Diberi Label Hitam, Pasien Covid dan Kontak Erat Bisa Dikarantina Jika Nekat Berkeliaran

Agung Sandy Lesmana | Stephanus Aranditio | Suara.com

Senin, 30 Agustus 2021 | 20:19 WIB
Diberi Label Hitam, Pasien Covid dan Kontak Erat Bisa Dikarantina Jika Nekat Berkeliaran
Diberi Label Hitam, Pasien Covid dan Kontak Erat Bisa Dikarantina Jika Nekat Berkeliaran. Ilustrasi Pasien Covid-19. [Foto : Binar Gumilang/TIMES Indonesia]

Suara.com - Pemerintah akan melabeli setiap orang yang sedang positif Covid-19 atau tercatat sebagai kontak erat dengan label hitam di aplikasi Pedulilindungi.

Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Jawa dan Bali, Luhut Binsar Panjaitan menyebut label hitam ini diberikan agar mereka yang seharusnya melakukan isolasi, tidak berkeliaran di ruang publik.

"Pada minggu ini kita akan lakukan perubahan kategori warna pada Pedulilindungi, akan ditambahkan kategori warna hitam bagi orang yang teridentifikasi positif covid-19 atau kontak erat sehingga kita bisa lebih cepat dalam melakukan pencegahan terhadap penyebaran kasus," kata Luhut dalam jumpa pers virtual, Senin (30/8/2021).

Dia menjelaskan, nantinya saat orang check-in di ruang publik yang mewajibkan pemeriksaan status di Pedulilindungi akan ketahuan status kesehatan orang tersebut.

"Jika orang-orang (label hitam) ini masih memaksa melakukan aktivitas di ruang publik maka mereka akan langsung dievakuasi, evaluasi, atau dikarantina terpusat," jelasnya.

"Jangan sampai yang positif masih jalan-jalan di daerah publik yang bisa menularkan ke banyak orang," tegas Luhut.

Namun, jika indikator menunjukkan warna hijau, artinya pengunjung tersebut sudah divaksinasi dua kali dan boleh masuk ruang publik.

Indikator warna kuning, artinya pengunjung baru mendapat satu kali suntikan vaksin Covid-19, dan tetap boleh masuk.

Kalau indikator menunjukkan warna merah, berarti seseorang belum tervaksin dan diminta untuk tidak masuk ke ruang publik dulu.

Data per 29 Agustus 2021, total masyarakat yang di screening dengan Pedulilindungi telah mencapai 13,6 juta orang, 462 ribu orang dilarang masuk karena masih berwarna merah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Luhut Klaim Pandemi Covid-19 Sudah Turun 90 Persen dari Puncak Kedua

Luhut Klaim Pandemi Covid-19 Sudah Turun 90 Persen dari Puncak Kedua

News | Senin, 30 Agustus 2021 | 19:52 WIB

Perempuan Meninggal karena Peradangan Jantung di Selandia Baru, Terkait Vaksin Pfizer?

Perempuan Meninggal karena Peradangan Jantung di Selandia Baru, Terkait Vaksin Pfizer?

Health | Senin, 30 Agustus 2021 | 19:23 WIB

Update COVID-19 Jakarta 30 Agustus: Positif 341, Sembuh 830, Meninggal 9

Update COVID-19 Jakarta 30 Agustus: Positif 341, Sembuh 830, Meninggal 9

Jakarta | Senin, 30 Agustus 2021 | 19:19 WIB

Sekolah Kembali Buka, Dr Anthony Faucy Tekankan Pentingnya Vaksinasi Covid-19 untuk Anak

Sekolah Kembali Buka, Dr Anthony Faucy Tekankan Pentingnya Vaksinasi Covid-19 untuk Anak

Health | Senin, 30 Agustus 2021 | 19:16 WIB

Terkini

Tanggapi Isu Penistaan Agama yang Serang JK, Sudirman Said: Saksi Hidup Beliau Terlalu Banyak

Tanggapi Isu Penistaan Agama yang Serang JK, Sudirman Said: Saksi Hidup Beliau Terlalu Banyak

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:04 WIB

JK Gelar Tasyakuran Milad ke-84, Sudirman Said: Pikiran Beliau Masih Sangat Diperlukan Bangsa Ini

JK Gelar Tasyakuran Milad ke-84, Sudirman Said: Pikiran Beliau Masih Sangat Diperlukan Bangsa Ini

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 13:27 WIB

Prabowo di Nganjuk: Bung Karno Milik Seluruh Bangsa, Bukan Milik Satu Partai Saja

Prabowo di Nganjuk: Bung Karno Milik Seluruh Bangsa, Bukan Milik Satu Partai Saja

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:37 WIB

Tepis Isu RI Bakal 'Collapse', Prabowo: Rakyat di Desa Nggak Pakai Dolar, Indonesia Masih Oke!

Tepis Isu RI Bakal 'Collapse', Prabowo: Rakyat di Desa Nggak Pakai Dolar, Indonesia Masih Oke!

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:15 WIB

Prabowo: Kita Tidak Sombong, Tapi Indonesia Kini di Pihak yang Memberi Bantuan bagi Dunia

Prabowo: Kita Tidak Sombong, Tapi Indonesia Kini di Pihak yang Memberi Bantuan bagi Dunia

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:49 WIB

Canda Prabowo ke Jumhur Hidayat di Nganjuk: Dulu Bolak-balik Masuk Penjara, Sekarang Jadi Menteri

Canda Prabowo ke Jumhur Hidayat di Nganjuk: Dulu Bolak-balik Masuk Penjara, Sekarang Jadi Menteri

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:40 WIB

Kelakar Prabowo saat Cari Dony Oskaria di Nganjuk: Menteri Saya Banyak Masuk RS Karena Kerja Keras

Kelakar Prabowo saat Cari Dony Oskaria di Nganjuk: Menteri Saya Banyak Masuk RS Karena Kerja Keras

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:20 WIB

Tampang Pria Jepang yang Terlibat Kasus Prostitusi Anak, Bos Perusahaan Hiburan Ikut Terseret

Tampang Pria Jepang yang Terlibat Kasus Prostitusi Anak, Bos Perusahaan Hiburan Ikut Terseret

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:02 WIB

Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Ini Peristiwa Langka di Dunia

Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Ini Peristiwa Langka di Dunia

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:01 WIB

Probo Ajak Publik Dewasa Melihat Kritik Amien Rais

Probo Ajak Publik Dewasa Melihat Kritik Amien Rais

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:00 WIB