alexametrics

Joe Biden Dikecam karena Beli Pohon Natal Rp 2 Miliar di Tengah Inflasi

Reza Gunadha | Rima Suliastini
Joe Biden Dikecam karena Beli Pohon Natal Rp 2 Miliar di Tengah Inflasi
Ilustrasi pohon natal. (Shutterstock)

Harga ini bisa lebih mahal jika lampu Natalnya datang dengan nota USD 171 ribu atau Rp 2,5 miliar.

Suara.com - Drama seputar dekorasi dan pohon Natal seolah sudah jadi tradisi tahunan di Gedung Putih yang dimulai dari masa kepemimpinan Donald Trump.

Begitu juga dengan Natal tahun ini, Joe Biden dikecam karena beli pohon Natal seharga USD 139 ribu atau nyaris Rp 2 miliar. Harga ini bisa lebih mahal jika lampu Natalnya datang dengan nota USD 171 ribu atau Rp 2,5 miliar.

Tidak hanya itu, Gedung Putih juga dilaporkan menghabiskan USD 41.000 atau sekitar Rp 587 juta untuk dekorasi Natal gedung Eisenhower dan Jackson Place.

Menyadur Wion News Senin (29/11/2021), semua ini terjadi pada saat dunia menghadapi krisis rantai pasokan yang menyebabkan inflasi.

Baca Juga: Legislator Dorong BI Jaga Inflasi dan Stabilisasi Rupiah

Sebuah laporan TMZ mengungkap Perayaan Penerangan Pohon Natal Nasional akan mencakup penonton langsung dan pertunjukan oleh Patti LaBelle, Billy Porter, Chris Stapleton, dan lainnya.

Ibu Negara Jill Biden menyambut pohon Natal Gedung Putih, yang merupakan pohon cemara Fraser sepanjang 18,5 kaki. Pohon itu dibawa secara tradisional ke serambi utara dengan kereta kuda.

Fraser sepanjang 18,5 kaki sekarang berdiri tegak di Ruang Biru Gedung Putih.

Sementara itu, ada kekhawatiran tentang kelangkaan pohon plastik dan cemara hidup karena krisis rantai pasokan dan dampak krisis iklim.

Asosiasi Pohon Natal Amerika, dalam meyakinkan warga bahwa "Natal tidak akan dibatalkan."

Baca Juga: Inflasi AS Berdampak Komplikasi ke Negara Lain Termasuk Indonesia

"Terlepas dari ekspektasi permintaan konsumen yang serupa pada tahun 2021, industri pohon Natal dapat mengalami kekurangan baik pohon buatan maupun pohon hidup," katanya.

Peristiwa cuaca, termasuk kebakaran, kekeringan, dan gelombang panas telah mempengaruhi hasil panen pohon Natal secara langsung.

Beberapa petani di Oregon melaporkan bahwa mereka kehilangan hingga 90 persen dari hasil panen mereka tahun ini.

Komentar