Mantan Pilot Israel: Pemerintah dan Militer Kami adalah Penjahat Perang

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Selasa, 18 Mei 2021 | 20:57 WIB
Mantan Pilot Israel: Pemerintah dan Militer Kami adalah Penjahat Perang
Tank-tank Israel bersiap di perbatasan dengan Jalur Gaza pada 15 Mei 2021. [AFP/Jack Guez]

Suara.com - Mantan pilot Angkatan Udara Israel memberikan testimoni kejahatan perang yang telah dilakukan pemerintah serta militernya.

Menyadur Anadolu Agency, Selasa (18/5/2021), Yonatan Shapira mengungkapkan pemerintahan yang pernah dibelanya adalah "penjahat perang".

Dalam wawancara dengan Anadolu Agency, mantan pilot Angkatan Udara Israel tersebut menjelaskan apa yang ia rasakan ketika masih bergabung dengan militer.

"Saya menyadari selama Intifada kedua, apa yang dilakukan Angkatan Udara Israel dan militer Israel adalah kejahatan perang," kata Yonatan Shapira.

Ia melanjutkan, "Kami meneror jutaan orang Palestina. Ketika saya menyadari itu, saya memutuskan untuk tidak hanya pergi, tetapi juga mengajak pilot lain untuk menolak menjadi bagian dalam kejahatan ini."

Shapira diberhentikan dari militer pada tahun 2003 setelah menentang kebijakan pendudukan dan penindasan pemerintahan Tel Aviv terhadap Palestina.

Sejak saat itu, ia meluncurkan kampanye yang mendorong anggota militer lainnya untuk tidak mematuhi perintah menyerang warga Palestina.

Sebagai hasil dari kampanye yang dia lakukan dengan teman-temannya, 27 pilot militer telah diberhentikan dari Angkatan Udara Israel sejak 2003 karena menentang perang.

Pendidikan militeristik zionis

baca juga

Shapira juga berbagi pengalaman ketika dia mengenyam pendidikan di Israel. Ia menyebut, sistem pendidikan Israel kental bernuansa militeristik serta zionisme.

"Anda hampir tidak tahu apa-apa tentang Palestina, Anda tidak tahu tentang Nakba 1948, Anda tidak tahu tentang penindasan yang sedang berlangsung," jelas Shapira.

"Mereka dikirim untuk melempar rudal dan bom di pusat kota Palestina. Pada titik tertentu, saya menyadari bahwa ini adalah tindakan terorisme," katanya.

Shapira juga menegaskan kembali, bersama dengan teman-temannya yang mengundurkan diri dari militer, bahwa tindakan pendudukan Israel adalah kriminal.

"... pendudukan ini adalah tindak kriminal yang sedang berlangsung dan kejahatan perang, dan kami tidak ingin terus mengambil bagian dalam kejahatan perang ini," tegasnya.

Shapira juga mengatakan, karena ingin melindungi publik, dirinya harus berada di sisi Palestina, ketimbang menjadi tentara Israel.

"Ini adalah proses psikologis dan sangat sulit tetapi begitu Anda menyadari bahwa Anda adalah bagian dari organisasi teroris, Anda memahami bahwa Anda harus mengatakan tidak, Anda harus mengambil konsekuensi," Shapira menekankan.

Sebanyak 192 warga Palestina, termasuk 58 anak-anak dan 34 wanita, tewas dan 1.235 lainnya terluka sejak Israel memulai serangan udara di Gaza pada 10 Mei.

Militer Israel mengatakan lebih dari 50 pesawat tempur melakukan serangan selama 20 menit di Jalur Gaza sesaat sebelum fajar pada hari Senin.

Mereka menyerang 35 "target teror" dan menghancurkan lebih dari 15 km (9,3 mil) jaringan terowongan bawah tanah milik Hamas, tambahnya.

Belum ada laporan tentang korban baik luka-luka maupun tewas setelah adanya klaim serangan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hina Palestina di Medsos, Siswi SMA Bengkulu Dikeluarkan dari Sekolah

Hina Palestina di Medsos, Siswi SMA Bengkulu Dikeluarkan dari Sekolah

News | Selasa, 18 Mei 2021 | 20:26 WIB

Didemo Massa Pro-Palestina, Kedubes AS di Jakarta Tetap Buka Pelayanan

Didemo Massa Pro-Palestina, Kedubes AS di Jakarta Tetap Buka Pelayanan

News | Selasa, 18 Mei 2021 | 19:45 WIB

Diiringi Pekik Takbir, Massa Bakar Replika Bendera Israel

Diiringi Pekik Takbir, Massa Bakar Replika Bendera Israel

Video | Selasa, 18 Mei 2021 | 19:20 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×