Kisah Gus Dur Nyaris Buat Lurah Gambir Pingsan Sebelum Meninggalkan Istana Presiden

Reza Gunadha | Hernawan | Suara.com

Selasa, 08 Juni 2021 | 08:00 WIB
Kisah Gus Dur Nyaris Buat Lurah Gambir Pingsan Sebelum Meninggalkan Istana Presiden
K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). (Pemerintah RI/Wikimedia commons)

Suara.com - Mantan ajudan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Priyo Sambadha menceritakan momen ketika Presiden Keempat RI tersebut nyaris membuat Lurah Gambir periode itu pingsan.

Priyo Sambadha menuturkan, hal itu terjadi setelah Gus Dur mundur dari jabatan sebagai Presiden Keempat RI digantikan Megawati Soekarnoputri.

Melalui jejaring Twitter miliknya, Priyo Sambadha mengenang sosok Gus Dur yang menjabat sebagai Presiden dari tahun 1999 sampai 2001 itu.

Kata Priyo Sambadha, cerita bermula setelah Gus Dur lengser dan harus meninggalkan istana tempatnya menjabat sebagai Presiden.

Kala itu, Gus Dur meminta salah seorang menteri yang tak disebutkan namanya untuk mengurus surat kepindahan dari Gambir.

"FYI saja. Ketika Presiden Gus Dur dilengserkan paksa dan harus meninggalkan istana, beliau mengutus seorang menterinya untuk mengurus surat pengantar pindah dari Lurah Gambir," ungkapnya seperti dikutip Suara.com.

Baru setelah itu, menurut cerita Priyo Sambadha, Gus Dur baru meninggalkan istana setelah lengser dari jabatan.

Priyo Sambadha mengungkap momen menggelitik, saat Lurah Gambir yang diminta surat pengantar oleh Gus Dur kala itu ternyata hampir pingsan.

"Lurah Gambir nyaris pingsan ketika dimintain surat untuk Presiden tersebut," ujarnya.

Cuitan Priyo Sambadha soal Gus Dur (Twitter).
Cuitan Priyo Sambadha soal Gus Dur (Twitter).

Dari situ, Priyo Sambadha kemudian merefleksikan sosok Gus Dur sebagai orang yang menempatkan diri sebagai warga meski jabatannya sebagai Presiden.

"Ini menunjukkan sikap presiden Gus Dur bahwa beliau tetap menempatkan dirinya sebagai warga negara biasa meskipun jabatannya Presiden. Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan," tukasnya.

Priyo Sambadha lebih lanjut mengaku masih mengingat jelas Lurah Gambir yang dimintai surat oleh Gus Dur tersebut.

Dia mengungkit sebuah pertanyaan Lurah Gambir tersebut untuk memastikan permintaan dari Gus Dur.

"Setelah beberapa saat terdiam, saya masih ingat raut muka dan pertanyaan dari Pak Lurah Gambir saat itu, 'Mohon izin, mohon maaf bapak-bapak. Ini beneran serius?'," pungkasnya.

Cerita Priyo Sambadha tersebut langsung menuai komentar para warganet yang turut mengenang sosok Gus Dur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tinjau Mandalika, Moeldoko Yakin Bakal Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Tinjau Mandalika, Moeldoko Yakin Bakal Ciptakan Lapangan Kerja Baru

News | Senin, 07 Juni 2021 | 21:22 WIB

Singgung Masa Jabatan Presiden 3 Periode, AHY: Jangan Gitu-gitu Banget kalau Mau Berkuasa

Singgung Masa Jabatan Presiden 3 Periode, AHY: Jangan Gitu-gitu Banget kalau Mau Berkuasa

News | Senin, 07 Juni 2021 | 17:04 WIB

Ada Sebanyak 800 ribu Jiwa, DIY Diminta Percepat Program Vaksinasi untuk Difabel

Ada Sebanyak 800 ribu Jiwa, DIY Diminta Percepat Program Vaksinasi untuk Difabel

Jogja | Senin, 07 Juni 2021 | 17:15 WIB

Terkini

Bukan Hanya Hutan, Blue Carbon Jadi Kunci Baru Redam Krisis Iklim: Seberapa Efektif?

Bukan Hanya Hutan, Blue Carbon Jadi Kunci Baru Redam Krisis Iklim: Seberapa Efektif?

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:15 WIB

Senat AS Menolak Lagi! Upaya Rem Kewenangan Perang Donald Trump ke Iran Kandas

Senat AS Menolak Lagi! Upaya Rem Kewenangan Perang Donald Trump ke Iran Kandas

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:10 WIB

Napi Korupsi Ngopi di Kendari Viral, Ini 7 Fakta Supriadi Eks Syahbandar Kolaka

Napi Korupsi Ngopi di Kendari Viral, Ini 7 Fakta Supriadi Eks Syahbandar Kolaka

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:08 WIB

Tegang! Upaya Eksekusi Rumah Dinas TNI di Slipi Diwarnai Adu Mulut, Warga Minta Prabowo Turun Tangan

Tegang! Upaya Eksekusi Rumah Dinas TNI di Slipi Diwarnai Adu Mulut, Warga Minta Prabowo Turun Tangan

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:02 WIB

Ayah Pelaku Penembakan di Turki Masih Aktif sebagai Polisi, Punya Jabatan Mentereng

Ayah Pelaku Penembakan di Turki Masih Aktif sebagai Polisi, Punya Jabatan Mentereng

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:59 WIB

Iran Mau Hukum Gantung Perempuan Pertama Buntut Aksi Demo Anti Rezim

Iran Mau Hukum Gantung Perempuan Pertama Buntut Aksi Demo Anti Rezim

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:55 WIB

DPR Ingatkan Pemerintah: Sengketa Lahan Tanah Abang Harus Tuntas Sebelum Bangun Rusun Subsidi

DPR Ingatkan Pemerintah: Sengketa Lahan Tanah Abang Harus Tuntas Sebelum Bangun Rusun Subsidi

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:44 WIB

Beda Peran Laut Merah dan Selat Hormuz, Akan Ditutup Iran?

Beda Peran Laut Merah dan Selat Hormuz, Akan Ditutup Iran?

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:39 WIB

KPK Dalami Dugaan Pemerasan THR di Cilacap, 7 Pejabat Diperiksa sebagai Saksi

KPK Dalami Dugaan Pemerasan THR di Cilacap, 7 Pejabat Diperiksa sebagai Saksi

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:34 WIB

Update Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: 3 Perwira dan 1 Bintara TNI Segera Disidang!

Update Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: 3 Perwira dan 1 Bintara TNI Segera Disidang!

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:34 WIB