Kasus Veronica Koman: Teror terhadap Aktivis HAM Papua Terus Berulang

Siswanto | BBC | Suara.com

Selasa, 09 November 2021 | 10:12 WIB
Kasus Veronica Koman: Teror terhadap Aktivis HAM Papua Terus Berulang
BBC

Suara.com - Koalisi Masyarakat Sipil meminta pihak kepolisian mengusut tuntas aksi penyerangan terhadap aktivis Hak Asasi Manusia Papua Veronica Koman dan menangkap pelakunya.

Teror terhadap keluarga Veronica Koman itu termasuk satu dari puluhan kekerasan terhadap aktivis Papua dalam beberapa tahun terakhir.

Ketua Divisi Hukum Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Andi Muhammad Rezaldy mencatat sejak 2020 ada 31 peristiwa seperti teror, penyerangan, maupun intimidasi, yang dialami oleh para aktivis HAM di Papua.

Andi menilai peristiwa terus terjadi karena aparat tidak punya kemauan kuat untuk menyelesaikannya.

"Tidak adanya kemauan yang begitu kuat dari aparat kepolisian untuk melakukan pengungkapan atas peristiwa tersebut dan belum adanya mekanisme perlindungan secara hukum kepada para pembela hak asasi manusia itu sendiri," kata Andi.

Namun, Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Ahmad Ramadhan melalui pesan singkat kepada BBC News Indonesia mengatakan semua kasus akan ditangani jika terbukti memenuhi unsur pidana dan memiliki bukti awal yang cukup.

Baca juga:

Lembaga Bantuan Hukum  Jakarta selaku tim kuasa hukum pendamping keluarga Veronica Koman mengatakan Senin (08/11) ada tiga teror yang dialami keluarga Veronica dalam dua pekan terakhir.

Serangan pertama terjadi pada 24 Oktober. Kala itu rumah orang tua Veronica mendapat kiriman benda yang tiba-tiba terbakar. Benda yang digantung di pagar itu menyebabkan sebagian pagar rumah terbakar.

Kejadian kedua datang pada Minggu pagi pada 7 November. Tiba-tiba saja terjadi ledakan di rumah orang tua Veronica. Polisi belum bisa memastikan asal ledakan tersebut, tapi ledakan itu diduga kuat berasal dari petasan.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan serpihan kertas, plastik bekas cat warna merah, kabel, baterasi, dampai rekaman kamera pengawas.

Kepala Bagian Operasi Densus 88, Aswin Siregar, mengatakan benda yang meledak itu bukan bom maupun petasan karena berbeda dari yang biasa mereka temukan.

"Itu beda dengan yang biasa, yang ada dalam database kita tentang ciri-ciri explosive devices bahan peledak rakitan yang biasa dibuat kelompok yang lain," kata Aswin.

Serangan ketiga terjadi di rumah saudara Veronica. Kepala Advokasi dan pengacara LBH Jakarta Nelson Nikodemus Simamora mengatakan ada kiriman paket yang ditujukan untuk Veronica. Setelah dibuka, ternyata paket itu berisi bangkai ayam.

"Karena kita baru menerima, baru melihat ada ledakan di rumah bapaknya Vero, kita tidak berani. Kemudian kita minta agar polisi mendatangkan penjinak bahan peledak, ternyata isinya bangkai ayam," cerita Nelson.

Ia mengatakan paket itu juga dilengkapi pesan yang bertuliskan, "Barangsiapa yang menyembunyikan Veronica Koman, akan bernasib sama seperti bangkai ini."

Desak penuntasan kasus

Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Usman Hamid mengatakan ancaman yang terjadi kepada Veronica Koman dan keluarganya merupakan ancaman serius.

Serangan itu, kata Usman, dianggap sebagai serangan terhadap kerja seorang pengacara HAM yang seharusnya justru mendapat perlindungan negara.

"Kami menilai apa yang disampaikan Veronica adalah kerja-kerja yang sah, ekspresi-ekspresi yang sah, pendapat-pendapat yang dibenarkan bahkan dijamin oleh konstitusi Indonesia dan tentu harus mendapatkan perlindungan dari negara," kata Usman.

Baca juga:

Oleh sebab itu, para aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil mendesak kepolisian untuk menuntaskan kasus ini karena serangan ini tidak hanya menimbulkan trauma pada Veronica, melainkan juga pada keluarganya, bahkan meresahkan para tetangganya.

Padahal keluarganya tidak memiliki kaitan dengan aktivitas yang dilakukan oleh Veronica.

"Pihak kepolisian harus bisa memastikan melakukan penyelidikan dan penyidikan dalam peristiwa ini dan dilakukan secara baik dan benar. Jangan sampai ada terjadinya abuse of process dalam peristiwa penyidikan dan penyelidikan dalam peristiwa ini," kata Andi.

Nelson mengatakan pelaku juga harus diungkap karena jika tidak kejadian yang sama bisa terulang.

"Kalau ini tidak terungkap, dengan gampangnya nanti orang bisa melakukan hal yang sama."

Kekerasan terhadap aktivis HAM terus terulang

Kasus teror terhadap keluarga Veronica Koman hanya satu dari sekian banyak kekerasan terhadap aktivis pembela HAM Papua.

Anum Siregar, seorang pengacara Aliansi Demokrasi Papua, termasuk di antaranya.

Ia mengatakan pada 2014 lalu,dia ditikam orang tak dikenal saat masih menangani kasus di Wamena.

Waktu itu Anum sudah melaporkan kejadian yang dia alami ke polisi, tapi sampai sekarang Anum mengatakan kasus penikaman terhadap dirinya tidak diproses.

"Waktu itu dikatakan tidak ada saksi, atau dikatakan masih dalam pengembangan, atau misalnya kita lapornya di Polda Papua, kejadiannya di Wamena. Yang kami dengar hambatan-hambatan seperti itu, sehingga proses itu tidak jalan akhirnya," kata Anum.

Selain kasus terhadap dirinya, Anum juga menceritakan kasus teror pengrusakan yang terjadi pada jurnalis Victor Mambor dan Lucky Ireeuw.

Mobil Victor dirusak orang tak dikenal pada April lalu. Kemudian pada Agustus, mobil Lucky juga diserang orang tak dikenal. Anum mengatakan kasus mereka juga belum ada kejelasan.

Menurut Anum, kasus kekerasan terhadap aktivis pembela HAM terus terjadi karena selama ini aktivis dianggap sebagai musuh oleh negara.

"Saya melihat bahwa pemerintah, negara, tidak mau memperbaiki apa yang sudah disampaikan oleh pembela HAM, tidak mau mengubah kekerasan-kekerasan yang dilakukan oleh negara. Jadi dengan caranya adalah menutup orang yang bicara."

Jawaban polisi

BBC News Indonesia meminta konfirmasi kepada kepolisian Papua tentang kasus Anum yang tidak kunjung usai bahkan sampai tujuh tahun setelah kejadian.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat  Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal melalui pesan teks mengatakan akan mengecek kasus tersebut ke polres dan direktorat reserse kriminal.

"Saya cek di mana kasus ini ditangani, apa kendala-kendala dalam penanganan kasus tersebut," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Protes Ledakan Gaji DPR, Veronica Koman: Harusnya Gaji Mereka Diperkecil jika Niatnya Layani Rakyat!

Protes Ledakan Gaji DPR, Veronica Koman: Harusnya Gaji Mereka Diperkecil jika Niatnya Layani Rakyat!

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 16:56 WIB

Veronica Koman Kecam Anggaran Polri Naik: Kasus Diplomat Mandek, Malah Urus Bendera One Piece!

Veronica Koman Kecam Anggaran Polri Naik: Kasus Diplomat Mandek, Malah Urus Bendera One Piece!

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 09:10 WIB

Baru Jabat Menteri HAM Sudah Minta Dana Rp20 Triliun, Veronica Koman Semprot Pigai: Mau Buat Apa Lu Duit Segitu, Surem!

Baru Jabat Menteri HAM Sudah Minta Dana Rp20 Triliun, Veronica Koman Semprot Pigai: Mau Buat Apa Lu Duit Segitu, Surem!

News | Selasa, 22 Oktober 2024 | 14:26 WIB

Percaya Diri Ngaku Putra Mulyono, Netizen Tunggu Kaesang Pakai Rompi 'Pecinta Ketek'

Percaya Diri Ngaku Putra Mulyono, Netizen Tunggu Kaesang Pakai Rompi 'Pecinta Ketek'

Tekno | Kamis, 26 September 2024 | 12:30 WIB

Akun Fufufafa Diduga Gibran Komentar Rasis ke Warga Papua, Veronica Koman Murka!

Akun Fufufafa Diduga Gibran Komentar Rasis ke Warga Papua, Veronica Koman Murka!

News | Selasa, 10 September 2024 | 14:50 WIB

Akun Fufufafa Kembali Bikin Jengkel Netizen, Terciduk Buat Komentar Rasis

Akun Fufufafa Kembali Bikin Jengkel Netizen, Terciduk Buat Komentar Rasis

Entertainment | Selasa, 10 September 2024 | 11:00 WIB

Biaya Bahan Bakar Private Jet yang Diduga Dinaiki Kaesang Bikin Melongo, Setara Harga Rumah

Biaya Bahan Bakar Private Jet yang Diduga Dinaiki Kaesang Bikin Melongo, Setara Harga Rumah

Lifestyle | Sabtu, 24 Agustus 2024 | 13:59 WIB

Veronica Koman Sindir Bobby Nasution Jadi Tokoh Nasional: Cuma Mantu Jokowi dan Nepo Walkot!

Veronica Koman Sindir Bobby Nasution Jadi Tokoh Nasional: Cuma Mantu Jokowi dan Nepo Walkot!

News | Rabu, 06 Maret 2024 | 14:22 WIB

Profil Veronica Koman, Pengacara yang Kritik Prewedding Kaesang dan Erina Menggunakan Baju Papua

Profil Veronica Koman, Pengacara yang Kritik Prewedding Kaesang dan Erina Menggunakan Baju Papua

Entertainment | Rabu, 07 Desember 2022 | 10:06 WIB

Kaesang Diminta Pakai Koteka Imbas Foto Prewedding Baju Tradisional Papua, Veronica Koman: Asal-Asalan

Kaesang Diminta Pakai Koteka Imbas Foto Prewedding Baju Tradisional Papua, Veronica Koman: Asal-Asalan

Your Say | Selasa, 06 Desember 2022 | 14:58 WIB

Terkini

Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot

Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot

News | Kamis, 09 April 2026 | 23:08 WIB

Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir

Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir

News | Kamis, 09 April 2026 | 22:49 WIB

Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam

Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam

News | Kamis, 09 April 2026 | 22:49 WIB

DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global

DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global

News | Kamis, 09 April 2026 | 22:06 WIB

Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU

Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU

News | Kamis, 09 April 2026 | 21:51 WIB

Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai

Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai

News | Kamis, 09 April 2026 | 21:29 WIB

Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka

Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka

News | Kamis, 09 April 2026 | 21:19 WIB

Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral

Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral

News | Kamis, 09 April 2026 | 21:12 WIB

Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus

Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus

News | Kamis, 09 April 2026 | 21:07 WIB

PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya

PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya

News | Kamis, 09 April 2026 | 21:00 WIB