Menkes Sebut Favipiravir Akan Gantikan Oseltamivir Sebagai Obat Antivirus

Dwi Bowo Raharjo | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Senin, 26 Juli 2021 | 16:31 WIB
Menkes Sebut Favipiravir Akan Gantikan Oseltamivir Sebagai Obat Antivirus
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengunjungi Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin, Kota Kota Bandung, Rabu (30/12/2020). [Suara.com/Emi La Palau]

Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Kesehatan Budi Gunadi mengklaim pemerintah memiliki stok obat Favipiravir. Kekinian jumlahnya mencapai 6 juta di seluruh Indonesia.

Budi menuturkan, beberapa produsen di Indonesia akan meningkatkan stok Favipiravir. Favipiravir akan gantikan Oseltamivir sebagai obat antivirus.

"Ada sekitar 6 juta (stok Favipiravir) ya di seluruh Indonesia dan ada beberapa produsen dalam negeri yang akan segera meningkatkan stok Favipiravir ini termasuk Kimia Farma yang bisa 2 juta perhari," ujar Budi dalam jumpa pers, Senin (26/7/2021).

Pemerintah kata Budi, juga akan mengimpor jutaan obat Favipiravir dari beberapa negara. Rencananya PT Dexa Medica juga akan impor 15 juta di bulan Agustus.

"Untuk mulai bulan Agustus dan ada pabrik baru rencananya yang mulai agustus juga akan produksi 1 juta Favipiravir setiap hari," lanjutnya.

Mantan Wakil BUMN itu menyebut obat Favipiravir bisa digunakan masyarakat sebagai obat antivirus. Obat Faviravir nantinya bakal menggantikan obat Oseltamivir.

"Nah Favipiravir ini akan mengganti Oseltamivir sebagai obat antivirus, kalau azitromisin tadi antibiotik," tutur Budi.

Oseltamivir dan Favipiravir Obat yang Viral Dicari Jokowi saat Sidak Apotek. (Envato)
Oseltamivir dan Favipiravir Obat yang Viral Dicari Jokowi saat Sidak Apotek. (Envato)

Obat Favipiravir merupakan kategori obat antivirus yang sudah melalui kajian dokter ahli profesi di Indonesia.

"Favipiravir ini masuk kategori antivirus yang oleh dokter-dokter ahli lima profesi di Indonesia, sudah mengkaji dampaknya terhadap mutasi virus Delta ini dan mereka menganjurkan agar antivirusnya digunakan favipiravir," kata dia.

Budi mengharapkan pemerintah memiliki kapasitas Favipiravir yang di produksi dalam negeri antara 2 juta sampai 4 juta tablet per hari yang bisa memenuhi kebutuhan.

"Sedangkan Oseltamivir, kita ada stok sampai bulan Agustus sekitar 12 juta tapi karena ini nanti akan pelan-pelan perlahan secara bertahap nanti diganti oleh Favipiravir, kita akan pertahankan stok ini," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPR Minta Pendistribusian Obat Pemulihan untuk Pasien Covid-19 Merata di Indonesia

DPR Minta Pendistribusian Obat Pemulihan untuk Pasien Covid-19 Merata di Indonesia

News | Senin, 26 Juli 2021 | 15:48 WIB

Terbukti Dampaknya Pada Varian Delta, Menkes Anjurkan Obat Favipiravir Untuk Antivirus

Terbukti Dampaknya Pada Varian Delta, Menkes Anjurkan Obat Favipiravir Untuk Antivirus

Health | Senin, 26 Juli 2021 | 15:50 WIB

RS Paru Hadapi Sejumlah Masalah: dari Obat Antivirus, Oksigen sampai Baju Hazmat

RS Paru Hadapi Sejumlah Masalah: dari Obat Antivirus, Oksigen sampai Baju Hazmat

News | Senin, 26 Juli 2021 | 12:06 WIB

Waktu Terbaik untuk Berjemur Hasilkan Vitamin D Menurut Kemenkes

Waktu Terbaik untuk Berjemur Hasilkan Vitamin D Menurut Kemenkes

Foto | Minggu, 25 Juli 2021 | 09:21 WIB

Stok Obat Banyak yang Kosong, Fadli Zon: Kalau Negara Lain, Menkes Auto Dipecat

Stok Obat Banyak yang Kosong, Fadli Zon: Kalau Negara Lain, Menkes Auto Dipecat

News | Minggu, 25 Juli 2021 | 07:40 WIB

Terkini

Menangkap Matahari Mengubahnya Jadi Listrik, Kisah Masjid Mujahidin Menuju Energi Bersih

Menangkap Matahari Mengubahnya Jadi Listrik, Kisah Masjid Mujahidin Menuju Energi Bersih

News | Senin, 20 April 2026 | 23:45 WIB

Gus Ipul Apresiasi Komitmen Pemprov Sulteng dalam Pengembangan Sekolah Rakyat

Gus Ipul Apresiasi Komitmen Pemprov Sulteng dalam Pengembangan Sekolah Rakyat

News | Senin, 20 April 2026 | 22:24 WIB

Daur Ulang Air Wudhu hingga Panel Surya, Jejak Kampus Muhammadiyah Menuju Transisi Energi

Daur Ulang Air Wudhu hingga Panel Surya, Jejak Kampus Muhammadiyah Menuju Transisi Energi

News | Senin, 20 April 2026 | 22:15 WIB

Rudal Iran Hancurkan 1.000 Rumah Tel Aviv Hingga Tak Layak Huni

Rudal Iran Hancurkan 1.000 Rumah Tel Aviv Hingga Tak Layak Huni

News | Senin, 20 April 2026 | 22:05 WIB

Baleg DPR Sepakat RUU PPRT Dibawa ke Paripurna untuk Disahkan

Baleg DPR Sepakat RUU PPRT Dibawa ke Paripurna untuk Disahkan

News | Senin, 20 April 2026 | 21:57 WIB

Irvian Bobby Sultan Kemnaker Sebut Noel Minta Rp3 Miliar Pakai Kode '3 Meter'

Irvian Bobby Sultan Kemnaker Sebut Noel Minta Rp3 Miliar Pakai Kode '3 Meter'

News | Senin, 20 April 2026 | 21:52 WIB

Gempa M 7,4 dan Tsunami Landa Jepang Utara, Kemlu RI Pastikan Kondisi WNI Aman

Gempa M 7,4 dan Tsunami Landa Jepang Utara, Kemlu RI Pastikan Kondisi WNI Aman

News | Senin, 20 April 2026 | 21:50 WIB

Bakal Diambil Keputusan Tingkat I Malam Ini, Berikut 12 Poin Substansi RUU PPRT

Bakal Diambil Keputusan Tingkat I Malam Ini, Berikut 12 Poin Substansi RUU PPRT

News | Senin, 20 April 2026 | 21:41 WIB

Komnas Perempuan: Candaan di Grup WA Bisa Masuk Kekerasan Seksual

Komnas Perempuan: Candaan di Grup WA Bisa Masuk Kekerasan Seksual

News | Senin, 20 April 2026 | 21:32 WIB

Mencetak Generasi Peduli Lingkungan yang Bertanggung Jawab Melalui Proyek Fikih Hijau

Mencetak Generasi Peduli Lingkungan yang Bertanggung Jawab Melalui Proyek Fikih Hijau

News | Senin, 20 April 2026 | 20:57 WIB