Megawati Nangis karena Jokowi Disebut Kodok, Rocky Gerung: Itu Istilah Buatan Istana

Reza Gunadha, Nur Afitria Cika Handayani

Jum'at, 20 Agustus 2021 | 19:11 WIB
Megawati Nangis karena Jokowi Disebut Kodok, Rocky Gerung: Itu Istilah Buatan Istana
Pengamat Politik dan dosen Universitas Indonesia, Rocky Gerung. (Bidik layar)

Suara.com - Pengamat Politik Rocky Gerung ikut menanggapi soal kabar Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang menangis melihat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dihina dengan sebutan 'kodok'.

Hal tersebut membuat Rocky Gerung memberikan tanggapannya melalui video yang diunggah di kanal Youtube Rocky Gerung Official, Kamis (19/8/2021).

Dalam video tersebut, Rocky Gerung menjelaskan asal usul soal istilah kodok yang membuat Megawati menangisi Jokowi.

Rocky menjelaskan istilah kodok tersebut dibuat oleh pihak Istana sendiri.

"Kodok itu kan evolusi dari cebong. Cebong itu dua tahun lalu, mungkin sekarang udah besar jadi kodok gitu," jelasnya sembari tertawa.

Lebih lanjut, Rocky menyebut Megawati ketinggalan informasi terkait istilah kodok.

"Padahal sebetulnya itu istilah yang dibuat sendiri oleh pihak Istana karena Pak Jokowi suka pelihara kodok," ungkapnya.

Sementara itu, Rocky Gerung menyayangkan tangisan Megawati yang disebabkan karena istilah kodok untuk Jokowi.

Menurut Rocky, ada hal yang lebih penting untuk ditangisi. Ia menyebut ada ratusan ribu rakyat Indonesia yang meninggal dunia akibat Covid-19.

baca juga
Rocky Gerung sebut Jokowi kodok. (Youtube/Rocky Gerung Official)
Rocky Gerung sebut Jokowi kodok. (Youtube/Rocky Gerung Official)

"Seharusnya Ibu Mega menangis karena kebijakan presiden yang gagal menyehatkan rakyat. Harusnya kita menangis karena ada 100 ribu lebih manusia di Indonesia tewas akibat covid-19," tuturnya.

Selanjutnya, Rocky Gerung menyinggung soal Pemilu 2024 lantaran ada wacana pandemi covid-19 masih terus ada.

"Pemilu harus ditunda dan kekuasaan diperpanjang sampai 2027," kata Rocky Gerung.

Meski demikian, Rocky memahami soal tangisan Megawati terkait hal tersebut.

Megawati Menangis

Mantan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri kembali menjadi sorotan usai menyampaikan kesedihannya melihat banyak pihak menghina Presiden Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akui Keluarga Jokowi Sering Dihina, Gibran Tanggapi Santai: Sudah Risiko

Akui Keluarga Jokowi Sering Dihina, Gibran Tanggapi Santai: Sudah Risiko

Batam | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 17:40 WIB

Megawati Menangis Usai Presiden Jokowi Diejek Kodok, Ini Respon Gibran

Megawati Menangis Usai Presiden Jokowi Diejek Kodok, Ini Respon Gibran

Surakarta | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 16:56 WIB

Jadi Komoditas Unggulan, Mengenal Apa itu Tanaman Porang, Ciri-ciri, dan Manfaatnya

Jadi Komoditas Unggulan, Mengenal Apa itu Tanaman Porang, Ciri-ciri, dan Manfaatnya

Lifestyle | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 16:54 WIB

Polisi Setop Pencarian Pembuat Mural Jokowi 404:Not Found, Kapolres: Tidak Ditindaklanjuti

Polisi Setop Pencarian Pembuat Mural Jokowi 404:Not Found, Kapolres: Tidak Ditindaklanjuti

Banten | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 16:52 WIB

Jokowi: Tak Ada Toleransi Bagi Penghambat Pengembangan Industri Farmasi Dalam Negeri

Jokowi: Tak Ada Toleransi Bagi Penghambat Pengembangan Industri Farmasi Dalam Negeri

Bisnis | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 14:53 WIB

Isu Reshuffle Usai Pertemuan Jokowi dan Megawati, Pengamat: Presiden Masih Hormati Ketum

Isu Reshuffle Usai Pertemuan Jokowi dan Megawati, Pengamat: Presiden Masih Hormati Ketum

Batam | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 14:01 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×