Akibat Pandemi Covid-19, Amerika Serikat Terancam Krisis Boba

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Senin, 24 Mei 2021 | 09:23 WIB
Akibat Pandemi Covid-19, Amerika Serikat Terancam Krisis Boba
Ilustrasi Boba Milk (Unsplash @rosalindchang)

Suara.com - Pencinta bubble tea di Amerika Serikat akhir-akhir ini sedang mengalami kesulitan karena terjadi krisis boba akibat pandemi Covid-19.

Menyadur World Of Buzz, Senin (24/5/2021) krisis tersebut tersebut terjadi lantaran logistik untuk membuat boba terhambat akibat pandemi Covid-10 dan banyak toko boba yang tidak memiliki cukup pasokan.

Menurut laporan NPR, kelangkaan boba di Negeri Paman Sam yang telah terjadi selama berbulan-bulan karena masalah logistik.

Pengiriman logistik boba dari Asia ke Amerika Utara mengalami hambatan pemrosesan yang membuatnya tidak bisa masuk ke Amerika Serikat.

Oliver Yoon, wakil presiden penjualan dan pemasaran global untuk Boba Direct, pemasok bahan bubble tea menjelaskan bahwa hambatan tersebut terjadi di pelabuhan.

"Ada arus besar kontainer yang datang dari luar negeri karena e-commerce, hanya karena belanja konsumen, dan sayangnya, tidak cukup orang untuk membantu mengeluarkan kontainer ini dari kapal," kata Yoon dikutip dari NPR.

Kurangnya pekerja pelabuhan di pelabuhan dan kekurangan sopir membuat terhambatnya pengiriman dan itu membuat produk tertahan untuk sampai ke tangan pengecer, kata Yoon.

"Yang saya dengar dari perusahaan ekspedisi dan industri angkutan truk adalah, 'Kita semua butuh bantuan. Kita butuh pekerja tambahan,'" katanya.

Abdurahman Sharif, pemilik Chi Tea di Lombard, Ill., Pinggiran Chicago merasakan akibat terhambatnya pasokan boba tersebut.

baca juga

"Dalam sebulan terakhir, setiap minggu, kami harus khawatir tentang bagaimana kami kehabisan rasa ini, tapioka ini. Kami kehabisan barang-barang ini, bahkan hingga sedotan," kata Sharif.

Sejak membuka bisnisnya delapan bulan lalu, Sharif mengatakan bahwa dia berfokus untuk membangun citra toko dan kepercayaan pelanggan.

"Setiap minggu kami harus menghilangkan rasa dari menu kami karena kami tidak memilikinya, dan kami tidak akan memakannya selama dua atau tiga minggu," katanya.

Penantian bahan mungkin lebih lama dari itu. Tebakan terbaik

Yoon memprediksi pasokan bahan baku boba tersebut akan kembali lancar pada pertengahan musim panas. Dia mendesak orang-orang untuk bersabar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seba Baduy Masa Pandemi COVID-19 Cetak Sejarah! Apa?

Seba Baduy Masa Pandemi COVID-19 Cetak Sejarah! Apa?

Banten | Senin, 24 Mei 2021 | 07:05 WIB

Tak Terganggu Pandemi, Peternak Udang di Tasikmalaya Cuan Ratusan Juta

Tak Terganggu Pandemi, Peternak Udang di Tasikmalaya Cuan Ratusan Juta

Jabar | Minggu, 23 Mei 2021 | 23:22 WIB

Meski Kasus Harian Turun, Angka Kematian Akibat Covid-19 Masih Tinggi

Meski Kasus Harian Turun, Angka Kematian Akibat Covid-19 Masih Tinggi

Health | Minggu, 23 Mei 2021 | 22:10 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×