Kronologi Kuliah Umum USU Tentang Status Pegawai KPK Disusupi Video Porno

Rifan Aditya , Hernawan

Sabtu, 05 Juni 2021 | 14:05 WIB
Kronologi Kuliah Umum USU Tentang Status Pegawai KPK Disusupi Video Porno
Kampus Universitas Sumatera Utara (USU) Medan. (Foto: Istimewa)

Suara.com - Kuliah umum daring Ikatan Mahasiswa Hukum Administrasi Negara (Imahara), Fakultas Hukum, Universitas Sumatera Utara perihal Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diretas.

Peretas menampilkan video porno saat kuliah bertajuk "Alih Status Pegawai KPK dari Sudut Pandang Hukum Administrasi Negara" tersebut tengah berlangsung.

Menurut informasi yang dihimpun, awalnya kegiatan kuliah umum yang dimulai pada pukul09.30 tersebut berjalan dengan lancar tanpa kendala.

Wakil Dekan I Fakultas Hukum USU, Dr Dr Agusmidah, SH, M.Hum. bahkan sempat memberikan sambutan untuk acara tersebut.

Setelah itu, Prof Dr Ningrum Sirait melanjutkan acara sebagai pemantik diskusi dalam kuliah umum USU tersebut.

Kronologi kuliah umum USU disusupi video porno tersebut muncul setelah ada gangguan yang tiba-tiba muncul dari luar panitia.

Gangguan itu muncul saat Beni Kurnia Ilahi menyampaikan pemaparan dengan tema besar alih status pegawai KPK tersebut.

Salah satu peserta dengan foto profil merupakan video monyet terlihat sedang berjoget. Selain itu, ada suara yang cukup mengganggu dari mikrofon peserta.

Namun, kegiatan kuliah umum soal KPK tersebut berhasil dilanjutkan kembali dan lancar sampai sesi tanya jawab.

baca juga

Saat Prof Ningrum memberikan jawaban atas pertanyaan peserta, mendadak muncul gangguan berupa upaya dari peserta untuk menampilkan layar berisi adegan porno.

Panitia lantas berupaya untuk mengeluarkan peserta tersebut dari ruangan virtual kuliah umum tersebut.

Merespons adanya gangguan, Prof Ningrum menanggapi dengan menyebut adanya pihak yang mencoba melakukan serangan terhadap kegiatan kuliah umum tersebut.

Akan tetapi, gangguan terus muncul dan ada peserta yang tetap berupaya menampilkan video porno.

Setidaknya, panitia acara kuliah umum tersebut mencatatkan ada tiga akun yang mencoba menampilkan konten porno tersebut.

Saat panitia akan menutup kuliah umum, ternyata gangguan kembali muncul dari salah satu akun.

Salah satu akun itu diketahui menyamar menggunakan nama salah satu peserta memutar lagu Ed Sheeren.

Panitia langsung mengambil tindakan mengeluarkan akun tersebut. Dengan segera moderator menutup acara. Keputusan tersebut diambil mempertimbangkan kenyamanan serta keamanan peserta yang mengikuti kegiatan.

Kekinian, USU mengaku akan mengusut tuntas aksi peretasan saat kuliah umum virtual yang membahas soal status pegawai KPK tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

USU Cari Pelaku yang Susupkan Video Porno ke Kuliah Umum soal KPK

USU Cari Pelaku yang Susupkan Video Porno ke Kuliah Umum soal KPK

Sumut | Jum'at, 04 Juni 2021 | 18:37 WIB

Polemik TWK KPK, Analis: Kalau Terus Berlarut KPK Jadi Bebek Lumpuh!

Polemik TWK KPK, Analis: Kalau Terus Berlarut KPK Jadi Bebek Lumpuh!

News | Jum'at, 04 Juni 2021 | 17:04 WIB

Politisi PDIP Kepleset Sebut Jokowi Pemberantas KPK, Diskakmat Najwa Shihab

Politisi PDIP Kepleset Sebut Jokowi Pemberantas KPK, Diskakmat Najwa Shihab

News | Jum'at, 04 Juni 2021 | 16:37 WIB

Terkini

Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani

Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani

News | Minggu, 01 November 2026 | 17:00 WIB

Manchester United Diambang Degradasi, Siapa Pelatih yang Mau Gantikan Carrick?

Manchester United Diambang Degradasi, Siapa Pelatih yang Mau Gantikan Carrick?

Bola | Minggu, 01 November 2026 | 16:55 WIB

AC Milan Hajar Inter 3-1, Derby Jadi Titik Balik Rossoneri dan Tamparan bagi Chivu

AC Milan Hajar Inter 3-1, Derby Jadi Titik Balik Rossoneri dan Tamparan bagi Chivu

Bola | Minggu, 01 November 2026 | 16:49 WIB

Mitos Self-Reward Liburan: Healing Tidak Selalu Menyelesaikan Masalah Hidup

Mitos Self-Reward Liburan: Healing Tidak Selalu Menyelesaikan Masalah Hidup

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 16:45 WIB

Pemain Ini Dianggap Biang Kerok Kekalahan Memalukan Manchester United dari Chelsea

Pemain Ini Dianggap Biang Kerok Kekalahan Memalukan Manchester United dari Chelsea

Bola | Minggu, 01 November 2026 | 16:42 WIB

Membaca Jongot: Hutan Warisan Suku Musi yang Menawarkan Harapan di Tengah Krisis Iklim

Membaca Jongot: Hutan Warisan Suku Musi yang Menawarkan Harapan di Tengah Krisis Iklim

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 16:41 WIB

5 Retinol Serum untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Atasi Kerutan dan Flek Hitam

5 Retinol Serum untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Atasi Kerutan dan Flek Hitam

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 16:21 WIB

Mengungkap Asal-usul Teror Boneka Terkutuk dalam Film The Doll Ghawiah

Mengungkap Asal-usul Teror Boneka Terkutuk dalam Film The Doll Ghawiah

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 16:15 WIB

Viva Face Tonic Boleh Dipakai Umur Berapa? Simak Hal yang Perlu Diketahui

Viva Face Tonic Boleh Dipakai Umur Berapa? Simak Hal yang Perlu Diketahui

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 16:13 WIB

Karhutla Sumsel Berulang, 43 Perusahaan Pemegang Konsesi Didorong Pulihkan Gambut, Siapa Mengawasi?

Karhutla Sumsel Berulang, 43 Perusahaan Pemegang Konsesi Didorong Pulihkan Gambut, Siapa Mengawasi?

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 16:12 WIB

×