Siapa Ashin Wirathu? Biksu Rasis yang Dibebaskan Junta Militer Myanmar

Reza Gunadha, BBC

Selasa, 07 September 2021 | 17:16 WIB
Siapa Ashin Wirathu? Biksu Rasis yang Dibebaskan Junta Militer Myanmar
Biksu Wirathu. (AFP)

Suara.com - Biksu kontroversial yang dikenal karena pandangan politik ultra-kanannya, Ashin Wirathu, dibebaskan dari penjara oleh junta militer Myanmar.

Ashin Wirathu yang dikenal karena kerap melontarkan retorika nasionalis dan anti-muslim, sebelumnya dipenjara karena dituduh makar terhadap pemerintahan sipil Myanmar, yang dijungkalkan militer lewat kudeta Februari lalu.

Biksu yang selalu tampil menggebu-gebu di depan massa itu juga dikenal berpandangan pro-militer.

Dia lantas dijuluki 'Bin Laden-nya umat Buddha' karena selalu menyerang umat Muslim, terutama komunitas Rohingya, dalam pidato-pidatonya.

Wirathu sering muncul di pawai-pawai pro-militer dengan melontarkan pidato-pidato nasionalis dan mengritik pemimpin Myanmar saat itu, Aung San Suu Kyi, beserta pemerintahan bentukan Liga Nasional untuk Demokrasi yang dia pimpin.

Masalah bagi Wirathu baru muncul ketika ia menyerang Aung San Suu Kyi.

"Ia berpakaian seperti penggemar fesyen. Berdandan dan berjalan dengan gaya, pakai sepatu hak tinggi dan menggoyang pantatnya untuk orang asing," cetusnya, merujuk Suu Kyi, di depan pendukungnya yang bersorak sorai.

Bulan Mei lalu, Wirathu menuduh seorang anggota pemerintahan "tidur dengan orang asing".

Suu Kyi menikah dengan akademisi Inggris, Michael Aris, yang meninggal karena kanker di tahun 1999 saat ia berada dalam tahanan rumah rezim militer.

baca juga

Pada 2019, dia didakwa melancarkan "kebencian dan penghinaan" terhadap pemerintah sipil.

Wirathu lantas sempat buron, sebelum menyerahkan diri kepada pihak berwenang November 2020. Sejak saat itu dia menunggu untuk diadili.

Namun Senin kemarin junta militer mengatakan bahwa semua tuduhan terhadap dia sudah digugurkan, tanpa ada alasan yang spesifik.

Dijelaskan pula bahwa Wirathu sedang menjalani perawatan di rumah sakit militer. Namun tidak diketahui kondisi medisnya.

'Wajah teror'

Wirathu pertama kali muncul ke ranah publik pada tahun 2001 ketika memimpin kampanye boikot terhadap bisnis yang dimiliki oleh Muslim.

Dia pun dikenal salah satu tokoh terkemuka dari gerakan 969, yaitu gerakan nasionalis penganut Buddha yang menyerukan agar umat Buddha hanya berbelanja, menjual properti ,dan menikah di kalangan mereka saja.

Di puncak popularitasnya, Wirathu memiliki puluhan ribu pengikut secara daring yang menonton dia saat berkhotbah atau menghadiri pawai.

Wirathu dituduh telah memicu kekerasan atas kaum Muslim dan Rohingya di Myanmar.

Dia langsung mendapat sorotan publik secara luas atas khotbahnya pada 2012, ketika kekerasan maut pecah di negara bagian Rakhine antara umat Muslim, kebanyakan adalah etnis Rohingya, dan umat Buddha.

Setahun kemudian, majalah Time menaruh fotonya di sampul depan dengan judul utama: Inikah wajah teror umat Buddha?

"Saya disalahpahami dan diserang. Rasanya ada kelompok yang membayar media untuk menjelek-jelekkan saya. Tentu itu media daring yang dikendalikan oleh Muslim," katanya kepada BBC tahun 2013.

Ia digambarkan sebagai "Bin Laden-nya penganut Buddha" di sebuah film dokumenter tahun 2015.

Pada 2017 dia dilarang berkhotbah selama setahun oleh otoritas tertinggi rohaniwan Buddha di Myanmar dan pada 2018 Facebook menghapus laman Wirathu atas ujaran kebencian.

Sebagai negara berpenduduk sekitar 54 juta jiwa, Myanmar didominasi oleh umat Buddha.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AS Sebut Penanganan COVID-19 Myanmar Terhambat Junta Militer

AS Sebut Penanganan COVID-19 Myanmar Terhambat Junta Militer

Health | Kamis, 26 Agustus 2021 | 10:01 WIB

Aktivis Sebut Korban Tewas Kudeta Myanmar Tembus 1000 Orang

Aktivis Sebut Korban Tewas Kudeta Myanmar Tembus 1000 Orang

News | Rabu, 18 Agustus 2021 | 20:30 WIB

Sadis! Balita 1 Tahun Tewas Ditembak di Myanmar, Sang Ayah Luka-luka

Sadis! Balita 1 Tahun Tewas Ditembak di Myanmar, Sang Ayah Luka-luka

News | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 13:27 WIB

Dubes Myanmar di PPB Jadi Target Pembunuhan, Junta Militer Bantah Terlibat

Dubes Myanmar di PPB Jadi Target Pembunuhan, Junta Militer Bantah Terlibat

News | Selasa, 10 Agustus 2021 | 12:49 WIB

Pemimpin Junta Militer Myanmar Ulang Tahun, Rakyat Beri Kado Peti Mati

Pemimpin Junta Militer Myanmar Ulang Tahun, Rakyat Beri Kado Peti Mati

News | Minggu, 04 Juli 2021 | 18:47 WIB

PBB Desak Junta Militer Myanmar Segera Bebaskan Aung San Suu Kyi

PBB Desak Junta Militer Myanmar Segera Bebaskan Aung San Suu Kyi

News | Jum'at, 02 Juli 2021 | 08:52 WIB

Miris! Perempuan Myanmar Keguguran Usai Dipukuli Tentara Junta Militer

Miris! Perempuan Myanmar Keguguran Usai Dipukuli Tentara Junta Militer

News | Selasa, 22 Juni 2021 | 13:56 WIB

Berbulan-bulan Ditahan Junta Militer Myanmar, Jurnalis AS Akhirnya Dibebaskan

Berbulan-bulan Ditahan Junta Militer Myanmar, Jurnalis AS Akhirnya Dibebaskan

News | Selasa, 15 Juni 2021 | 07:39 WIB

Terkini

Prabowo Kumpulkan Menteri di Istana Bogor Malam Ini, Ada Apa?

Prabowo Kumpulkan Menteri di Istana Bogor Malam Ini, Ada Apa?

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:03 WIB

Penyelundupan Emas Rp13 Miliar di Bandara Lombok, Diduga Hasil Tambang Ilegal

Penyelundupan Emas Rp13 Miliar di Bandara Lombok, Diduga Hasil Tambang Ilegal

Bali | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Review Film Cidro Asmoro: Viral Semalam, Persahabatan Ikut Berubah Drastis

Review Film Cidro Asmoro: Viral Semalam, Persahabatan Ikut Berubah Drastis

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Daftar HP POCO Memori Besar 256 GB dan 512 GB Spek Gahar, Ini Harga Terbarunya

Daftar HP POCO Memori Besar 256 GB dan 512 GB Spek Gahar, Ini Harga Terbarunya

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Gerebek Apartemen Springwood Tangerang, Polisi Temukan Setengah Kilogram Lebih Tembakau Sintetis!

Gerebek Apartemen Springwood Tangerang, Polisi Temukan Setengah Kilogram Lebih Tembakau Sintetis!

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:56 WIB

Analis Nilai MSCI Belum Puas Reformasi Pasar Modal RI

Analis Nilai MSCI Belum Puas Reformasi Pasar Modal RI

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:55 WIB

Tim SAR Sisir Kalimalang hingga 1 Kilometer, Ramadhan Masih Belum Ditemukan

Tim SAR Sisir Kalimalang hingga 1 Kilometer, Ramadhan Masih Belum Ditemukan

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Review Aplikasi Iblis: Balas Dendam yang Gagal Menggali Kedalaman Emosi

Review Aplikasi Iblis: Balas Dendam yang Gagal Menggali Kedalaman Emosi

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Ketika Anak Takut Berangkat Sekolah, Siapa Bertanggung Jawab?

Ketika Anak Takut Berangkat Sekolah, Siapa Bertanggung Jawab?

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Kejari Batang Musnahkan 557 Barang Bukti, Kasus Narkoba dan Tawuran Pelajar Jadi Sorotan

Kejari Batang Musnahkan 557 Barang Bukti, Kasus Narkoba dan Tawuran Pelajar Jadi Sorotan

Jawa Tengah | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:44 WIB

×