Suara.com - Tatkala persediaan Pfizer terbatas di Australia, banyak warga akhirnya mau divaksinasi memakai AstraZeneca, termasuk warga Indonesia.
Marika Salim dan suaminya Leonardi Djuhari, pemilik kafe di Melbourne, Victoria, misalnya, akhirnya memilih vaksin AstraZeneca agar terlindungi sedini mungkin.
"Kami berdua berisiko tinggi karena bekerja di kafe, bertemu banyak orang setiap hari. Melihat apa yang terjadi di Sydney, kami khawatir itu juga bisa terjadi di sini," kata Marika.
"Saya tentu tidak mengharapkannya, tapi bila kafe kami ini masuk dalam daftar situs terpapar COVID, saya ingin agar kami sudah divaksinasi," ujarnya.
Marika mengaku, sebelumnya ia memang menginginkan vaksin Pfizer, tetapi ia tidak mau menunggu terlalu lama.
"Sepertinya banyak orang yang mau divaksinasi Pfizer. Saya khawatir nanti saat vaksin itu tersedia untuk kelompok di bawah 40 tahun, perlu waktu lama untuk booking dan menunggu giliran, nanti jadi tertunda lama kalau saya menunggu."
Hal senada disampaikan Bhaskara Indrajaya (23), warga asal Indonesia yang telah tinggal di Melbourne sejak tahun 2009.
Dia mengaku pada awalnya juga menunggu vaksin Pfizer, tapi akhirnya segera mengambil suntikan AstraZeneca setelah tersedia untuknya awal bulan ini.
Bhaskara yang bekerja di manajemen properti mengatakan "lebih baik mendapatkan vaksinasi lebih cepat daripada menundanya".
"Tidak pasti kapan vaksin Pfizer akan tersedia untuk saya saat itu," katanya.
"Saya mengalami efek samping yang sangat kecil, termasuk demam ringan. Tapi saya merasa lebih baik setelah satu hari," jelasnya.
Bhaskara mengatakan orang harus membuat keputusan sendiri tentang vaksin mana yang akan digunakan berdasarkan pemahaman tentang risiko dan manfaatnya.
"Jika tidak yakin tentang vaksin, Anda dapat menanyakannya ke dokter," tambahnya.
Kumpulan Kuis Menarik
Komentar
Terkait
Percepat Kekebalan, Australia Pertimbangkan Vaksinasi Covid-19 Per Keluarga
News | Rabu, 25 Agustus 2021 | 18:45 WIB
Vaksin Johnson and Johnson Masuk Indonesia Bulan Depan, Ketahui Bedanya
Health | Rabu, 25 Agustus 2021 | 16:40 WIB
Vaksinasi Pfizer di Tangerang Ricuh, Warga: Kalau Enggak Bisa Kerja Saya Laporin
Banten | Rabu, 25 Agustus 2021 | 15:28 WIB
BPIC Tolak Jadi Lokasi Vaksinasi Vaksin AZ, Pemkot Samarinda Kondisikan Buddhist Center
Kaltim | Rabu, 25 Agustus 2021 | 14:37 WIB
Indonesia Terima 1,5 Juta Dosis Vaksin Pfizer, Ini Syarat Penerimanya
Batam | Rabu, 25 Agustus 2021 | 12:57 WIB
Vaksin Pfizer Untuk Siapa? Begini Syarat Penerimanya
Banten | Rabu, 25 Agustus 2021 | 12:10 WIB
Australia Kembali Pecah Rekor Kasus Covid-19, Beban Fasilitas Kesehatan Meningkat
Health | Rabu, 25 Agustus 2021 | 11:48 WIB
Terkini
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:34 WIB
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:22 WIB
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:52 WIB
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:37 WIB
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:31 WIB
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:25 WIB
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:16 WIB
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:07 WIB