alexametrics

Nama Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah, Rocky Gerung Kritik Kemendikbud

Reza Gunadha | Hernawan
Nama Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah, Rocky Gerung Kritik Kemendikbud
Rocky Gerung. (Suara.com/Ali Achmad)

"Kalau nama itu hilang, negeri ini mengkhianati permintaan bung Soekarno jangan sekali-kali melupakan sejarah, Jasmerah," kata Rocky Gerung.

Suara.com - Pengamat politik Rocky Gerung ikut menyoroti kabar terhapusnya nama pendiri Nadhlatul Ulama, Hadratus Syekh Hasyim Asy'ari dari Kamus Sejarah Indonesia Jilid I terbitan Kemendikbud.

Rocky Gerung mengatakan kasus tersebut sangat fatal dan apabila benar maka negeri ini berarti mengkhianati permintaan Presiden Pertama IR Soekarno.

Turut menyoroti klarifikasi Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid, Rocky Gerung memberi kritikan menohok.

Pernyataan itu disampaikan Rocky Gerung dalam video berjudul "Kemendikbud Cari Gara-gara Lagi. Nama Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah" yang tayang melalui saluran YouTube miliknya.

Baca Juga: Kemendikbud Serahkan Soal CPNS 2021 ke Panitia Seleksi Nasional KemenPAN-RB

Rocky Gerung menyebut beredarnya kamus sejarah tersebut merupakan hal yang fatal lantaran Hasyim Asy'ari merupakan tokoh terkemuka di NU maupun Indonesia.

Rocky Gerung soal nama pendiri NU hilang dari kamus sejarah (YouTube).
Rocky Gerung soal nama pendiri NU hilang dari kamus sejarah (YouTube).

"Itu fatal karena semua orang yang belajar sejarah tahu siapa Hasyim Asy'ari, bahkan terkait nama Wahid Hasyim, Abdurrahman Wahid. Ini satu garis generasi yang menuntun Indonesia masuk ke kemerdekaan dan tidak diketahui masyarakat, bahkan malah ada penghilangan," terang Rocky Gerung seperti dikutip Suara.com, Selasa (20/4/2021).

"Kalau nama itu hilang, negeri ini mengkhianati permintaan bung Soekarno jangan sekali-kali melupakan sejarah, Jasmerah," tegasnya menambahkan.

Rocky Gerung menegaskan, persoalan semacam ini tidak bisa disepelekan karena menurutnya sekali jejak sejarah berhenti, maka bisa saja muncul upaya menghilangkan jejak republik.

Oleh sebab itu, dia mengaku berharap hal itu benar-benar merupakan kekeliruan semata meski tetap saja tidak bisa dibenarkan karena Kemendikbud jadi terkesan 'kebobolan'.

Baca Juga: Pendiri NU Hilang, Kemendikbud Tarik Kamus Sejarah Indonesia dari Peredaran

"Ada editor di bidang kebudayaan, mungkin Kemdikbud tidak awas karena terlalu sibuk urusan tiga periode, lupa bahwa sejarah dulu juga politik karena dalam sejarah kita belajar tentang etika kekuasaan," kata Rocky Gerung.