Ibas Diserang Balik Gegara Pernyataan 'Failed Nation', Demokrat Membela

Bangun Santoso, Novian Ardiansyah

Minggu, 11 Juli 2021 | 11:43 WIB
Ibas Diserang Balik Gegara Pernyataan 'Failed Nation', Demokrat Membela
Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas. [Suara.com/Arry Saputra]

Suara.com - Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan, bahwa pernyataan menyoal negara gagal yang diutarakan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas merupakan peringatan dini terutama untuk pemerintah.

Herzaky meluruskan bahwa pernyataan Ibas bukan berarti menstempel atau menstigma bahwa saat ini pemerintah sudah gagal atau menjadi bangsa yang gagal.

"Bukan. Justru ini adalah untuk peringatan ini adalah alarm dini bagi kita semua. Ini wake up call bagi kita semua terutama bagi pemerintah," kata Herzaky dalam acara diskusi daring, Minggu (11/7/2021).

Herzaky berujar peringatan itu ditujukan kepada pemerintah mengingat tanggung jawab mengelola negara ada di tangan mereka. Pemerintah diharapkan memiliki kepekaan dan kesiapsiagaan yang lebih terkait pandemi lewat pernyataan Ibas mengenai failed nation atau negara gagal.

"Untuk benar-benar memiliki sense of urgency ya, sense of crisis dalam penanganan Covid-19 ini. Ini yang mesti dipahami dulu, kita bukan mencap atau menstigma tapi ini peringatan awal kepada kita semua terutama kepada pemerintah juga," ujar Herzaky.

Serangan Balik ke Ibas

Jagat politik tanah air memanas. Pemicunya pernyataan Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, menyatakan Covid-19 makin 'mengganas'.

Dia khawatir RI disebut sebagai failed nation atau bangsa gagal akibat tidak mampu menyelamatkan rakyatnya. Pernyataan Ibas ini menuai reaksi beragam dari politisi pendukung pemerintah.

Salah satunya Anggota DPR RI Fraksi PKB Luqman Hakim. Ia mencemes balik pernyataan Ibas itu. Ia menyebut, kekhawatiran Ibas terlalu berlebihan. Menurutnya, tidak ada tanda-tanda Indonesia mengarah ke negara gagal dalam penanganan pandemi.

baca juga

Lewat akun Twitternya @LuqmanBeeNKRI polisiti PKB itu berkomentar seperti ini:

"Tidak ada satupun indikasi negara gagal yang saat ini terjadi di Indonesia. Mungkin yang dilihat Mas Ibas bukan Indonesia, bisa jadi usai nonton drama Korea," tulis cuitan Luqman Hakim.

Balasan tak kalah pedas juga dilontarkan akun Twitter @joentakriver kepada Ibas. Ia mengatakan, kritikan Ibas kepada pemerintah itu tak ubahnya pernyataan sayang, tujuannya agar Indonesia tidak gagal seperti Partai Demokrat.

"Mas Ibas sepertinya sedang mengingatkan Pak Jokowi jangan sampai kayak partai demokrat yang jadi Failed Partai...Wajah menyeringai dengan mata tersenyumWajah menyeringai dengan mata tersenyum Tenang saja Mas ibas....Pak Dhe Jokowi bukan Pepo.." demikian cuitan akun @joentakriver.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Kian Melonjak, Yoyok Sukawi Setuju Gedung DPR/MPR Digunakan sebagai RSD Covid-19

Kasus Kian Melonjak, Yoyok Sukawi Setuju Gedung DPR/MPR Digunakan sebagai RSD Covid-19

Jawa Tengah | Sabtu, 10 Juli 2021 | 15:07 WIB

Nylekit! Denny Siregar Sindir Demokrat: Kayak Banci Tampil Waktu Pandemi Lagi Gila-Gilanya

Nylekit! Denny Siregar Sindir Demokrat: Kayak Banci Tampil Waktu Pandemi Lagi Gila-Gilanya

Sulsel | Sabtu, 10 Juli 2021 | 11:00 WIB

Halaman Gedung DPR Ramai Diusulkan Jadi RS Darurat Pasien Covid-19

Halaman Gedung DPR Ramai Diusulkan Jadi RS Darurat Pasien Covid-19

News | Jum'at, 09 Juli 2021 | 12:41 WIB

Gedung DPR RI Diusulkan Jadi RS Darurat Covid-19, Fraksi Demokrat Setuju

Gedung DPR RI Diusulkan Jadi RS Darurat Covid-19, Fraksi Demokrat Setuju

Sumbar | Jum'at, 09 Juli 2021 | 11:35 WIB

Ibas Sebut 'Failed Nation', Politisi PKB Cemes Balik: Mungkin Ibas Abis Nonton Drakor

Ibas Sebut 'Failed Nation', Politisi PKB Cemes Balik: Mungkin Ibas Abis Nonton Drakor

Jatim | Jum'at, 09 Juli 2021 | 11:33 WIB

Fraksi Demokrat Setuju Gedung DPR Jadi RS Darurat Covid-19, Parpol Lain Bagaimana?

Fraksi Demokrat Setuju Gedung DPR Jadi RS Darurat Covid-19, Parpol Lain Bagaimana?

News | Jum'at, 09 Juli 2021 | 11:16 WIB

Kader Demokrat Ramai-ramai Debat Lawan Politisi Gerindra: Kurang Ajar, Sok Hebat Kamu!

Kader Demokrat Ramai-ramai Debat Lawan Politisi Gerindra: Kurang Ajar, Sok Hebat Kamu!

Batam | Jum'at, 09 Juli 2021 | 12:05 WIB

Terkini

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

×