Soal Sinisme Banteng-Celeng Jelang Pilpres 2024, Bisa Picu PDIP Pecah?

Chandra Iswinarno, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 13 Oktober 2021 | 15:10 WIB
Soal Sinisme Banteng-Celeng Jelang Pilpres 2024, Bisa Picu PDIP Pecah?
Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto. [Instagram]

Suara.com - Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu sekaligus Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto kembali melontarkan pernyataan pedas. Dia menyatakan, kader PDIP yang mendeklarasikan calon presiden (capres) mendahului arahan Megawati Soekarnoputri telah keluar dari barisan. Bahkan, dia sampai melontarkan kata celeng atau babi hutan.

Hal itu menimbulkan tanda tanya hal itu apakah dengan kejadian tersebut muncul perpecahan di tengah internal PDIP. Menanggapi hal itu Analis Politik dari Voxpoll Center Pangi Syarwi Chaniago menilai, perpecahan di dalam partai atau adanya faksi adalah sebuah keniscayaan.

Pangi mengatakan, tidak mungkin kader partai di tingkat akar rumput selalu memiliki suara yang sama atau satu suara.

Logo barisan celeng pendukung Ganjar Pranowo. [Istimewa]
Logo barisan celeng pendukung Ganjar Pranowo. [Istimewa]

"Sebenarnya perpecahan itu, faksi itu sebuah keniscayaan dalam keniscayaan dalam politik. Semua satu suara, tidak ada perbedaan di tingkat akar rumput itu tidak mungkin di partai manapun. Apalagi ini soal capres kan mereka berbeda," kata Pangi kepada wartawan, Rabu (13/10/2021).

Ia menilai selama belum ada keputusan resmi dari DPP PDIP terutama dari ketua umum terkait dengan calon presiden, sah-sah saja jika kader mendukung figur yang dirasa cocok dimajukan.

"Artinya, silakan berkompetisi belum ada keputusan. Lain cerita kalau misalnya ketum dalam hal ini Bu Megawati sudah mendeklarasikan nama, misalnya Puan, tiba-tiba ada yang mendukung Ganjar, itu baru salah, ruang musyawarah mufakat sudah selesai, maka harus tegak lurus, harus disiplin tidak boleh berbeda suara lagi," tuturnya.

Lebih lanjut, Pangi mengatakan, suara-suara kader di akar rumput biarkan saja mengalir. Menurutnya, adanya suara tersebut tidak boleh dideskriditkan selama belum ada keputusan yang resmi.

"Kan Bu Mega sendiri memberikan ruang untuk memulai menunjukkan eksistensinya seperti bu Risma, Ganjar, Puan, silakan saja memompa elektabilitas tapi kan pada akhirnya yang akan memutuskan tetap ibu ketum. Nah kalau sudah ketok palu baru tidak boleh lagi ada suara yang berbeda. Sejauh ini apakah sudah diputuskan, kan belum. Kenapa kemudian dinamika suara yang di bawah ini harus didiskreditkan," tandasnya.

Sinisme Politik

baca juga

Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 sepertinya sudah mulai menghangat. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo lagi-lagi mendapatkan mendukung untuk mencalonkan diri menjadi calon presiden (capres).  

Namun demikian sinisme politik sudah mulai terjadi. Jika pada Pilpres 2014 lalu muncul istilah cebong vs kampret, kini menjelang pilpres 2024 muncul istilah baru, yaitu celeng vs banteng.

Perbedaannya, cebong vs kampret merujuk dua kubu berbeda yang sedang bersaing. Sementara celeng vs banteng muncul di tengah polemik internal PDIP yang mendorong Ganjar Pranowo maju menjadi presiden.

Menyadur dari Solopos.com, sebutan celeng hingga bebek muncul sebagai buntut deklarasi dukungan beberapa simpatisan PDIP kepada Ganjar Pranowo untuk maju sebagai capres pada Pilpres 2024.

Istilah ini muncul dari pernyataan Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto. Dia menyebut pendukung Ganjar bukan termasuk banteng, melainkan celeng.

Hal itu pun ditanggapi oleh para simpatisan, termasuk Wakil Ketua DPC PDIP Purworejo, Albertus Sumbogo, dengan perlawanan. Sebutan celeng justru membakar semangat mereka melakukan perlawanan untuk berjuang mempertahankan kebenaran nurani yang diyakini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kader PDIP Jadi Barisan Celeng Berjuang, Pangamat: Hanya Ganjar yang Bisa Meredam

Kader PDIP Jadi Barisan Celeng Berjuang, Pangamat: Hanya Ganjar yang Bisa Meredam

Jawa Tengah | Rabu, 13 Oktober 2021 | 11:08 WIB

Kader PDIP Pendukung Ganjar Disebut Celeng, Pengamat: Penghinaan, Manusia Itu Mulia

Kader PDIP Pendukung Ganjar Disebut Celeng, Pengamat: Penghinaan, Manusia Itu Mulia

Jawa Tengah | Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:21 WIB

Barisan Celeng Berjuang Bisa Picu Keretakan Internal PDIP, Pengamat: Simbol Perlawanan

Barisan Celeng Berjuang Bisa Picu Keretakan Internal PDIP, Pengamat: Simbol Perlawanan

Jawa Tengah | Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:26 WIB

Pembuat Slogan Barisan Celeng Berjuang Pendukung Ganjar Pranowo Berubah Sikap, Ada Apa?

Pembuat Slogan Barisan Celeng Berjuang Pendukung Ganjar Pranowo Berubah Sikap, Ada Apa?

Jawa Tengah | Rabu, 13 Oktober 2021 | 07:02 WIB

Terkini

Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat

Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:36 WIB

The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?

The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:30 WIB

NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT

NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:23 WIB

Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT

Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:16 WIB

Pekanbaru Cerah Berawan Hari Ini, Padang Hujan Intensitas Ringan

Pekanbaru Cerah Berawan Hari Ini, Padang Hujan Intensitas Ringan

Riau | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya

Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Detik-detik Pencuri Alat Tower Dikejar Warga Terobos Polres Dumai

Detik-detik Pencuri Alat Tower Dikejar Warga Terobos Polres Dumai

Riau | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:46 WIB

HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut

HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut

Tekno | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:40 WIB

Review Drama Kill It, Terbongkarnya Rahasia Panti Asuhan Hansol yang Kelam

Review Drama Kill It, Terbongkarnya Rahasia Panti Asuhan Hansol yang Kelam

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Tersembunyi di Hutan Rengasdengklok, Kisah Rumah Djiauw Kie Siong Jadi Bagian Sejarah Proklamasi

Tersembunyi di Hutan Rengasdengklok, Kisah Rumah Djiauw Kie Siong Jadi Bagian Sejarah Proklamasi

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:30 WIB

×