Bicara di Kongres PMII, Jokowi: Tak Ada Kata Lelah Dalam Kamus Saya

Bangun Santoso | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Rabu, 17 Maret 2021 | 12:33 WIB
Bicara di Kongres PMII, Jokowi: Tak Ada Kata Lelah Dalam Kamus Saya
Presiden Jokowi menyampaikan pidato kunci secara virtual pada acara tahunan CNBC Indonesia Economic Outlook 2021 pada Kamis, 25 Februari 2021 / [Sekretariat Presiden RI]

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah terus berupaya memulihkan kesehatan masyarakat dan membangkitkan ekonomi nasional. Pemerintah, kata Jokowi juga telah melakukan berbagai kebijakan untuk membantu ekonomi masyarakat, agar tetap bertahan.

"Pemerintah masih terus bekerja keras memulihkan kesehatan masyarakat dan membangkitkan ekonomi nasional, berbagai kebijakan telah dilakukan, banyak program prioritas diluncurkan, yang bertujuan menolong ekonomi rakyat, supaya tetap bisa bertahan," ujar Jokowi dalam sambutan peresmian pembukaan Kongres XX Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/3/2021).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku bersyukur ekonomi Indonesia menunjukkan tren yang positif, meski belum maksimal. Namun bagi Jokowi tak ada kata lelah dalam kamus Jokowi terlebih di masa krisis pandemi.

"Alhamdulillah ekonomi kita menunjukkan tren yang positif meskipun juga harus kita akui belum maksimal, tapi tidak ada kata lelah dalam kamus saya, Apalagi di masa krisis pandemi yang melanda dunia seperti sekarang ini," ucap dia.

Karena itu, Jokowi meminta dukungan dan dan partisipasi para kader PMII menjadi bagian dari jihad kebangsaan.

Serta ikut berkontribusi ide, gagasan, dan bekerja nyata membantu serta menyelesaikan persoalan persoalan besar bangsa mulai dari lingkungan masing-masing.

Ia juga meyakini Kongres PMII dapat menghasilkan program-program strategis yang bisa menjawab persoalan kemahasiswaan hingga permasalahan bangsa.

"Saya percaya kongres PP PMII kali ini akan menghasilkan program program strategis yang bisa menjawab persoalan kemahasiswaan, persoalan kemasyarakatan, dan persoalan kebangsaan, untuk mewujudkan kemajuan PMII di masa depan, agar tetap tegak berdiri dan disegani memberikan makna penting bagi kemajuan dan kejayaan Indonesia," tutur Jokowi.

Tak hanya itu, Kepala Negara mengingatkan bahwa dunia telah berubah dengan cepat, menimbulkan disrupsi pada semua sektor kehidupan, perubahan selalu tidak ramah bagi yang tidak siap berubah, dan berhenti belajar.

"Banyak organisasi, ini banyak. Banyak organisasi harus rela digilas perubahan karena tidak sigap beradaptasi dengan perubahan," kata Jokowi

Karena itu kader-kader PMII kata Jokowi harus bisa menjadi navigasi Perubahan dan terus tumbuh dan berkembang menjadi organisasi kepemudaan yang inovatif dan adaptif, membuka diri dan adaptif terhadap hal-hal yang baru,

"Buat kader-kader PMII menguasai ilmu dan teknologi itu sifatnya fardhu ain. kewajiban setiap individu kader, kenapa? karena PMII merupakan laboratorium kepemimpinan generasi muda Islam, yang ikut, yang akan ikut maju atau mundurnya Indonesia di masa depan," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyebut PMII sebagai anak kandung Nahdlatul Ulama, selalu terdepan dalam mengawal perjalanan bangsa. Teguh membela NKRI, teguh membela Pancasila, teguh membela undang-undang Dasar 1945, dan teguh dalam membela Bhinneka Tunggal Ika.

Serta konsisten menyebarkan toleransi dan kesejukan dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk, dan beragam.

"Saya mengapresiasi kader-kader PMII yang telah menunjukkan komitmen kebangsaan yang kuat hubbul Wathon minal iman, konsisten menyuarakan kepedulian dan keadilan terhadap sesama dan bersifat kritis, solutif demi perbaikan bangsa, serta merawat optimisme generasi muda dengan semangat keislaman dan keindonesiaan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bicara di Kongres, Presiden Jokowi Yakin HMI Jadi Lokomotiv Kemajuan Bangsa

Bicara di Kongres, Presiden Jokowi Yakin HMI Jadi Lokomotiv Kemajuan Bangsa

News | Rabu, 17 Maret 2021 | 11:36 WIB

Jokowi Akui Jajaran Menteri di Kabinetnya Didominasi Kader HMI

Jokowi Akui Jajaran Menteri di Kabinetnya Didominasi Kader HMI

News | Rabu, 17 Maret 2021 | 11:20 WIB

Curiga Jokowi Ingin Jabatan 3 Periode, Marak Tagar Amien Rais Provokator

Curiga Jokowi Ingin Jabatan 3 Periode, Marak Tagar Amien Rais Provokator

Hits | Rabu, 17 Maret 2021 | 12:23 WIB

Presiden Jokowi ke KPK: Kalau Masih Kurang Ajar Gigit Sekeras-kerasnya

Presiden Jokowi ke KPK: Kalau Masih Kurang Ajar Gigit Sekeras-kerasnya

Sulsel | Rabu, 17 Maret 2021 | 09:35 WIB

Tagih Janji Kemiskinan 0 Persen, Natalius: Kalau Mampu, Nobel untuk Jokowi

Tagih Janji Kemiskinan 0 Persen, Natalius: Kalau Mampu, Nobel untuk Jokowi

Hits | Rabu, 17 Maret 2021 | 09:06 WIB

Kronologis Aiptu Anak Agung Gde Putra Meninggal saat Jaga Jokowi di Ubud

Kronologis Aiptu Anak Agung Gde Putra Meninggal saat Jaga Jokowi di Ubud

Bali | Rabu, 17 Maret 2021 | 08:50 WIB

Aiptu Anak Agung Meninggal saat Jaga Jokowi, Betugas di Pospol Catus Pata

Aiptu Anak Agung Meninggal saat Jaga Jokowi, Betugas di Pospol Catus Pata

Bali | Rabu, 17 Maret 2021 | 08:20 WIB

Terkini

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

News | Kamis, 02 April 2026 | 23:02 WIB

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

News | Kamis, 02 April 2026 | 22:15 WIB

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:44 WIB

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:30 WIB

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:17 WIB

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:13 WIB

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:42 WIB

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:39 WIB

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:33 WIB

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:29 WIB