Kepada Peserta yang Ikut Seleksi PNS, Kemendagri: Diharapkan Sesuai Panggilan Hidup

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Senin, 13 September 2021 | 19:04 WIB
Kepada Peserta yang Ikut Seleksi PNS, Kemendagri: Diharapkan Sesuai Panggilan Hidup
Ujian SKD Pengadaan PNS Kemendagri Tahun 2021, Jakarta, Senin (13/9/2021). (Dok: Kemendagri)

Suara.com - Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antar Lembaga, Sugeng Hariyono mengharapkan, para peserta yang mengikuti seleksi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kemendagri sesuai dengan passion dan panggilan hidup.

"Kita berharap, (pilihan ini) betul-betul sebagai passion adik-adik semua, (dan) panggilan hidup," ujar Sugeng, mewakili Sekretaris Jenderal Kemendagri saat membuka ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Pengadaan PNS Kemendagri Tahun 2021, di titik lokasi mandiri Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri, Senin (13/9/2021).

Sugeng mengimbau, agar para peserta yang nantinya berhasil menjadi PNS Kemendagri dapat bangga dalam menjalankan profesinya. Kebanggan tersebut harus diwujudkan dengan menunjukkan perilaku yang baik.

Terlebih, saat ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi telah meluncurkan Core Values "BerAKHLAK" dan Employer Branding Aparatur Sipil Negara (ASN) "Bangga Melayani Bangsa".

Di lain sisi, Sugeng meyakini, dengan proses yang baik, maka akan mendapatkan hasil terbaik. Karena itu, dirinya mengimbau para peserta untuk melakukan upaya terbaik, supaya mendapatkan hasil yang diinginkan.

Upaya tersebut dapat dilakukan dengan belajar, berdoa, dan memiliki komitmen moral yang kuat. Para peserta diharapkan dapat mengerjakan semua soal SKD secara maksimal.

"Tidak ada kebetulan, yang ada kesiapan yang betul-betul baik," terang Sugeng.

Dalam kesempatan tersebut, Sugeng juga berpesan, agar para peserta saling menghargai satu sama lain. Menurutnya, sistem seleksi ini telah dibangun secara adil dan jujur.

"(Antarpeserta) bukan kompetitor, bukan musuh, tetapi teman untuk menuju pada tujuan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panselnas Pengadaan PNS sekaligus Plt. Kepala Badan Kepegawaian Negara(BKN) Bima Haria Wibisana yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, menjadi Calon PNS (CPNS) mutlak berdasarkan upaya yang dilakukan masing-masing individu. Sistem seleksi CPNS dilakukan secara terbuka, mulai dari pendaftaran sampai pada tahap pengumuman. Dengan demikian, dia menekankan tidak ada yang bisa mengintervensi proses seleksi tersebut.

Selain itu, di hadapan para peserta, Bima menyampaikan rasa terima kasihnya karena telah memiliki keinginan untuk menjadi PNS. Negara ini, kata dia, membutuhkan banyak talenta dari para pemuda yang ingin berbakti pada nusa dan bangsa.

Menurutnya, PNS bukan hanya sekadar pekerjaan, tetapi profesi yang langsung mengabdi kepada bangsa dan negara. Dia menilai, tidak banyak profesi yang memiliki peran tersebut. Untuk itu, kata dia, PNS mesti memiliki integritas.

Bima pun mengharapkan para CPNS memiliki niat yang sungguh-sungguh untuk membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Para CPNS yang berhasil lulus, kata dia, harus selalu bangga dalam melayani masyarakat, dan memiliki empati kepada mereka.

"Niat itu harus Anda pegang terus sampai pensiun nanti, jangan Anda berubah," ujar Bima.

Sesuai jadwal, tahapan SKD di titik lokasi mandiri Kantor BPSDM Kemendagri akan dilaksanakan selama 10 hari, mulai tanggal 13 hingga 23 September mendatang dengan menerapkan protokol kesehatan. Secara teknis, rata-rata pelaksanaan SKD di Kantor BPSDM dibagi ke dalam tiga sesi setiap harinya, dengan diikuti maksimal sebanyak 150 orang per sesi. Adapun jumlah peserta yang akan mengikuti tahapan SKD di Kantor BPSDM Kemendagri yaitu sebanyak 3.915 orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mendagri Tegaskan Komitmennya untuk Pantau dan Evaluasi Pengelolaan Layanan Publik

Mendagri Tegaskan Komitmennya untuk Pantau dan Evaluasi Pengelolaan Layanan Publik

News | Kamis, 09 September 2021 | 16:47 WIB

Kemendagri dan Kementerian Kominfo Bakal Dilibatkan untuk Perkuat SP4N-LAPOR!

Kemendagri dan Kementerian Kominfo Bakal Dilibatkan untuk Perkuat SP4N-LAPOR!

News | Rabu, 08 September 2021 | 20:10 WIB

10 Kepala Daerah Ditegur Kemendagri, Segeralah Bayar Insentif Nakes

10 Kepala Daerah Ditegur Kemendagri, Segeralah Bayar Insentif Nakes

News | Selasa, 31 Agustus 2021 | 11:30 WIB

Antusias Warga Suku Baduy saat Perekaman KTP Elektronik

Antusias Warga Suku Baduy saat Perekaman KTP Elektronik

Video | Senin, 30 Agustus 2021 | 10:15 WIB

Jemput Bola, Kemendagri Buatkan KTP-el Bagi Masyarakat Adat Baduy

Jemput Bola, Kemendagri Buatkan KTP-el Bagi Masyarakat Adat Baduy

News | Minggu, 29 Agustus 2021 | 19:57 WIB

Perbaiki Tata Kelola Dana Otsus, Kemendagri Masih Godok Rancangan Peraturan Pemerintahnya

Perbaiki Tata Kelola Dana Otsus, Kemendagri Masih Godok Rancangan Peraturan Pemerintahnya

News | Jum'at, 27 Agustus 2021 | 20:10 WIB

Terkini

Kasus Amsal Sitepu: Saat Kreativitas Dinilai Rp0 dan Berujung Tuntutan 2 Tahun Penjara

Kasus Amsal Sitepu: Saat Kreativitas Dinilai Rp0 dan Berujung Tuntutan 2 Tahun Penjara

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:38 WIB

Prajurit TNI Gugur di Lebanon Bertambah, Ledakan Hantam Konvoi UNIFIL saat Misi Perdamaian

Prajurit TNI Gugur di Lebanon Bertambah, Ledakan Hantam Konvoi UNIFIL saat Misi Perdamaian

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:32 WIB

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Jenazah Praka Farizal Segera Dipulangkan ke Indonesia

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Jenazah Praka Farizal Segera Dipulangkan ke Indonesia

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 07:56 WIB

3 Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan Israel, Publik Menantikan Sikap Tegas Prabowo

3 Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan Israel, Publik Menantikan Sikap Tegas Prabowo

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 07:35 WIB

Sempat Viral Zebra Cross Hilang, Pemprov DKI Akhirnya Bikin 5 Titik di Tebet

Sempat Viral Zebra Cross Hilang, Pemprov DKI Akhirnya Bikin 5 Titik di Tebet

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 07:33 WIB

Pakar Pidana: Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Harus Diadili di Peradilan Umum

Pakar Pidana: Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Harus Diadili di Peradilan Umum

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 07:29 WIB

Kasus Amsal Sitepu Disorot DPR: Kriminalisasi terhadap Pekerja Kreatif adalah Keterbelakangan Hukum

Kasus Amsal Sitepu Disorot DPR: Kriminalisasi terhadap Pekerja Kreatif adalah Keterbelakangan Hukum

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 07:27 WIB

Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka

Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 00:33 WIB

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:53 WIB

PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader

PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:10 WIB