Sempat Dibawa ke Markas, Mantan Jurnalis Ini Hampir Mati saat Meliput di Afghanistan

Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Sabtu, 28 Agustus 2021 | 18:28 WIB
Sempat Dibawa ke Markas, Mantan Jurnalis Ini Hampir Mati saat Meliput di Afghanistan
Pasukan Komando Afghanistan terlihat di lokasi medan pertempuran dengan pemberontak Taliban di Kunduz, Afghanistan, Juni 2021. (ANTARA/Reuters)

Suara.com - Mantan Pemimpin Redaksi Majalah Sabilli, Zainal Muttaqin, menceritakan pengalamannya ketika meliput ke Afghanistan. Saat itu, ia hampir meninggal karena pengaruh cuaca dingin yang cukup ekstrim.

"Alam di Afghanistan itu alam yang sangat luar biasa sulit. Kalau panas, panas banget kalau dingin, dingin banget," kata Zainal dalam webinar bertemakan taliban dan mujahideen Afghanistan di Mata Jurnalis : Fakta dan Citra, Sabtu (28/8/2021).

Zainal menceritakan ketika ia melakukan peliputan dengan mendatangi sebuah camp di Afghanistan. Saat itu akhir November memasuki musim dingin.

Ketika berada di sana, ia sempat tak mempedulikan musim dingin di Afghanistan. Ketika itu ia menganggap sudah biasa merasakan cuaca dingin ketika training sebelum berangkat ke Afghanistan,  sehingga tidak menggunakan baju penghangat apapun.

"Saya hampir mati. Kenapa, karena agak sedikit belagu saya sering ke puncak ikut traning, nggak (pernah) pake jaket, nggak pakai rompi, cuma pakai oblong biasa saja," ucap Zainal.

Padahal saat itu Zainal mengaku sudah dinasehati terkait cuaca di Afghanistan. Saat cuaca sedang dingin diminta memakai pakaian yang hangat. Namun, ia tetap tak peduli.

Hingga akhirnya pada malam hari Zainal pun tak merasakan sama sekali kondisi tubuhnya dengan cuaca dingin yang cukup ekstrim.

"Pas malam tiba. Saya pukul pipi saya hidung saya, kok nggak berasa. Terus saya teriak. Lalu diambil oleh teman- teman itu, dibawa ke markas dibikin api unggun, dikasih macem-macem lah (biar tetap hangat)," ungkap Zainal.

Ketika sudah dalam kondisi baik, Zainal sempat ditegur oleh komandan camp di Afghanistan tersebut. Bahwa bila Zainal tak mendapat pertolongan selama dua jam akan meninggal.

"Lalu si komandannya bilang, ente kalau telat mati dua jam lagi. Jadi orang mati bukan karena perang sebenarnya yang banyak. Karena ranjau dan karena tadi, hipotermia. Ini alam yang sangat luar biasa, saya alami itu kerasnya alam di sana (Afghanistan)," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Staf Kedutaan Teledor, Dokumen Penting di Afghanistan Bisa Diakses dengan Mudah

Staf Kedutaan Teledor, Dokumen Penting di Afghanistan Bisa Diakses dengan Mudah

News | Sabtu, 28 Agustus 2021 | 12:23 WIB

Afghanistan Terkini Setelah Bom di Bandara Kabul

Afghanistan Terkini Setelah Bom di Bandara Kabul

News | Sabtu, 28 Agustus 2021 | 12:24 WIB

Sempat Menjabat Menteri Komunikasi Afghanistan, Pria Ini Kini Jadi Kurir

Sempat Menjabat Menteri Komunikasi Afghanistan, Pria Ini Kini Jadi Kurir

News | Sabtu, 28 Agustus 2021 | 12:24 WIB

FIFA Rundingkan Rencana Evakuasi Atlet Afghanistan

FIFA Rundingkan Rencana Evakuasi Atlet Afghanistan

Bola | Jum'at, 27 Agustus 2021 | 20:30 WIB

Terkini

6 Kali Sumbang Kas Negara, Satgas PKH Selamatkan Aset Rp 371 Triliun Sejak Awal Dibentuk

6 Kali Sumbang Kas Negara, Satgas PKH Selamatkan Aset Rp 371 Triliun Sejak Awal Dibentuk

News | Jum'at, 10 April 2026 | 18:11 WIB

Reaksi Israel Usai Disebut Kutukan Kemanusiaan Oleh Menhan Pakistan

Reaksi Israel Usai Disebut Kutukan Kemanusiaan Oleh Menhan Pakistan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 18:04 WIB

Gara-Gara Barang Tertinggal, Penumpang Tahan Pintu Whoosh hingga Kereta Telat Berangkat

Gara-Gara Barang Tertinggal, Penumpang Tahan Pintu Whoosh hingga Kereta Telat Berangkat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 17:50 WIB

ASN Jakarta Tetap Layani Publik Meski Ada WFH, Pramono Anung: Kepentingan Masyarakat yang Utama

ASN Jakarta Tetap Layani Publik Meski Ada WFH, Pramono Anung: Kepentingan Masyarakat yang Utama

News | Jum'at, 10 April 2026 | 17:44 WIB

Menaker Usulkan Tambahan 150 Ribu Kuota untuk Magang Nasional 2026

Menaker Usulkan Tambahan 150 Ribu Kuota untuk Magang Nasional 2026

News | Jum'at, 10 April 2026 | 17:41 WIB

Ogah Kecolongan Seperti Riza Chalid! Ini Strategi Kejagung Gembok Samin Tan Sebelum Sasar Pejabat

Ogah Kecolongan Seperti Riza Chalid! Ini Strategi Kejagung Gembok Samin Tan Sebelum Sasar Pejabat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 17:36 WIB

Kejagung Masih Buru Riza Chalid, Jampidsus: Jangan Dibuka Keberadaannya, Nanti Kabur Lagi

Kejagung Masih Buru Riza Chalid, Jampidsus: Jangan Dibuka Keberadaannya, Nanti Kabur Lagi

News | Jum'at, 10 April 2026 | 17:33 WIB

Prabowo Geram ke Pengusaha Tambang Bandel: Mereka Meludahi Pengorbanan Pahlawan!

Prabowo Geram ke Pengusaha Tambang Bandel: Mereka Meludahi Pengorbanan Pahlawan!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 17:28 WIB

Prabowo Saksikan Penyerahan Rp 11,4 Triliun Hasil Satgas PKH: Bisa Perbaiki 34 Ribu Sekolah

Prabowo Saksikan Penyerahan Rp 11,4 Triliun Hasil Satgas PKH: Bisa Perbaiki 34 Ribu Sekolah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 17:24 WIB

Menko Yusril: Kami Dengar Riza Chalid Ada di Malaysia

Menko Yusril: Kami Dengar Riza Chalid Ada di Malaysia

News | Jum'at, 10 April 2026 | 17:18 WIB