Muon: Bukti Kuat Ditemukan Adanya Kekuatan Fundamental Alam Baru

Siswanto | BBC | Suara.com

Sabtu, 10 April 2021 | 17:21 WIB
Muon: Bukti Kuat Ditemukan Adanya Kekuatan Fundamental Alam Baru
BBC

Suara.com - Dari magnet yang menempel di kulkas sampai ke lemparan bola basket ke keranjang, kekuatan fisika berperan dalam setiap sisi kehidupan kita.

Semua kekuatan fundamental alam semesta yang kita alami setiap hari dapat digambarkan dalam empat kategori, yaitu gravitasi, magnet elektron, gaya inti kuat, dan gaya inti lemah.

Kekuatan atau gaya fundamental alam semesta dapat diartikan sebagai kekuatan dasar yang membentuk, mengatur, menjaga, dan melestarikan semua materi di alam semesta.

Empat kekuatan merupakan gaya mutlak yang ada di alam.

Para pakar fisika mengatakan mereka menemukan kekuatan fundamental alam yang kelima.

Temuan ini berdasarkan penelitian yang dilakukan di laboratorium di Batavia, di dekat Chicago, Amerika Serikat.

Empat kekuatan fundamental ini mengatur bagiamana objek dan partikel di semesta berinteraksi satu sama lain.

Misalnya, gravitasi menyebabkan objek jatuh dan barang berat seolah bisa menempel erat ke dasar.

Dewan sains dan teknologi Inggris, Science and Technology Facilities Council (STFC) mengatakan hasil itu "memberikan bukti kuat partikel sub-atom atau kekuatan baru yang belum ditemukan."

Tetapi hasil dari eksperimen Muon g-2 itu masih belum belum konklusif.

Kemungkinan ditemukannya kekuatan baru itu perbandingannya satu dari 40.000 atau dikenal dengan isitlah 4,1 sigma.

Sigma level 5 atau, satu dari 3,5 juta peluang yang diperlukan untuk mengklaim adanya satu temuan.

Profesor Mark Lancaster, yang memimpin penelitian di Inggris mengatakan kepada BBC News, "Kami menemukan interaksi muon tak sesuai dengan Standard Model l [teori yang saat ini diyakini banyak orang untuk menerangkan bagaimana benda-benda di jagat raya berinteraksi]."

Peneliti di Universitas Manchester itu menambahkan, "Jelas bahwa temuan ini sangat mengasyikkan karena berpotensi menunjukkan adanya ketentuan baru dalam fisika, partikel baru dan kekuatan baru yang belum pernah ada selama ini."

Temuan itu adalah serangkaian hasil yang menjanjikan dari eksperimen partikel fisika di Amerika Serikat, Jepang dan baru-baru ini di Large Hadron Collider atau Penumbuk Hadron Raksasa di perbatasan Swiss-Prancis.

Penumbruk Hadron raksasa adalah alat untuk mempercepat partikel berenergi tinggi terbesar di dunia, yang dibangun oleh Organisasi Eropa untuk Penelitian Nuklir (CERN) antara tahun 1998 sampai 2008, kerja sama ribuan pakar fisika dari 100 negara.

Prof Ben Allanach, dari Universitas Cambridge, yang tak terlibat dalam penelitian terakhir mengatakan, "Perasaan saya ini akan menjadi kenyataan."

"Saya selalu meneliti kekuatan dan partikel selama karir saya. Inilah momen yang saya nantikan dan saya tak bisa tidur karena saya sangat gembira," tambahnya.

Eksperimen di Fermi National Accelerator Laboratory (Fermilab) di Batavia, Illinois, meneliti tanda fenomena baru dalam fisika dengan meneliti partikel sub-atom yang disebut muons.

Ada rangkaian yang lebih kecil dari atom di dunia. Sebagian dari partikel sub-atom ini terdiri dari benda yang lebih kecil lagi yang tak dapat dipecah lagi.

Muon

Muon adalah satu dari partikel fundamental yang serupa dengan elektron, namun 200 kali lipat lebih berat.

Eksperimen Muon g-2 mencakup pengiriman partikel berbentuk cincin 14 meter dan penggunaan medan magnet. Dalam hukum fisika saat ini, berdasarkan Standard Model, langkah ini dapat menyebabkan muon bergerak dengan kecepatan tertentu.

Sebaliknya, para ilmuwan menemukan bahwa muon bergoyang dengan kecepatan yang lebih tinggi dari yang diperkirakan. Ini mungkin disebabkan oleh kekuatan alam yang benar-benar baru dalam dunia sains.

Belum ada yang tahu seperti apa kekuatan baru ini.

Sejumlah pakar fisika percaya hasil ini mengarah pada temuan sub-partikel yang belum pernah ditemukan. Ada dua hipotesis, temuan partikel yang pernah disebut leptoquark, dan yang lainnya Z' boson (Z-prime boson).

Bulan lalu, pakar fisika yang bekerja di eksperimen Penumbruk Hadron raksasa, LHC menggambarkan hasil itu dapat mengarah pada temuan partikel baru dan kekuatan baru.

Dr Mitesh Patel, dari Imperial College London, yang terlibat dalam proyek itu mengatakan, "Lomba untuk menemukan eksperimen ini telah dimulai dan untuk mendapatkan bukti bahwa ini adalah sesuatu yang baru. Diperlukan data dan pengukuran lagi dan semoga menunjukkan bukti bahwa efek ini menjadi kenyataan."

Prof Allanach memberikan berbagai nama untuk kemungkinan kekuatan kelima dalam teorinya.

Di antaranya adalah "kekuatan rasa" dan "keluarga ketiga kekuatan hiper."

Kekuatan alam seperti gravitasi dan elektromagnetis (yang digunakan untuk listrik dan magnet), gaya inti kuat dan lemah mengatur pergerakan partikel sub-atom.

Kekuatan fundamental kelima dapat menerangkan sejumlah pertanyaan besar terkait alam semesta yang banyak dipertanyakan para ilmuwan selama puluhan tahun.

Misalnya, perluasan alam semesta disebut karena fenomena misterius yang dikenal dengan energi gelap. Namun sejumlah peneliti baru-baru ini menyebut fenomena itu dapat menjadi buktinya adalahnya kekuatan fundamental kelima.

Dr Maggie Aderin-Pocock, presenter pada program BBC Sky at Night mengatakan kepada BBC News, "Ada sejumlah misteri yang belum terpecahkan. Dan temuan ini dapat menjadi kunci jawaban untuk menjawab misteri-misteri ini."

Ikuti Pallab dio Twitter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebalikan dari Big Bang, Alam Semesta Disebut Akan Kiamat dengan Teori Big Crunch

Kebalikan dari Big Bang, Alam Semesta Disebut Akan Kiamat dengan Teori Big Crunch

Video | Rabu, 06 Agustus 2025 | 06:00 WIB

Kiamat Alam Semesta: Teori 'Big Crunch' Gambarkan Akhir Zaman yang Mengerikan

Kiamat Alam Semesta: Teori 'Big Crunch' Gambarkan Akhir Zaman yang Mengerikan

Tekno | Kamis, 24 Juli 2025 | 17:17 WIB

Berkunjung ke Museum Astronomi The Makkah Clock Tower

Berkunjung ke Museum Astronomi The Makkah Clock Tower

Foto | Sabtu, 31 Mei 2025 | 09:17 WIB

Wow! Ilmuwan Ungkap Tanggal Kiamat Alam Semesta, Ternyata Lebih Cepat dari yang Diperkirakan

Wow! Ilmuwan Ungkap Tanggal Kiamat Alam Semesta, Ternyata Lebih Cepat dari yang Diperkirakan

Tekno | Jum'at, 16 Mei 2025 | 15:30 WIB

Terungkap! Air di Alam Semesta Jauh Lebih Tua dari Perkiraan

Terungkap! Air di Alam Semesta Jauh Lebih Tua dari Perkiraan

Tekno | Rabu, 05 Maret 2025 | 03:39 WIB

Penemuan 85 Eksoplanet Baru Bisa Ungkap 'Rahasia Alam Semesta'

Penemuan 85 Eksoplanet Baru Bisa Ungkap 'Rahasia Alam Semesta'

Tekno | Selasa, 14 Januari 2025 | 09:08 WIB

Apakah Lubang Hitam Terbentuk Sebelum Bintang?

Apakah Lubang Hitam Terbentuk Sebelum Bintang?

Tekno | Sabtu, 28 Desember 2024 | 11:45 WIB

Misteri Alam Semesta: Mengapa Ekspansinya Meningkat Lebih Cepat dari Sebelumnya?

Misteri Alam Semesta: Mengapa Ekspansinya Meningkat Lebih Cepat dari Sebelumnya?

Tekno | Jum'at, 20 Desember 2024 | 11:09 WIB

Galaksi Mencurigakan Muncul, Astronom Temukan Retakan Tak Biasa di Alam Semesta

Galaksi Mencurigakan Muncul, Astronom Temukan Retakan Tak Biasa di Alam Semesta

Tekno | Senin, 25 November 2024 | 13:08 WIB

3 Rekomendasi Buku Sains Populer tentang Alam Semesta Karya Carl Sagan

3 Rekomendasi Buku Sains Populer tentang Alam Semesta Karya Carl Sagan

Your Say | Jum'at, 02 Agustus 2024 | 17:05 WIB

Terkini

BPH Migas Pastikan BBM Aman di Tol Padaleunyi Jelang Puncak Arus Balik 2026

BPH Migas Pastikan BBM Aman di Tol Padaleunyi Jelang Puncak Arus Balik 2026

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:16 WIB

Studi: Industri Migas Tinggalkan Citra Energi Bersih, Kini Tekankan Ketergantungan Energi Fosil

Studi: Industri Migas Tinggalkan Citra Energi Bersih, Kini Tekankan Ketergantungan Energi Fosil

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:15 WIB

Gus Yaqut Kembali ke Rutan KPK Usai Tahanan Rumah: Alhamdulillah, Sempat Sungkem ke Ibu Saya

Gus Yaqut Kembali ke Rutan KPK Usai Tahanan Rumah: Alhamdulillah, Sempat Sungkem ke Ibu Saya

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:03 WIB

Waduh! Siap-siap Ledakan Besar Pusat Tenaga Nuklir Jika AS Serang PLTN Bushehr Iran

Waduh! Siap-siap Ledakan Besar Pusat Tenaga Nuklir Jika AS Serang PLTN Bushehr Iran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:02 WIB

Panik Diserang Balik Iran, Israel Tiba-tiba Ingat HAM dan Minta Tolong Dunia

Panik Diserang Balik Iran, Israel Tiba-tiba Ingat HAM dan Minta Tolong Dunia

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:59 WIB

KAI Daop 6 Yogyakarta Prediksi Puncak Arus Balik Hari Ini, 71 Ribu Penumpang Padati Stasiun

KAI Daop 6 Yogyakarta Prediksi Puncak Arus Balik Hari Ini, 71 Ribu Penumpang Padati Stasiun

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:54 WIB

Arus Balik Lebaran: 52.926 Penumpang Tiba di Jakarta, Pasar Senen Terpadat

Arus Balik Lebaran: 52.926 Penumpang Tiba di Jakarta, Pasar Senen Terpadat

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:37 WIB

Rumah di Kembangan Terbakar Saat Ditinggal Penghuninya Berlebaran

Rumah di Kembangan Terbakar Saat Ditinggal Penghuninya Berlebaran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:33 WIB

Pemerintah Prioritaskan Sekolah Tatap Muka, Menko PMK: Hindari Learning Loss

Pemerintah Prioritaskan Sekolah Tatap Muka, Menko PMK: Hindari Learning Loss

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:29 WIB

Kenaikan Suhu Bumi Melonjak 75 Persen, Sinyal Bahaya atau Fluktuasi Jangka Pendek?

Kenaikan Suhu Bumi Melonjak 75 Persen, Sinyal Bahaya atau Fluktuasi Jangka Pendek?

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:22 WIB