Amerika Perbaiki Ruang Eksekusi Mati Mirip Era Nazi, Pakai Gas Beracun

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Rabu, 02 Juni 2021 | 09:52 WIB
Amerika Perbaiki Ruang Eksekusi Mati Mirip Era Nazi, Pakai Gas Beracun
Ilustrasi ruang eksekusi mati. (Pixabay/Free-Photos)

Suara.com - Negara bagian Arizona sedang memperbaiki kamar gas yang menggunakan hidrogen sianida untuk mengeksekusi terpidana mati. Teknik primitif seperti ini sangat terkenal di era Nazi.

Menyadur New York Post Rabu (02/06), Departemen Pemasyarakatan menghabiskan lebih dari USD 2.000 (Rp 28 juta) untuk menyiapkan gas mematikan, lapor Guardian, mengutip dokumen dari permintaan catatan publik.

Bahan yang dibeli antara lain batu bata padat kalium sianida, pelet natrium hidroksida dan asam sulfat. Gas itu disebut sama dengan Zyklon B yang digunakan Nazi di Auschwitz dan kamp pemusnahan lainnya.

Mereka juga memperbaharui kamar gas di Florence, Arizona yang dibangun tahun 1949 tapi sudah tak digunakan selama 22 tahun tahun terakhir.

Jendela dan pintu ruangan kapur barus diperiksa kerapatannya, saluran air dibersihkan dari puing-puing dan granat asap dinyalakan untuk mensimulasikan gas.

Ilustrasi kamar mandi (Unsplash/Joe de Sousa)
Ilustrasi eksekusi mati dengan gas beracun. (Unsplash/Joe de Sousa)

Beberapa tindakan yang digunakan untuk menguji ruang itu sangat primitif, termasuk memeriksa kebocoran gas dengan lilin, yang kedipan nyala apinya diamati secara hati-hati.

Pada bulan Desember, kamar tersebut ditargetkan siap secara operasional, lapor Guardian.

Negara Bagian Copper tidak melakukan eksekusi apa pun sejak 2014, ketika gagal mengeksekusi Joseph Wood dengan cepat karena meninggal dalam waktu dua jam dengan 15 suntikan mematikan.

Sementara itu, 2 terpidana mati yang menghadapi eksekusi adalah Frank Atwood, 65, yang dihukum karena membunuh Vicki Lynne Hoskinson tahun 1984, dan Clarence Dixon, 65, yang dihukum karena pembunuhan tahun 1978.

baca juga
Ilustrasi hakim pengadilan pegang palu sidang. [shutterstock]
Ilustrasi hakim pengadilan pegang palu sidang. [shutterstock]

Pengacara Atwood, Joseph Perkovich, mengeluh bahwa negara bagian terburu-buru menetapkan tanggal eksekusi karena pandemi menghambat penyelidikan untuk membuktikan kliennya tak bersalah.

Pilihan eksekusi untuk Atwood adalah suntik mati atau kamar gas. Perkovich mengatakan tak ada pilihan yang dapat dipertahankan."

“Frank Atwood siap mati. Dia adalah seorang pria dengan iman Ortodoks Yunani dan sedang mempersiapkan momen ini. Tapi dia tidak ingin disiksa dan menjadi sasaran eksekusi yang gagal,” tambah pengacara itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekomendasi Film Tentang Nazi yang Wajib Ditonton!

Rekomendasi Film Tentang Nazi yang Wajib Ditonton!

Entertainment | Minggu, 23 Mei 2021 | 21:15 WIB

Viral Warung Makan Pajang Foto Hitler, Publik Takut Salah Masuk Ruangan

Viral Warung Makan Pajang Foto Hitler, Publik Takut Salah Masuk Ruangan

Hits | Jum'at, 21 Mei 2021 | 15:07 WIB

Kenapa Hitler Benci Yahudi?

Kenapa Hitler Benci Yahudi?

News | Jum'at, 21 Mei 2021 | 10:23 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×