Curhatan Jurnalis Wanita di Afghanistan saat Taliban Berkuasa: Doakan Saya

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Senin, 16 Agustus 2021 | 15:18 WIB
Curhatan Jurnalis Wanita di Afghanistan saat Taliban Berkuasa: Doakan Saya
Foto sebagai ilustrasi. Kondisi Afghanistan ketika Taliban berkuasa.[AFP]

Suara.com - Seorang perempuan jurnalis mengungkapkan ia harus bersembunyi dari Taliban ketika Afghanistan mulai dikuasai kelompok tersebut.

Menyadur The Guardian Senin (15/8/2021), jurnalis tersebut menulis pesan dan kisahnya tanpa mengungkapkan identitas karena alasan keamanan.

"Dua hari yang lalu saya harus meninggalkan rumah dan kehidupan saya di utara Afghanistan setelah Taliban merebut kota saya. Saya masih dalam pelarian dan tidak ada tempat yang aman untuk saya tuju." tulis jurnalis tersebut.

Ia mengungkapkan, harus kehilangan pekerjaannya karena Taliban sudah menguasai kotanya.

"Minggu lalu saya adalah seorang jurnalis berita. Hari ini saya tidak bisa menulis dengan nama saya sendiri atau mengatakan dari mana saya berasal atau di mana saya berada. Seluruh hidup saya telah dilenyapkan hanya dalam beberapa hari." tulisnya.

Selama berkuasa dari tahun 1996 hingga 2001, Taliban memberlakukan pembatasan yang cukup keras, termasuk pada wanita yang tidak diizinkan untuk bekerja.

"Saya sangat takut dan saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada saya. Apakah saya akan pulang? Apakah saya akan melihat orang tua saya lagi? Ke mana saya akan pergi? Jalan raya diblokir di kedua arah. Bagaimana saya akan bertahan?" ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan jika wilayah yang masih dikontrol pemerintah adalah bandara dan beberapa kantor polisi distrik, selain itu sudah dikuasai Taliban.

Wartawan tersebut juga khawatir karena ia seorang wanita berusia 22 tahun dan memiliki pekerjaan, sesuatu yang sangat dilarang oleh Taliban.

baca juga

"Saya juga tidak aman karena saya seorang jurnalis berita dan saya tahu Taliban akan datang mencari saya dan semua rekan saya."

"Saya seorang wanita berusia 22 tahun dan saya tahu bahwa Taliban memaksa keluarga untuk memberikan anak perempuan mereka sebagai istri bagi para pejuang mereka," ungkapya.

Ada di Mana-mana

Dikutip dari Channel News Asia, hingga saat ini Taliban berhasil merebut 26 dari 34 ibu kota provinsi Afghanistan dalam waktu kurang dari dua minggu.

Wanita tersebut mengungkapkan bahwa ia berhasil melarikan diri berkat bantuan pamannya. Saat mencoba keluar, ia masih sempat dicegat oleh Taliban.

"Paman saya menawarkan bantuan untuk membawa saya ke tempat yang aman, jadi saya mengambil telepon saya dan chadar (burqa Afghanistan) dan pergi. Orang tua saya tidak akan pergi meskipun rumah kami sekarang berada di garis depan pertempuran,"

"Saat saya sedang berkemas saya bisa mendengar peluru dan roket. Pesawat dan helikopter terbang rendah di atas kepala kami," ujarnya.

Ia mangungkapkan jika dirinya adalah wanita muda yang masih tersisa sedang mencoba melarikan diri dari kejaran Taliban. "Saya melihat pejuang Taliban tepat di luar rumah kami. Mereka ada di mana-mana," ungkapnya.

"Tepat setelah kami pergi, sebuah roket mendarat tepat di sebelah kami. Saya ingat saya berteriak dan menangis, wanita dan anak-anak di sekitar saya berlari ke segala arah," ungkapnya.

"Kami berhasil mendapatkan mobil paman saya dan mulai mengemudi menuju rumahnya, yang berjarak 30 menit di luar kota,"

"Dalam perjalanan kami dihentikan di sebuah pos pemeriksaan Taliban. Itu adalah momen paling menakutkan dalam hidupku," ungkapnya.

Doakan Saya

Jurnalis wanita tersebut mengungkapkan jika ia saat ini berada di pinggiran kota tanpa ada sumber daya yang bisa digunakan.

"Sebuah daerah pedesaan di mana tidak ada apa-apa. Tidak ada air mengalir atau listrik. Hampir tidak ada sinyal telepon dan saya terputus dari dunia." ungkapnya.

Ia juga menceritakan jika sebagian besar wanita dan gadis telah melarikan diri dari kota dan mencoba mencari tempat yang aman. "Saya tidak bisa berhenti memikirkan dan mengkhawatirkan teman-teman saya, tetangga saya, teman sekelas saya, semua wanita di Afghanistan." ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan jika dirinya dan semua warga sedang terkepung oleh Taliban dan mencoba melarikan diri dari kota dan mencari jalan keluar dari provinsi.

"Saat ini, semuanya tegang. Yang bisa saya lakukan hanyalah terus berlari dan berharap jalan keluar provinsi segera dibuka. Tolong doakan saya." pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang Berakhir, Taliban Ambil Alih Ibu Kota Afghanistan

Perang Berakhir, Taliban Ambil Alih Ibu Kota Afghanistan

Video | Senin, 16 Agustus 2021 | 14:10 WIB

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Kabur saat Ibukota Kabul Dikuasai Taliban

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Kabur saat Ibukota Kabul Dikuasai Taliban

Malang | Senin, 16 Agustus 2021 | 13:35 WIB

Taliban Kembali Kuasai Afganistan, Jerman Kirim Pesawat Evakuasi Warganya

Taliban Kembali Kuasai Afganistan, Jerman Kirim Pesawat Evakuasi Warganya

News | Senin, 16 Agustus 2021 | 13:32 WIB

Terkini

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:54 WIB

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Bekaci | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:32 WIB

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:23 WIB

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Warisan Resep Dapur Ibu

Warisan Resep Dapur Ibu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:12 WIB

×