alexametrics

Server Email FBI Diretas, Kirim Spam Berisi Pesan Meresahkan

Reza Gunadha | Rima Suliastini
Server Email FBI Diretas, Kirim Spam Berisi Pesan Meresahkan
Ilustrasi FBI (Shutterstock)

Lebih dari 100.000 alamat dilaporkan menerima spam FBI setidaknya dalam dua gelombang.

Suara.com - Server email milik FBI telah diretas dan ribuan pesan spam dilaporkan bocor dan hingga kemarin, FBI mengatakan peretasan ini masih berlangsung.

Menyadur Engadget Minggu (14/11/2021), FBI sepertinya telah digunakan sebagai pion dalam pertarungan antara para peretas dan peneliti keamanan.

Menurut Bleeping Computer, FBI mengonfirmasi peretas menyusup ke server email mereka kemarin (13 November) untuk mengirim pesan palsu berisi klaim tentang pelanggaran data.

Email itu menyematkan serangan bohong pada Vinny Troia, pemimpin perusahaan keamanan web gelap NightLion dan Shadowbyte. Organisasi intelijen nirlaba Spamhaus dengan cepat menjelaskan pesan palsu tersebut.

Baca Juga: Bak Anggota FBI, Sir Alex Ferguson Mata-matai Pemainnya Sampai ke Restoran

Ilustrasi email (Shutterstock).
Ilustrasi spam. (Shutterstock).

Para penyerang menggunakan sistem FBI yang sah untuk melakukan serangan dengan menggunakan alamat email yang diambil dari database untuk American Registry for Internet Numbers (ARIN).

Lebih dari 100.000 alamat dilaporkan menerima email palsu setidaknya dalam dua gelombang.

Mereka meminta penerima email untuk melaporkan pesan ini ke Pusat Pengaduan Kejahatan Internet biro atau Badan Keamanan Cybersecurity dan Infrastruktur.

Troia mengatakan kepada Bleeping Computer bahwa pelaku mungkin terkait dengan "Pompomourin," sosok yang menyerang peneliti di masa lalu.

Perseteruan antara peretas dan komunitas keamanan bukanlah hal baru. Namun, mereka jarang menggunakan domain asli dari lembaga pemerintah seperti FBI.

Baca Juga: Aksi Emily Blunt Dalam Sicario, Jadi Agen FBI Berantas Gembong Narkoba

Pada bulan Maret, penyerang yang mengeksploitasi server Microsoft Exchange melibatkan jurnalis keamanan Brian Krebs menggunakan domain jahat.

Komentar