Politisi Demokrat: Penerapan PPKM Kontroversial, Masih Ada Tenaga Kerja Asing Masuk

Dwi Bowo Raharjo, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Sabtu, 14 Agustus 2021 | 16:11 WIB
Politisi Demokrat: Penerapan PPKM Kontroversial, Masih Ada Tenaga Kerja Asing Masuk
Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hasan dan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro. (suara.com/Bagus Santosa)

Suara.com - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Demokrat, Syarief Hasan, menyebut penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dilakukan pemerintah kontroversial.

“Ini satu kebijakan yang kontroversial yang seharusnya tidak terjadi, namun kalau ditelusuri tentunya menimbulkan banyak pertanyaan dari masyarakat,” kata Syarief lewat video diskusi daring, Sabtu (14/8/2021).

Syarief mengatakan selama PPKM diterapkan masyarakat dibatasi aktivitasnya, sementara di sisi lain para tenaga asing dari China diizinkan pemerintah masuk ke Indonesia.

“Saya masih melihat, masih ada kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak konsisten. Memberikan ruang yang begitu besar kepada stakeholder selain yang berkepentingan untuk melaksanakan kegiatan ekonominya, dengan alasan untuk meneruskan proyek-proyek yang strategis, yang sudah dicanangkan pemerintah,” ujarnya

“Seperti contoh, saya katakan pada Sabtu 7 Agustus masih ada tenaga kerja dari China masuk ke Indonesia, disela-sela kita masih melakukan PPKM Darurat,” sambungnya.

Di samping itu, Politisi Demokrat ini juga menyebut dari awal pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia pemerintah menunjukkan sikap dilematis.

“Karena kelihatan pemerintah dalam posisi yang dilematis, apakah mengutamakan kesehatan rakyat dulu atau ekonomi dulu lebih awal. Namun, lebih memilih meningkatkan ekonomi, karena pada saat itu kita dalam keadaan resesi, minus 5,9 persen,” ujarnya

“Dan itu kelihatannya sangat mengkhawatirkan bagi pemerintah, sehingga mengutamakan kepentingan ekonomi. Sehingga tidak terjadilah kebijakan-kebijakan yang betul-betul bisa memutus rantai penyebaran covid-19.” sambungnya.

Setelah itu Syarief menyebut pemerintah baru menyadari pentingnya keselamatan masyarakat setelah pandemi Covid-19 berlangsung satu tahun.

baca juga

“Setela periode satu tahun berlalu ternyata pemerintah menyadari bahwa memang harus mengutamakan kebijakan, kepedulian, keberpihakan kepada kesehatan rakyat duduk keselamatan rakyat baru ekonomi,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Syarief Hasan: Penanganan Pandemi Covid-19 di Indonesia Tidak Konsisten

Syarief Hasan: Penanganan Pandemi Covid-19 di Indonesia Tidak Konsisten

News | Sabtu, 14 Agustus 2021 | 15:35 WIB

Survei: Demokrat Tembus Tiga Besar, Mampu Manfaatkan Suara Kritis ke Pemerintah

Survei: Demokrat Tembus Tiga Besar, Mampu Manfaatkan Suara Kritis ke Pemerintah

News | Sabtu, 14 Agustus 2021 | 11:31 WIB

Polemik Demokrat, Herzaky: Ada Pihak-pihak yang Membuat Keruh Situasi

Polemik Demokrat, Herzaky: Ada Pihak-pihak yang Membuat Keruh Situasi

News | Sabtu, 14 Agustus 2021 | 11:12 WIB

Warga Pasang Bendera Asing, Ferdinand: Mereka Lecehkan Merah Putih di Bulan Kemerdekaan

Warga Pasang Bendera Asing, Ferdinand: Mereka Lecehkan Merah Putih di Bulan Kemerdekaan

Bogor | Sabtu, 14 Agustus 2021 | 11:00 WIB

Terkini

Kapan Benjolan di Payudara Harus Diperiksakan? Waspada jika Muncul Warning Signs Ini

Kapan Benjolan di Payudara Harus Diperiksakan? Waspada jika Muncul Warning Signs Ini

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:01 WIB

Jangan Asal Pakai! Ini Tanda Serum Wajah Sudah Kedaluwarsa atau Rusak

Jangan Asal Pakai! Ini Tanda Serum Wajah Sudah Kedaluwarsa atau Rusak

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Bandara Riyadh Diserang, Bagaimana Nasib Jemaah Umrah asal Makassar?

Bandara Riyadh Diserang, Bagaimana Nasib Jemaah Umrah asal Makassar?

Sulsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Setangkai Melati di Sayap Jibril: Sastra Surealis, Spiritualitas, dan Kegelisahan Zaman

Setangkai Melati di Sayap Jibril: Sastra Surealis, Spiritualitas, dan Kegelisahan Zaman

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Aksi Siram Jubir PN Pati Berbuntut Panjang, MA Bakal Tempuh Hukum Jerat Botok!

Aksi Siram Jubir PN Pati Berbuntut Panjang, MA Bakal Tempuh Hukum Jerat Botok!

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:57 WIB

Mudahkan Administrasi hingga Arisan, Aplikasi One Partner dan Tata Warga Resmi Mengudara

Mudahkan Administrasi hingga Arisan, Aplikasi One Partner dan Tata Warga Resmi Mengudara

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:56 WIB

8 Efek Samping Treatment Chemical Peeling untuk Memudarkan Flek Hitam

8 Efek Samping Treatment Chemical Peeling untuk Memudarkan Flek Hitam

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:55 WIB

Listrik Padam Ganggu Rapat Pemkot Batam, Layanan Online Lumpuh-Jalanan Macet

Listrik Padam Ganggu Rapat Pemkot Batam, Layanan Online Lumpuh-Jalanan Macet

Batam | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:52 WIB

Bisakah Limbah Sawit Gantikan Plastik Sekali Pakai? Studi Ungkap Hal Ini

Bisakah Limbah Sawit Gantikan Plastik Sekali Pakai? Studi Ungkap Hal Ini

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:51 WIB

Akhiri 29 Laga Tanpa Gol, Egy Maulana Vikri Bikin Pelatih Dewa United Tersenyum

Akhiri 29 Laga Tanpa Gol, Egy Maulana Vikri Bikin Pelatih Dewa United Tersenyum

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:51 WIB

×