alexametrics

Cerita Pengasuh Ponpes Darul Arifin Didenda Rp10 Juta Usai Bikin Acara Nikahan

Siswanto
Cerita Pengasuh Ponpes Darul Arifin Didenda Rp10 Juta Usai Bikin Acara Nikahan
Ilustrasi Pernikahan. (pexels.com/Danu Hidayatur Rahman)

Gus Aab tetap menyelenggarakan resepsi pernikahan, meskipun sedang berlangsung pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat level 4.

Suara.com - Pengasuh Pondok Pesantren Darul Arifin, Desa Curah Kalong, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, KH Abdullah Syamsul Arifin, didenda Rp10 juta oleh Pengadilan Negeri Jember karena menyelenggarakan acara pernikahan anak perempuannya pada 28 Juli 2021.

Gus Aab tetap menyelenggarakan resepsi pernikahan, meskipun sedang berlangsung pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat level 4.

Gus Aab disidang secara daring dari ruang Satuan Polisi Pamong Praja dan Pengadilan Negeri Jember, Jumat (30/7/2021), sore. Gus Aab menyatakan siap membayar denda.

“Awalnya acara akan digelar pada 11 Juli 2021. Kemudian ada PPKM sampai 20 Juli. Akhirnya dundur sampai 22 Juli. Persiapan tanggal 11 Juli itu sudah hampir 100 persen,” kata Gus Aab dalam laporan Beritajatim.

Baca Juga: Pernikahan Hancur, Nindy Ayunda Sering Menangis Pikirkan Anak

"Dan sepertinya (PPKM( mau berakhir pada 25 Juli, kalau dilihat proses seperti itu. Antara iya dan tidak. Kemudian kami memutuskan (menggelar) pada 28 Juli 2021.” 

“Kami baru tahu pada 25 Juli malam PPKM diperpanjang lagi. Ya sudah kami putuskan pada 28 Juli tetap dilaksanakan akad saja dan walimahan terbatas. Cuma terop mulai tanggal 7 Juli sudah berdiri di pondok. Baru kemudian dipakai sebagian.” 

Resepsi pernikahan berlangsung sekitar satu jam. Menurut Gus Aab, acara dihadiri sekitar 70 orang. Kapasitas ruangan terop berukuran 60 kali 80 meter.

Dia juga menjelaskan soal foto bersama tanpa pakai masker yang beredar di media sosial. “Itu foto keluarga pakai seragam. Itu acara walimah terbatas dengan keluarga. Kalau bukan keluarga, tak mungkin diseragami seperti itu. Kebetulan saya satu keluarga ada tujuh orang dan masing-masing punya anak-anak sekian. Di foto itu saudara semua. Keluarga besar Bani Syamsul, putra abah,” katanya.

Ketua Satuan Tugas Covid Pengurus Cabang NU Jember Ayub Junaidi mengapresiasi penegakan hukum yang dilakukan Satuan Tugas Penanganan Covid Pemkab Jember. “Kami menghargai vonis itu sebagai bagian dari penegakan aturan pada masa pandemi,” katanya.

Baca Juga: Ngakunya Hanya Akad, Ketua PCNU Jember Nekat Gelar Pesta Pernikahan saat PPKM

Komentar