Sebelum Geruduk KPK, Massa BEM SI Desak Firli Bahuri Mundur Lewat Chat WhatsApp

Agung Sandy Lesmana, Yosea Arga Pramudita

Rabu, 16 Juni 2021 | 16:37 WIB
Sebelum Geruduk KPK, Massa BEM SI Desak Firli Bahuri Mundur Lewat Chat WhatsApp
Massa BEM SI saat demo di depan kantor KPK mendesak Firli Bahuri mundur. (Suara.com/Arga)

Suara.com - Massa aksi dari sektor mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) masih berunjuk rasa di kawasan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (16/6/2021) sore. Unjuk rasa kali ini masih berkaitan dengan polemik Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang berujung pada pemecatan puluhan pegawai KPK.

Koordinator Media BEM SI, Muhammad Rais menyampaikan, pelemahan terhadap lembaga antirasuah tersebut telah terjadi berulang kali. Termutakhir, 75 pegawai yang di nonaktifkan buntut TWK menjadi puncaknya.

"Kami sebagai mahasiswa akhirnya sadar, kelemahan di KPK tidal hanya terjadi sekali ini saja. Tetapi sudah seperti direncanakan. Akhirnya 75 orang yang dipecat kembali kami lihat," ungkap Rais di lokasi, Rabu sore.

Rais menambahkan, pihaknya juga sempat berkonsolidasi dengan para pegawai yang dinyatakan tidak lolos dalam TWK. Tak hanya itu, diskusi publik juga beberapa kali digelar guna menyuarkan polemik TWK yang dianggap bermasalah tersebut.

"Kami sering konsolidasi bersama korban yang tergabung dalam 75 orang itu. Bahkan kami juga buat diskusi publik terkait kenapa sih hingga akhirnya mereka di nonaktifkan hingga akhirnya viral di mana-mana," jelasnya.

Dijelaskan Rais, aksi ini sudah disuarakan sejak tiga hari lalu. Ada beberapa rangkaian aksi yang sudah dihelat sebelumnya, yakni mengirim pesan singkat melalui WhatsApp kepada Ketua KPK Firli Bahuri untuk mundur dari jabatannya hingga mengganti foto profil akun di media sosial dengan foto "Berani Jujur, Pecat".

"Kami dari dari BEM SI sudah menyuarakan aksi ini sudah dari tiga hari yang lalu. Ada tiga aksi yang kami suarakan di antaranya Pak Firli untuk mundur melalui WA, kedua mengganti foto profil di media sosial kami dengan foto "berani jujur pecat", dan aksi hari ini yakni aksi selamatkan KPK," papar dia.

Total ada 10 kampus yang tergabung dalam aksi unjuk rasa hari ini. Mereka yang datang diwakili oleh perwakilan BEM setiap kampus se- Jabodetabek.

"Ada 10-an kampus, dari bem se-Jabodetabek. Ada juga dari UNS Solo," tutup dia.

baca juga
Massa BEM SI saat demo di depan kantor KPK mendesak Firli Bahuri mundur. (Suara.com/Arga)
Massa BEM SI saat demo di depan kantor KPK mendesak Firli Bahuri mundur. (Suara.com/Arga)

Pantauan Suara.com, massa aksi yang berjumlah puluhan itu tiba di lokasi pada pukul 15.00 WIB. Massa aksi kini telah berbaris rapi di kawasan gedung KPK karena tidak diperbolehkan mendekat ke depan gedung.

Tak jauh dari massa aksi, ada kelompok lain yang turut menggelar aksi massa. Hanya saja, kelompok lain tersebut berunjuk rasa mendukung lembaga antirasuah dalam memecat 75 pegawai yang lolos TWK tersebut.

Sementara itu, aparat kepolisian turut melakukan giat pengamanan. Aparat yang berada di lokasi sejak pagi tadi berdiri di sisi massa yang sedang berorasi.

Dalam hal ini, massa aksi turut membawa kain hitam yang untuk kemudian digunakan sebagai penutup mata. Massa aksi juga tampak berdiri berjarak dalam rangka protokol kesehatan di tengah massa pandemi Covid-19.

Sebelum berorasi, massa aksi sempat menyanyikan yel-yel yang ditujukan pada Ketua KPK, Komjen Firli Bahuri. Dalam yel-yel tersebut, Firli disebut sebagai sosok yang telah mematikan KPK.

"Mana di mana KPK sekarang, KPK sekarang sudah mati. KPK sudah mati, KPK sudah mati. Semua itu gara-gara Pak Firli," demikian sorak nyanyi dari para massa aksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisruh TWK KPK, Hari Ini Komnas HAM Periksa BKN

Kisruh TWK KPK, Hari Ini Komnas HAM Periksa BKN

News | Rabu, 16 Juni 2021 | 10:47 WIB

Koordinasi Dengan BKN, KPK Klaim Terus Berupaya Dapatkan Salinan TWK 75 Pegawai

Koordinasi Dengan BKN, KPK Klaim Terus Berupaya Dapatkan Salinan TWK 75 Pegawai

News | Selasa, 15 Juni 2021 | 17:18 WIB

Komnas HAM Bakal Libatkan Tiga Ahli Selesaikan Polemik TWK Pegawai KPK

Komnas HAM Bakal Libatkan Tiga Ahli Selesaikan Polemik TWK Pegawai KPK

News | Selasa, 15 Juni 2021 | 13:53 WIB

Bersamaan dengan Firli Bahuri Cs, Komnas HAM Bakal Periksa Kepala BKN Pada Kamis

Bersamaan dengan Firli Bahuri Cs, Komnas HAM Bakal Periksa Kepala BKN Pada Kamis

News | Selasa, 15 Juni 2021 | 13:20 WIB

Janji Bakal Datang Kamis, Ini Alasan Firli Bahuri Cs Tak Bisa Datangi Komnas HAM Hari Ini

Janji Bakal Datang Kamis, Ini Alasan Firli Bahuri Cs Tak Bisa Datangi Komnas HAM Hari Ini

News | Selasa, 15 Juni 2021 | 12:47 WIB

Terkini

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:15 WIB

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:01 WIB

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka

Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka

Riau | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:51 WIB

×