Covid di India Kian Parah: Rumah Sakit dan Krematorium Kewalahan

Siswanto, BBC

Selasa, 20 April 2021 | 11:38 WIB
Covid di India Kian Parah: Rumah Sakit dan Krematorium Kewalahan
BBC

Suara.com - Ibu kota India, Delhi, memberlakukan karantina selama sepekan ke depan, setelah rekor lonjakan kasus yang membuat sistem kesehatan kota kewalahan.

Kantor pemerintah dan layanan penting, seperti rumah sakit, apotek, dan toko grosir, dibuka selama karantina, yang dimulai pada Senin (19/04) malam.

Kota itu telah memberlakukan jam malam pada akhir pekan, namun lonjakan kasus harian tertinggi terjadi pada hari Minggu (18/04), dengan 24.462 kasus.

India kini dilanda gelombang kedua Covid-19 yang mematikan sejak awal April.

Lebih dari 273.000 kasus virus corona telah dilaporkan di seluruh India - dengan lebih dari 1.600 kematian - dalam 24 jam terakhir.

Kepala Menteri Delhi Arvind Kejriwal mengatakan kota itu hampir kehabisan tempat tidur di unit perawatan intensif rumah sakit (ICU) dan pasokan oksigen tidak mencukupi.

"Saya selalu menentang karantina, tetapi yang ini akan membantu kami menambah jumlah tempat tidur rumah sakit di Delhi," katanya dalam konferensi pers virtual pada hari Senin.

Dia juga mengimbau para pekerja migran yang ada di ibu kota untuk tidak pergi, seperti pada karantina nasional tahun lalu yang membuat jutaan dari mereka kembali ke kampung halaman setelah mendapati diri mereka menganggur dan kehabisan uang.

"Ini adalah keputusan yang sulit untuk diambil, tetapi kami tidak punya pilihan lain," kata Kejriwal.

baca juga

"Saya tahu ketika karantina diumumkan, pekerja berupah harian menderita dan kehilangan pekerjaan mereka. Tapi saya mengimbau mereka untuk tidak meninggalkan Delhi. Ini adalah karantina singkat dan kami akan menjaga Anda."

Krematorium di daerah itu juga kewalahan, lapor wartawan BBC Rajini Vaidyanathan di Delhi.

Gambar-gambar menyedihkan menunjukkan mayat dibakar di trotoar, di luar salah satu pinggiran ibu kota.

Satu dari tiga orang di Delhi dinyatakan positif.


Aturan karantina:

  • Tempat keagamaan diperbolehkan untuk dibuka, tetapi tidak dapat menerima pengunjung
  • Hanya 50 orang yang diizinkan di pesta pernikahan dan maksimal 20 orang di pemakaman
  • Pusat perbelanjaan, bioskop, restoran, taman umum, gym, dan spa akan tetap ditutup selama karantina
  • Semua pertemuan sosial, politik dan agama dilarang
  • Acara olahraga tanpa penonton diperbolehkan
  • Transportasi umum seperti bus dan metro akan berfungsi dengan kapasitas tempat duduk hingga 50%
  • Siswa yang hadir untuk ujian dengan dokumen yang sah akan diizinkan melakukan perjalanan
  • Makanan yang dikirim rumah dan makanan dibawa pulang yang dibuat oleh restoran diperbolehkan
  • Orang yang bepergian untuk vaksinasi atau pengetesan Covid-19 diizinkan jika mereka memiliki dokumen yang valid


Selagi dilanda gelombang baru virus corona yang parah, pemerintah India mengumumkan bahwa setiap penduduk dewasa, akan mendapatkan vaksin mulai awal bulan depan.

"Dalam pertemuan yang dipimpin oleh [Perdana Menteri] Narendra Modi, keputusan penting yang mengizinkan vaksinasi untuk semua orang yang berusia di atas 18 tahun mulai 1 Mei telah diambil," tulis Kementerian Kesehatan dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh kantor berita AFP.

India telah melaporkan lebih dari 200.000 kasus setiap hari sejak 15 April - melewati puncaknya tahun lalu, ketika rata-rata mencapai 93.000 kasus per hari.

Imbas dari gelombang kedua Covid-19 di India, pada Senin (19/04) Perdana Menteri Inggris Boris Johnson membatalkan perjalanan yang direncanakan ke negara itu.

Pemimpin kedua negara dijadwalkan akan berbicara pada akhir bulan ini untuk "meluncurkan rencana ambisius untuk kemitraan masa depan," kata sebuah pernyataan.

Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock juga mengumumkan pada Senin sore bahwa India telah dimasukkan dalam daftar merah perjalanan negara itu, yang berarti orang-orang yang telah berada di India dalam 10 hari terakhir dilarang memasuki Inggris.

Mantan Perdana Menteri India Manmohan Singh dirawat di rumah sakit setelah dinyatakan positif terkena virus, laporan media India.

Maharashtra, yang beribu kota di pusat finansial Mumbai, tetap menjadi negara bagian yang paling parah terkena dampak, terhitung hampir sepertiga dari sekitar 1,9 kasus aktif di India.

Tapi Delhi menjadi kota yang paling parah terkena dampak, dengan mencatat lebih banyak kasus harian ketimbang Mumbai dalam beberapa hari terakhir.

Rumah sakit sedang berjuang untuk mengakomodasi pasien positif Covid di Delhi dan kota-kota lain, yang terkena dampak parah seperti Mumbai, Lucknow, dan Ahmedabad.

Beberapa negara bagian telah melaporkan kekurangan tempat tidur di bangsal Covid dan ICU.

Bahkan hasil tes ditunda karena banyaknya permintaan, yang menurut dokter, menyebabkan orang tidak didiagnosis dan dirawat tepat waktu.

Para ahli mengatakan pemerintah India mengabaikan peringatan gelombang kedua dan tidak berbuat banyak untuk mencegahnya atau bahkan menahannya.

Mereka merujuk pada pertandingan kriket yang dihadiri oleh kerumunan orang yang tanpa mengenakan masker, pawai politik besar-besaran yang tampaknya mengabaikan aturan dasar keselamatan Covid, dan festival Hindu besar di mana jutaan orang berkumpul di tepi sungai Gangga pada awal bulan ini.

Didukung oleh penurunan tajam dalam jumlah kasus dan dimulainya program vaksinasi, India memulai tahun ini dengan apa yang tampak sebagai kondisi normal.

Tetapi keadaan segera berubah menjadi lebih buruk ketika orang-orang mulai lebih sering meninggalkan rumah, lebih sedikit mengenakan masker dan bersosialisasi dalam kelompok yang lebih besar.

Masuknya varian dan kelambatan dalam upaya vaksinasi hanya meningkatkan infeksi lebih lanjut, kata para ahli.

Dalam beberapa pekan, India melesat ke puncak daftar negara dengan kasus Covid terbanyak dunia, mencatat lebih banyak kasus setiap hari daripada negara lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Visual Apik vs Plot Padat: Menimbang Film Thriller 'The Vvaan', Worth It Ditonton?

Visual Apik vs Plot Padat: Menimbang Film Thriller 'The Vvaan', Worth It Ditonton?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 15:07 WIB

Sinopsis The Vvaan, Film Terbaru Tamannaah Bhatia dan Sidharth Malhotra

Sinopsis The Vvaan, Film Terbaru Tamannaah Bhatia dan Sidharth Malhotra

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 10:10 WIB

Guruh Soekarnoputra Dikabarkan Kritis di Rumah Sakit, PDIP Panjatkan Doa

Guruh Soekarnoputra Dikabarkan Kritis di Rumah Sakit, PDIP Panjatkan Doa

News | Jum'at, 25 September 2026 | 15:37 WIB

Delhi Diteror Geng Pemerkosa India, Korbannya Cewek 17 Tahun

Delhi Diteror Geng Pemerkosa India, Korbannya Cewek 17 Tahun

News | Kamis, 24 September 2026 | 15:26 WIB

Sekolah Negeri Didemo Orangtua Murid, Kepala Sekolah Diciduk Polisi Usai Lecehkan Banyak Siswi SMP

Sekolah Negeri Didemo Orangtua Murid, Kepala Sekolah Diciduk Polisi Usai Lecehkan Banyak Siswi SMP

News | Kamis, 24 September 2026 | 13:27 WIB

Sinopsis Doctor X: Dokter Jenius Melawan Mafia Rumah Sakit, Rilis 9 Oktober

Sinopsis Doctor X: Dokter Jenius Melawan Mafia Rumah Sakit, Rilis 9 Oktober

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 17:30 WIB

Review Best of the Best: Film Tari yang Lupa Memberi Ruang pada Tariannya

Review Best of the Best: Film Tari yang Lupa Memberi Ruang pada Tariannya

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 08:25 WIB

Paramount Ubah Haluan Bisnis, Kini Bidik Rumah Sakit hingga Sektor Energi

Paramount Ubah Haluan Bisnis, Kini Bidik Rumah Sakit hingga Sektor Energi

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 10:35 WIB

Sinopsis Vibe, Film India yang Dibintangi Kunal Kemmu dan Preity Zinta

Sinopsis Vibe, Film India yang Dibintangi Kunal Kemmu dan Preity Zinta

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 18:50 WIB

Kasus Dugaan Korupsi Dokter Jantung Belanda Tembus Indonesia, Ada Aliran Dana Jutaan Euro ke Jakarta

Kasus Dugaan Korupsi Dokter Jantung Belanda Tembus Indonesia, Ada Aliran Dana Jutaan Euro ke Jakarta

News | Kamis, 17 September 2026 | 13:34 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×