Perdana Menteri India Tawarkan Vaksin Covid-19 Gratis pada Warga

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Selasa, 08 Juni 2021 | 13:51 WIB
Perdana Menteri India Tawarkan Vaksin Covid-19 Gratis pada Warga
Perdana menteri India Narendra Modi. [AFP/Dibyangshu Sarkar]

Suara.com - Pemerintah India menawarkan vaksin gratis untuk semua orang dewasa dan melonggarkan penguncian di beberapa negara bagian menyusul penurunan kasus Covid-19.

"Telah diputuskan bahwa mulai 21 Juni semua orang dewasa di atas usia 18 tahun akan divaksinasi secara gratis," kata Perdana Menteri Narendra Modi dalam pidato pada Senin (7/6), disadur dari Sky News Selasa (8/6/2021).

Kebijakan tersebut berarti pemerintah federal akan mengambil alih program vaksinasi di India, yang telah banyak dikritik karena terlalu lambat.

Kebijakan tersebut juga diambil ketika beberapa negara bagian melonggarkan penguncuian setelah mencatat jumlah infeksi terendah dalam dua bulan.

Toko, restoran, dan bisnis lainnya diizinkan untuk buka kembali dengan jam terbatas di New Delhi dan Mumbai. Kuncian juga mulai dibuka di negara bagian Uttar Pradesh dan Haryana.

Metro Delhi, yang melayani kota dan daerah sekitarnya, juga dibuka kembali dengan kapasitas 50%, tetapi jaringan kereta api negara bagian Mumbai masih ditutup.

Infeksi Covid-19 mencapai puncaknya sekitar 400.000 kasus dalam sehari pada bulan Mei setelah gelombang dahsyat melanda India pada awal April.

Namun pada hari Senin, jumlah kasus Covid-19 mencapai jumlah terendah dalam dua bulan terakhir, dengan 100.636 kasus dilaporkan dalam 24 jam terakhir.

Kementerian kesehatan India mengatakan 2.427 kematian baru terdaftar dalam 24 jam terakhir pada hari Senin, sehingga totalnya menjadi 349.186.

baca juga

Sejauh ini 222 juta suntikan Covid-19 telah diberikan kepada warganya di seluruh India. Kurang dari 5% dari 1,39 miliar penduduknya telah divaksinasi penuh.

Sebelum pidatonya pada hari Senin, PM Narendra Modi berada di bawah tekanan akan program vaksin yang dinilai lambat.

Modi juga menuai banyak kritik karena pembangunan kembali pusat bersejarah New Delhi yang nilainya mencapai Rp 25 triliun lebih, yang mencakup tempat tinggal baru seluas 15 hektar untuknya.

Baru-baru ini anggota parlemen Rahul Gandhi mengatakan biaya proyek Central Vista tersebut setara dengan 450 juta vaksin atau 10 juta tabung oksigen.

Di bawah sistem vaksin lama, siapa pun di bawah 45 tahun yang bukan pekerja garis depan harus membayar untuk mendapatkan vaksin di rumah sakit swasta.

India baru saja memesan 300 juta dosis vaksin tanpa izin yang dibuat oleh perusahaan India bernama Biological E dalam upaya untuk meningkatkan pasokan.

Vaksin tersebut masih dalam uji coba fase tiga, tetapi yang sebelumnya telah menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Covid-19 Meningkat, Ferdinand ke Gubernur di Pulau Jawa: Jangan Fokus Coras Capres!

Kasus Covid-19 Meningkat, Ferdinand ke Gubernur di Pulau Jawa: Jangan Fokus Coras Capres!

Bekaci | Selasa, 08 Juni 2021 | 09:59 WIB

Toyota: Pameran Mobil Offline Tetap Penting

Toyota: Pameran Mobil Offline Tetap Penting

Otomotif | Selasa, 08 Juni 2021 | 09:54 WIB

Nyaris Seperti Kota Mati, Begini Penampakan Kota di Malaysia Saat Lockdown

Nyaris Seperti Kota Mati, Begini Penampakan Kota di Malaysia Saat Lockdown

Health | Selasa, 08 Juni 2021 | 09:49 WIB

Terkini

BRI Perkuat Program 3 Juta Rumah, Ribuan Debitur Ikut Akad Massal

BRI Perkuat Program 3 Juta Rumah, Ribuan Debitur Ikut Akad Massal

Surakarta | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:48 WIB

Dibalik Keputusan MK soal Kuota Hangus, Pakar CISSReC Ingatkan Transparansi Lebih Penting!

Dibalik Keputusan MK soal Kuota Hangus, Pakar CISSReC Ingatkan Transparansi Lebih Penting!

Tekno | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:48 WIB

BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan dan Hadirkan Akad Massal 62 Ribu KPR FLPP

BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan dan Hadirkan Akad Massal 62 Ribu KPR FLPP

Sumsel | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:45 WIB

Bupati Pemalang Diduga Beri Uang ke Ayah Staf KPK untuk Tutupi Kasus

Bupati Pemalang Diduga Beri Uang ke Ayah Staf KPK untuk Tutupi Kasus

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:44 WIB

BRI Dukung Program 3 Juta Rumah dengan Pembiayaan FLPP dan KPP

BRI Dukung Program 3 Juta Rumah dengan Pembiayaan FLPP dan KPP

Kalbar | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:44 WIB

Pencarian Buronan Harun Masiku Masih Jadi Beban bagi Pimpinan KPK

Pencarian Buronan Harun Masiku Masih Jadi Beban bagi Pimpinan KPK

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:42 WIB

Dokter Paru Respons Pernyataan Prabowo: Asbes Berbahaya, Tapi Rokok Jauh Lebih Mematikan

Dokter Paru Respons Pernyataan Prabowo: Asbes Berbahaya, Tapi Rokok Jauh Lebih Mematikan

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:40 WIB

Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad 62 Ribu KPR FLPP, BRI Dorong Kepemilikan Rumah Rakyat

Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad 62 Ribu KPR FLPP, BRI Dorong Kepemilikan Rumah Rakyat

Jawa Tengah | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:40 WIB

Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad Massal 62 Ribu KPR FLPP, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad Massal 62 Ribu KPR FLPP, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:34 WIB

Polres Tasikmalaya Selidiki Dugaan Penganiayaan Siswa SD, Korban Sempat Jalani Operasi

Polres Tasikmalaya Selidiki Dugaan Penganiayaan Siswa SD, Korban Sempat Jalani Operasi

Jabar | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:23 WIB

×