Presiden Sementara Mali Ditahan Militer, PBB hingga AS Langsung Mengecam

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Selasa, 25 Mei 2021 | 15:36 WIB
Presiden Sementara Mali Ditahan Militer, PBB hingga AS Langsung Mengecam
Presiden Mali Bah Ndaw dalam suatu acara pada 2020 lalu. (Foto: AFP)

Suara.com - Presiden sementara, Perdana Menteri, dan Menteri Pertahanan Mali ditahan oleh pihak militer dalam upaya kudeta yang dikecam oleh publik.

Menyadur Deutch Welle, Selasa (25/5/2021) presiden Bah N'Daw, dua pejabat tersebut ditahan oleh militer pada Senin (24/5).

Para pemimpin tersebut dilaporkan dibawa ke pangkalan militer Kati yang terletak di dekat ibu kota Mali, Bamako.

Penahanan itu terjadi hanya beberapa jam setelah dua anggota junta militer kehilangan posisi mereka dalam perombakan kabinet.

PBB, Uni Afrika dan Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat (ECOWAS) mengutuk langkah tersebut dan menyerukan agar para pemimpin dibebaskan.

"Upaya kudeta" juga disambut dengan ketidaksetujuan dari Uni Eropa, AS dan Inggris, dengan Uni Eropa mengecam langkah tersebut sebagai "penculikan."

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan dia "sangat prihatin" dengan penangkapan para pejabat Mali tersebut.

"Saya menyerukan untuk tenang & pembebasan tanpa syarat mereka," cuit Antonio Guterres di Twitter.

"Apa yang terjadi sangat serius dan serius dan kami siap untuk mempertimbangkan langkah-langkah yang diperlukan," kata Presiden Dewan Eropa Charles Michel.

Pada bulan Agustus, militer Mali menggulingkan Presiden Ibrahim Bouboucar Keita, memaksanya mundur. Pemerintahan sementara, yang dipimpin oleh N'Daw, dibentuk pada bulan September.

Pemerintah sementara, yang diatur untuk mengatur negara selama 18 bulan itu, ditugaskan untuk melaksanakan reformasi dan mengadakan pemilihan.

Banyak dari pemimpin kunci pemerintahan sementara berafiliasi dengan militer, dan N'Daw sendiri pernah menjabat sebagai perwira militer.

Mali telah menghadapi banyak krisis keamanan dan kemanusiaan. Kelompok separatis dan Islamis telah melancarkan pemberontakan bersenjata terhadap pemerintah sejak 2012.

Pertempuran tersebut membuat ratusan ribu warganya mengungsi seiring dengan meluasnya kekerasan di negara tetangga, Burkina Faso dan Niger.

Masalah terkait iklim juga mengganggu pasokan pangan negara dan sektor pertanian. Pandemi Covid-19 semakin menambah beban pada sistem perawatan kesehatan Mali yang belum berkembang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden, Perdana Menteri hingga Menhan Mali Ditangkap Militer

Presiden, Perdana Menteri hingga Menhan Mali Ditangkap Militer

News | Selasa, 25 Mei 2021 | 08:45 WIB

125 Ribu Guru Myanmar Diskorsing karena Menentang Kudeta Militer

125 Ribu Guru Myanmar Diskorsing karena Menentang Kudeta Militer

News | Senin, 24 Mei 2021 | 08:21 WIB

Risiko Kematian Pasien Covid-19 Kritis di Afrika Sangat Tinggi

Risiko Kematian Pasien Covid-19 Kritis di Afrika Sangat Tinggi

Health | Jum'at, 21 Mei 2021 | 19:42 WIB

Terkini

Bareskrim Bongkar Gudang Ponsel Ilegal di Sidoarjo, Satu Truk Barang Bukti Disita

Bareskrim Bongkar Gudang Ponsel Ilegal di Sidoarjo, Satu Truk Barang Bukti Disita

News | Selasa, 21 April 2026 | 22:11 WIB

Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja

Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:42 WIB

Terisak Merasa Dikambinghitamkan, Ibam: Niat Bantu Nadiem Malah Dikriminalisasi 22 Tahun

Terisak Merasa Dikambinghitamkan, Ibam: Niat Bantu Nadiem Malah Dikriminalisasi 22 Tahun

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:25 WIB

Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom

Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:05 WIB

Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia

Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:02 WIB

Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got

Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:58 WIB

LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon

LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:55 WIB

Longsor Jadi Peringatan, DPRD DKI Percepat Pembenahan TPST Bantargebang

Longsor Jadi Peringatan, DPRD DKI Percepat Pembenahan TPST Bantargebang

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:51 WIB

Pakar: Penegakan Hukum Jadi Kunci Tekan Rokok Ilegal

Pakar: Penegakan Hukum Jadi Kunci Tekan Rokok Ilegal

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:41 WIB

Rosan Roeslani Lapor ke Prabowo: Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun

Rosan Roeslani Lapor ke Prabowo: Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:37 WIB