Ratusan Polisi Siap Amankan Demo Pembebasan Tapol Papua di PN Jaktim

Bangun Santoso, Muhammad Yasir

Selasa, 25 Mei 2021 | 09:05 WIB
Ratusan Polisi Siap Amankan Demo Pembebasan Tapol Papua di PN Jaktim
Sebagai ILUSTRASI: Massa Solidaritas Pembebasan Papua, menggelar aksi unjuk rasa di Taman Aspirasi dan Mahkamah Agung Jakarta Pusat, Senin (15/6/2020). [Suara.com/Yosea Arga Pramudita]

Suara.com - Ratusan personel gabungan akan menjaga ketat aksi demonstrasi menuntut pembebasan tahanan politik atau tapol Papua di depan Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Aksi tersebut sedianya direncanakan digelar pukul 10.00 WIB, Selasa (25/5/2021) hari ini.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Erwin Kurniawan menyebut personel yang diterjunkan berjumlah 200 orang.

"Kita siapkan personel ada 200 orang," kata Erwin saat dikonfirmasi Selasa (25/5/2021).

Sejumlah organisasi masyarakat Papua wilayah Jabodetabek rencananya akan menggelar aksi demontrasi menuntut tapol Papua dibebaskan. Aksi tersebut bertepatan dengan sidang perdana aktivis Papua Roland Levy dan Kevin Molama.

"Lagi-lagi penangkapan demi penangkapan terus dipraktikan aparat negara Indonesia untuk membungkam aspirasi politik rakyat Papua," demikian tertulis dalam keterangan pers yang diterima Suara.com, Senin (24/5/2021).

Roland dan Kevin merupakan dua dari sejumlah aktivis Papua yang ditangkap aparat kepolisian pada Maret 2021. Mereka yang juga menjabat sebagai pengurus Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), ditangkap polisi atas tuduhan pengeroyokan terhadap Rajid Patiran.

Penangkapan tersebut pun dinilai mengandung motif lain karena Rajid merupakan sosok yang dianggap hanya dimanfaatkan untuk memecah belah AMP.

"Rajid seringkali kedapatan mengaku sebagai ketua AMP, padahal dia tidak pernah menjadi bagian," begitu tertulis dalam keterangan pers.

Rajid dan pengikutnya disebut memperjuangkan hal berbeda dari apa yang dibela oleh AMP. Karena itu penangkapan Roland dan Kevin dianggap sebagai bagian dari upaya kriminalisasi lantaran perjuangam mereka sangat erat hubungannya dengan situasi politik Papua.

baca juga

Selain Roland dan Kevin, para mahasiswa Papua juga meminta agar polisi membebaskan juru bicara internasional Petisi Rakyat Papua (PRP), Victor Yeimo. Victor dikenai pasal makar karena dituduh menjadi otak aksi demo protes rasisme besar-besaran di seluruh tanah Papua.

Demo itu dilakukan sebagai bentuk protes atas ujaran diskriminasi rasial terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang pada Agustus 2019 lalu.

"Karena itu, bertepatan dengan sidang pokok perkara perdana kasus kriminalisasi Roland dan Kevin, kami mengundang rekan-rekan solidaritas Rakyat Indonesia dan Mahasiswa Papua domisili Jabodetabek untuk hadir dalam aksi pembebasan Tapol Papua."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tuntut Pembebasan Tapol, Warga Papua Bakal Gelar Aksi Depan PN Jaktim

Tuntut Pembebasan Tapol, Warga Papua Bakal Gelar Aksi Depan PN Jaktim

News | Selasa, 25 Mei 2021 | 07:18 WIB

Eks Tapol Ambrosius: Jokowi Jangan Alergi Papua Merdeka, Dialoglah

Eks Tapol Ambrosius: Jokowi Jangan Alergi Papua Merdeka, Dialoglah

News | Rabu, 19 Mei 2021 | 11:01 WIB

Eks Tapol Ambrosius: Label Teroris Bikin Perlawanan Rakyat Papua Membesar

Eks Tapol Ambrosius: Label Teroris Bikin Perlawanan Rakyat Papua Membesar

News | Senin, 03 Mei 2021 | 16:14 WIB

Tuntut Pembebasan Tahanan Politik, Aktivis Myanmar Kritik Hasil KTT ASEAN

Tuntut Pembebasan Tahanan Politik, Aktivis Myanmar Kritik Hasil KTT ASEAN

News | Selasa, 27 April 2021 | 09:37 WIB

Eks Tapol Papua: Gencatan Senjata Adalah Jalan Damai di Tanah Papua

Eks Tapol Papua: Gencatan Senjata Adalah Jalan Damai di Tanah Papua

News | Jum'at, 19 Februari 2021 | 13:54 WIB

Penyelidikan Kasus Kekerasan di Papua Kebanyakan Menguap di Tengah Jalan

Penyelidikan Kasus Kekerasan di Papua Kebanyakan Menguap di Tengah Jalan

News | Senin, 02 November 2020 | 20:53 WIB

Mantan Tapol Papua Cari Keadilan: Dikeroyok Polisi sampai Retina Pecah

Mantan Tapol Papua Cari Keadilan: Dikeroyok Polisi sampai Retina Pecah

News | Senin, 02 November 2020 | 18:35 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×