hadapi Aparat Saat Selamatkan Nyawa Demonstran
BBC

Suara.com - Suster Ann Rose Nu Tawng kini turut dipandang menjadi simbol persatuan di Myanmar, yang tercabik-cabik oleh kudeta militer.

Peristiwa biarawati Katolik menghadapi sekelompok perwira keamanan bersenjata berat demi menyelamatkan nyawa para pengunjuk rasa di kota Myitkyina di wilayah utara Myanmar, telah dipuji secara luas di negara yang mayoritas penduduknya memeluk Buddha itu.

Dan foto-foto dari tindakan pembangkangannya itu menjadi viral dan menjadi berita utama di seluruh dunia.

Berlutut di tanah, dengan tangan terentang lebar, suster Ann Rose memohon kepada para perwira itu agar meninggalkan kompleks Gereja.

"Saya tidak akan berdiri sampai kamu pergi," ujarnya kepada mereka.

Dua orang perwira lantas bergabung dengannya seraya berlutut di jalan.

Mereka menangkupkan tangannya dalam posisi berdoa, tetapi seraya berujar bahwa mereka juga memiliki tugas yang harus dipenuhi.

"Jika Anda benar-benar perlu membunuh, silakan tembak saja saya — saya akan menyerahkan nyawa saya," kata suster itu kepada para petugas.

Protes massal telah terlihat di negara-negara di Asia Tenggara semenjak militer merebut kekuasaan pada 1 Februari dalam sebuah kudeta.

baca juga

Pihak militer mengklaim ada kecurangan dalam pemilihan umum baru-baru ini.

Setidaknya 54 orang tewas dalam aksi protes yang menyerukan diakhirinya pemerintahan militer dan pembebasan para pemimpin pemerintah terpilih negara itu — termasuk Aung San Suu Kyi — yang digulingkan dan ditahan dalam kudeta tersebut.

Melindungi anak-anak

Berbicara kepada BBC Burma setelah insiden di Myitkyina, Suster Ann Rose menjelaskan apa yang ada dalam pikirannya saat itu.

"Saya mengatakan kepada mereka 'jika Anda benar-benar perlu membunuh, saya bisa menyerahkan hidup saya', kemudian mereka pergi."

"Ada anak-anak yang terperangkap dan mereka tidak tahu harus lari ke mana, mereka sangat ketakutan," katanya.

"Saya merasa perlu berkorban."

"Anak-anak itu kemudian mengelilingi saya, mereka kelaparan, kehausan dan ketakutan, serta tidak berani pulang," tambah suster itu.

Tetapi aparat militer terus menembak ke arah kerumunan pengunjuk rasa anti-kudeta di wilayah tersebut.

"Rasanya seperti dunia sedang runtuh, ada begitu banyak suara tembakan sehingga saya harus lari ke arah gereja," katanya kepada BBC.

"Saya meneriaki orang-orang agar tenang, tetapi tidak ada yang bisa mendengar saya pada saat itu."

Terlepas dari upaya terbaiknya, ketakutan terburuk sang suster pun menjadi kenyataan.

Setidaknya satu orang meninggal tidak jauh dari tempat dia bersembunyi.

Biarawati itu mengatakan dia bergegas mendekati seorang anak muda yang kepalanya dihantam, yang terluka parah dan terbaring "dalam genangan darah".

"Saya ingin membawa orang yang terluka," kata Suster Ann Rose kepada BBC.

"Tetapi saya tidak dapat melakukannya sendiri, jadi saya berteriak kepada orang-orang agar datang dan membantu saya."

Kemudian, suster itu dan orang-orang yang ikut membantu terpapar gas air mata.

"Mata saya perih, kami semua terasa panas dan pusing. Kami berhasil membawa orang yang terluka itu, tapi semua anak-anak di sekitar kami menangis," katanya.

"Kami semua sangat kesakitan."

Dilaporkan bahwa setidaknya dua orang ditembak mati saat aksi protes pada hari Senin di Myitkyina, negara bagian Kachin.

PBB telah menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya kekerasan dalam bentroka antara petugas polisi dan warga sipil di negara itu dalam beberapa hari terakhir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ray Rangkuti Endus Indikasi Kudeta Merambat di Indonesia, Apa Bahayanya?

Ray Rangkuti Endus Indikasi Kudeta Merambat di Indonesia, Apa Bahayanya?

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 20:10 WIB

Laga Perdana Tim Melli Diwarnai Demonstrasi Anti-Republik Islam Iran di Depan Stadion SoFi

Laga Perdana Tim Melli Diwarnai Demonstrasi Anti-Republik Islam Iran di Depan Stadion SoFi

Bola | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:55 WIB

Ricuh di DPR, Polisi Angkut Demonstran Cipayung Menggugat ke Dalam Gedung

Ricuh di DPR, Polisi Angkut Demonstran Cipayung Menggugat ke Dalam Gedung

News | Senin, 15 Juni 2026 | 15:49 WIB

Donald Trump Terima Laporan: 8 Demonstran Wanita Anti Rezim Iran Tak Jadi Dieksekusi Mati

Donald Trump Terima Laporan: 8 Demonstran Wanita Anti Rezim Iran Tak Jadi Dieksekusi Mati

News | Kamis, 23 April 2026 | 13:46 WIB

Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran

Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:10 WIB

Refleksi Imlek: Membedah Pemikiran Soe Hok Gie dalam Catatan Seorang Demonstran

Refleksi Imlek: Membedah Pemikiran Soe Hok Gie dalam Catatan Seorang Demonstran

Your Say | Sabtu, 14 Februari 2026 | 09:29 WIB

Vonis 6 Bulan untuk Demonstran: Lega Orang Tua, Tapi Ada yang Janggal Soal Kekerasan Polisi!

Vonis 6 Bulan untuk Demonstran: Lega Orang Tua, Tapi Ada yang Janggal Soal Kekerasan Polisi!

News | Kamis, 29 Januari 2026 | 20:20 WIB

Tuntut Kenaikan Upah 2026, Massa Buruh dari Jakarta dan Jabar Padati Kawasan Monas

Tuntut Kenaikan Upah 2026, Massa Buruh dari Jakarta dan Jabar Padati Kawasan Monas

News | Kamis, 08 Januari 2026 | 12:43 WIB

Amnesty International Desak Investigasi Independen atas Kematian Alfarisi di Rutan Medaeng Surabaya

Amnesty International Desak Investigasi Independen atas Kematian Alfarisi di Rutan Medaeng Surabaya

News | Senin, 05 Januari 2026 | 18:55 WIB

Wamenkumham Bongkar Aturan: Polisi Tak Bisa Asal Jerat Demonstran, Ini Satu-satunya Celah Hukum

Wamenkumham Bongkar Aturan: Polisi Tak Bisa Asal Jerat Demonstran, Ini Satu-satunya Celah Hukum

News | Selasa, 23 Desember 2025 | 14:30 WIB

Terkini

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

Gus Kikin Umumkan Susunan Pengurus PBNU: Gus Ipul Waketum, Gudfan Arif Jadi Sekjen

Gus Kikin Umumkan Susunan Pengurus PBNU: Gus Ipul Waketum, Gudfan Arif Jadi Sekjen

News | Rabu, 30 September 2026 | 21:50 WIB

Sidang Ijazah Gibran di MK, Mantan Komisioner KPU: Verifikasi Dokumen Itu Harus Datang Langsung!

Sidang Ijazah Gibran di MK, Mantan Komisioner KPU: Verifikasi Dokumen Itu Harus Datang Langsung!

News | Rabu, 30 September 2026 | 21:28 WIB

×