Haedar Nashir ke Aktivis Anti Covid-19 dan Vaksin: Di Mana Rasa Tanggung Jawab?

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Jum'at, 02 Juli 2021 | 20:55 WIB
Haedar Nashir ke Aktivis Anti Covid-19 dan Vaksin: Di Mana Rasa Tanggung Jawab?
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. [Suara.com/Putu Ayu P]

Suara.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengaku geram dengan aksi para kaum anti Covid-19 dan anti vaksin yang terus mempromosikan keyakinan mereka bahwa pandemi Covid-19 adalah konspirasi.

Haedar menyoroti teori-teori konspirasi bermunculan yang menyebutkan bahwa Covid-19 merupakan produk buatan yang sengaja diciptakan untuk membunuh manusia secara masif.

"Pandangan-pandangan ini kalau bagi mereka yang masih awam Insyaallah masih bisa dipahamkan. Yang paling repot itu mereka yang merasa tahu padahal sesungguhnya tidak tahu atau sok tahu," kata Haedar dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Jumat (2/7/2021).

Untuk memperkuat teori konspirasi, mereka juga tak ragu memadukannya dengan mengutip ilmu, agamna hingga ayat-ayat yang tidak pas.

"‘Kenapa sih takut Covid, takut itu kepada Allah, inna shalati wa nusuki wa maa yahya lillahi rabbil alamin’, menggunakan ayat tidak pas itu, tidak di situ tempatnya," tuturnya.

Ia menilai, perilaku para kaum anti Covid dan vaksin tersebut sangat tidak bertanggungjawab.

Ia menantang agar mereka membuktikan teori mereka dengan mengajukan data yang dimiliki ke pengadilan internasional.

"Di mana sih rasa tanggungjawab? Karena kalau terus-terusan dikembangkan pandangan anti Covid, anti vaksin itu masyarakat lengah, kemudian mereka yang kerja di rumah sakit tambah berat beban kerjanya dan itu kan tidak mustahil menciptakan disharmoni di kalangan masyarakat," ungkapnya.

Haedar juga mengaku prihatin dengan beredarnya informasi hoaks di kalangan masyarakat yang menyebut pasien yang sakit atau meninggal dengan status 'dicovidkan'.

baca juga

"Itu sudah muncul kan?, dan itu juga berkembang di lingkungan Persyarikatan dan dibeli (ditelan mentah-mentah) itu informasi-informasi yang seperti itu," tuturnya.

Ia mengimbau kepada para dai, tokoh dan pimpinan di lingkungan persyarikatan untuk bisa bersikap melawan stigma buruk terkait pandemi Covid-19 yang digaungkan oleh para kaum anti covid dan anti vaksin.

"Nah para mubaligh Muhammadiyah dan pimpinan berusaha harus menjadi pencerah dan pencerdas. Jangan ikut-ikutan, menjadi ikut aktivistik stigmatisasi dan covidisasi karena nanti malah tak bertanggungjawab," tukasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penumpang Bergejala Tak Boleh Melanjutkan Perjalanan Selama Masa PPKM Darurat

Penumpang Bergejala Tak Boleh Melanjutkan Perjalanan Selama Masa PPKM Darurat

News | Jum'at, 02 Juli 2021 | 20:12 WIB

Jelang PPKM Darurat, Jumlah Wisatawan ke Batam Malah Meningkat Drastis

Jelang PPKM Darurat, Jumlah Wisatawan ke Batam Malah Meningkat Drastis

Batam | Jum'at, 02 Juli 2021 | 18:52 WIB

Warga Terus Merokok, Meski Ekonomi Sulit di Tengah Pandemi Covid-19

Warga Terus Merokok, Meski Ekonomi Sulit di Tengah Pandemi Covid-19

Sulsel | Jum'at, 02 Juli 2021 | 13:53 WIB

Terkini

Teror Cicilan Pinjol, Pemuda di Tulungagung Ditemukan Meninggal Usai Pamit ke Kekasih

Teror Cicilan Pinjol, Pemuda di Tulungagung Ditemukan Meninggal Usai Pamit ke Kekasih

Jatim | Rabu, 16 September 2026 | 12:36 WIB

7 Tips Menyetrika Kemeja agar Rapi Sempurna, Jangan Asal Gosok

7 Tips Menyetrika Kemeja agar Rapi Sempurna, Jangan Asal Gosok

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 12:35 WIB

Penyebab Mesin Cuci Bergetar Hebat Saat Spin, Ini Cara Mengatasinya

Penyebab Mesin Cuci Bergetar Hebat Saat Spin, Ini Cara Mengatasinya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 12:34 WIB

9 Rekomendasi Cushion Instaperfect untuk Kulit Matang, Apa Shade Kamu?

9 Rekomendasi Cushion Instaperfect untuk Kulit Matang, Apa Shade Kamu?

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 12:32 WIB

10 Jenazah Dievakuasi dari Bangunan Roboh karena Serangan Udara Israel di Gaza

10 Jenazah Dievakuasi dari Bangunan Roboh karena Serangan Udara Israel di Gaza

News | Rabu, 16 September 2026 | 12:32 WIB

KB Pascapersalinan Bukan Sekadar Kontrasepsi, Tapi Pastikan Anak Dapat ASI dan Pola Asuh Optimal

KB Pascapersalinan Bukan Sekadar Kontrasepsi, Tapi Pastikan Anak Dapat ASI dan Pola Asuh Optimal

News | Rabu, 16 September 2026 | 12:30 WIB

Koper Penumpang Pesawat Tujuan Makassar Berisi Anak Kera Ekor Panjang

Koper Penumpang Pesawat Tujuan Makassar Berisi Anak Kera Ekor Panjang

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 12:28 WIB

Kecelakaan Maut di Balige, Kakak-Adik Naik Motor Tewas Tabrakan dengan Mobil

Kecelakaan Maut di Balige, Kakak-Adik Naik Motor Tewas Tabrakan dengan Mobil

Sumut | Rabu, 16 September 2026 | 12:22 WIB

Ciri-Ciri Kulit Wajah Over Cleansing Akibat Terlalu Sering Cuci Muka

Ciri-Ciri Kulit Wajah Over Cleansing Akibat Terlalu Sering Cuci Muka

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 12:22 WIB

Jeritan Hati Ibu Korban Pencabulan di Palmerah: 4 Bulan Lapor Polisi, Pelaku Belum Juga Ditangkap

Jeritan Hati Ibu Korban Pencabulan di Palmerah: 4 Bulan Lapor Polisi, Pelaku Belum Juga Ditangkap

News | Rabu, 16 September 2026 | 12:20 WIB

×