Ayah di Irak Kehilangan Empat Anggota Keluarga Setelah Kapal Tenggelam

Siswanto, BBC

Kamis, 02 Desember 2021 | 17:01 WIB
Ayah di Irak Kehilangan Empat Anggota Keluarga Setelah Kapal Tenggelam
BBC

Suara.com - Terakhir kali Rizgar Hussein berbincang dengan putrinya, Hadia, adalah pada Selasa larut malam lalu dari Irak.

Hadia menelepon Rizgar dari wilayah utara Prancis, untuk memberi tahu bahwa dia bersama ibu, saudara perempuan dan saudara laki-lakinya akan naik kapal untuk menyeberang ke Inggris. Kemungkinan bahwa sebentar lagi mereka bisa sampai di Inggris membuat Hadia terdengar sangat senang.

Setelah perbincangan terakhir melalui telepon itu, Rizgar tidak mendapat kabar apa pun lagi dari keluarganya.

Esok harinya, Rizgar menonton berita di televisi mengenai 27 orang yang meninggal ketika mencoba menyeberang ke Inggris.

"Saat itu saya sedang menunggu kabar dari siapa saja. Saya hanya ingin tahu apakah mereka masih hidup atau tidak," kata Rizgar kepada BBC.

Rizgar merupakan satu dari sejumlah orang Kurdi Irak yang berupaya mencari tahu nasib anggota keluarga mereka sejak tragedi di Selat Inggris pada Rabu lalu.

Satu-satunya orang yang telah dikonfirmasi sebagai korban sejauh ini adalah Maryam Nuri Mohamed Amin, seorang perempuan Kurdi berusia 24 tahun yang berasal dari Irak bagian utara.

Terdapat empat anggota keluarga Rizgar yang berangkat ke Inggris dari Kurdi, yakni istrinya, Kajal Hussein, 45 tahun, putri sulungnya, Hadia, 22 tahun, kemudian putranya bernama Mobin, 16 tahun, serta putri bungsunya bernama Hesty, 7 tahun.

Rizgar sebenarnya tidak ingin keluarganya pergi ke Eropa, sebab dia terancam kehilangan pekerjaannya sebagai polisi apabila ikut bersama keluarganya dan rencana keberangkatan itu gagal.

Tetapi keluarga Rizgar bersikeras ingin mencoba pergi ke Inggris demi kehidupan yang lebih baik. Rizgar pun berjanji akan menyusul keluarganya apabila upaya itu berhasil.

"Mereka ingin pergi dari sini, semua orang menginginkan kehidupan yang baik, juga hati dan pikiran yang damai. Sedangkan di sini, tidak ada yang merasa baik-baik saja, coba saja tanyakan kepada siapa pun yang berusia tujuh hingga 80 tahun," kata Rizgar.

"Andai situasi di sini [Irak] baik-baik saja, orang tidak akan beremigrasi. Siapa yang mau pergi dengan cara seperti itu? Tidak ada," kata dia.

Istri dan ketiga anak Rizgar memulai perjalanan ke Eropa sekitar empat bulan yang lalu demi mengejar kehidupan yang lebih baik.

Mereka mulanya menempuh perjalanan ke Turki, sebelum menyelundup melalui jalur darat dan laut ke Italia. Mereka kemudian tinggal di sebuah kamp di Italia selama tiga minggu.

Setelah itu, keluarga Rizgar melanjutkan perjalanan menuju Prancis Utara dan tinggal di kamp lain. Rizgar biasanya menghubungi keluarganya beberapa kali setiap hari.

Mereka kemudian menghubungi penyelundup yang berjanji akan membawa mereka ke Inggris, namun upaya itu sempat tiga kali gagal.

Pada percobaan pertama, mereka ditangkap oleh polisi Prancis saat berangkat, kemudian pada percobaan kedua kapal yang mereka tumpangi kehabisan bahan bakar dan harus kembali ke pantai, sedangkan pada upaya ketiga motor kapal pecah dan mereka lagi-lagi dibawa kembali ke darat oleh polisi.

Setelah itu, pada Selasa lalu, Hadia menelepon ayahnya dan berkata, "'Ayah, dalam lima menit kami akan berangkat, semuanya sedang naik ke perahu'," kenang Rizgar. "Saya mengatakan, oke, berhati-hatilah."

Itu adalah momen terakhir Rizgar mendengar kabar dari putriya.

"Saya mencoba menelpon 100 kali tetapi tidak ada jawaban," tutur dia.

Esok harinya, Rizgar menyalakan televisi dan melihat bahwa 27 orang meninggal saat mencoba menyeberangi Selat Inggris.

Baca juga:

Rizgar belum mendapat informasi resmi terkait keluarganya dan berupaya mencari tahu melalui para jurnalis apakah ada informasi mengenai keluarganya.

"Saya tidak bisa berbuat apa-apa, saya tidak bisa makan dan tidur. Saya mulai merasa gila. Tidak ada yang bisa menenangkan saya," kata Rizgar.

Dia masih mengharapkan akan ada kabar baik terkait keluarganya.

"Saya tidak akan mempercayai apa pun sampai saya bisa mendengar suara mereka atau melihat foto terbaru mereka, saya tidak ingin mempercayai apa pun."

Ibu mertua Rizgar, Qardrya Amin, juga mengatakan bahwa dia tidak ingin putrinya, Kajal pergi dan melakukan perjalanan berbahaya ke Inggris bersama cucunya.

"Saya ingin mengatakan, 'Jangan pergi'. Saya menyampaikan jangan menyeberang, kamu bisa tenggelam," kata Qadrya.

Tetapi Kajal bersikeras ingin memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anak-anaknya dibandingkan yang mereka dapatkan di Irak, di mana makanan dan air sulit didapatkan. Kakak Kajal juga telah meninggalkan Irak dan sekarang berada di Yunani.

"Dia [Kajal] berkata: 'Saya seorang ibu dan anak-anak saya punya mimpi, hati saya bergelora untuk mereka. Mereka ingin pergi ke sana dan menyelesaikan pendidikan mereka'," kenang Qadrya.

Hadia bercita-cita menjadi seorang dokter di Inggris.

Qadrya mengaku hatinya hancur ketika mendengar kabar tragedi di Selat Inggris. Satu-satuya yang bisa dia lakukan saat ini adalah mendoakan putri dan cucu-cucunya.

"Mereka hanya berharap untuk kehidupan yang lebih baik," kata dia. "Semua orang tentu ingin anak-anak mereka memiliki kehidupan yang lebih baik."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos Baru Danantara dari WNA Tuai Polemik, Pakar: Yang Penting Kompeten, Bukan Paspor

Bos Baru Danantara dari WNA Tuai Polemik, Pakar: Yang Penting Kompeten, Bukan Paspor

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:15 WIB

Sisi Gelap Label Introvert yang Bikin Generasi Sekarang Makin Egois

Sisi Gelap Label Introvert yang Bikin Generasi Sekarang Makin Egois

Your Say | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:58 WIB

Saat Perempuan Begadang Demi Piala Dunia 2026, Apa yang Salah?

Saat Perempuan Begadang Demi Piala Dunia 2026, Apa yang Salah?

Your Say | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:57 WIB

[FULL VIDEO] BEM Bersatu Tuding Tiyo Ardianto Punya Kedekatan dengan Aktor Politik Tertentu

[FULL VIDEO] BEM Bersatu Tuding Tiyo Ardianto Punya Kedekatan dengan Aktor Politik Tertentu

Video | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:56 WIB

Lionel Messi Hattrick, Cristiano Ronaldo Quattrick ke Gawang Kongo?

Lionel Messi Hattrick, Cristiano Ronaldo Quattrick ke Gawang Kongo?

Bola | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:55 WIB

Respons Ultimatum Mahasiswa, Wapres Gibran Janji Sikat Korupsi di Program MBG!

Respons Ultimatum Mahasiswa, Wapres Gibran Janji Sikat Korupsi di Program MBG!

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:55 WIB

Harga Pertamax Cs Berpotensi Turun, ESDM Beri Kabar Baik untuk Kantong Masyarakat

Harga Pertamax Cs Berpotensi Turun, ESDM Beri Kabar Baik untuk Kantong Masyarakat

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:51 WIB

Bea Cukai Ungkap BYD & Wuling Biang Kerok 10.000 Kontainer Menumpuk di Tanjung Priok

Bea Cukai Ungkap BYD & Wuling Biang Kerok 10.000 Kontainer Menumpuk di Tanjung Priok

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:47 WIB

90 Juta Produk UMKM RI Laku di Luar Negeri, Ternyata Ini Rahasianya

90 Juta Produk UMKM RI Laku di Luar Negeri, Ternyata Ini Rahasianya

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:46 WIB

ACSET Divonis Denda Rp 350 Juta dalam Kasus MBZ

ACSET Divonis Denda Rp 350 Juta dalam Kasus MBZ

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:41 WIB

Terkini

Murid Sekolah Rakyat Lampaui Target, Kemensos Ajukan Tambahan Anggaran hingga Rp8 Triliun

Murid Sekolah Rakyat Lampaui Target, Kemensos Ajukan Tambahan Anggaran hingga Rp8 Triliun

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 20:35 WIB

Pigai Minta Tambahan Rp492,9 Miliar untuk Kementerian HAM, DPR Hanya Setujui Rp224,9 Miliar

Pigai Minta Tambahan Rp492,9 Miliar untuk Kementerian HAM, DPR Hanya Setujui Rp224,9 Miliar

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 20:19 WIB

Siapkan Dana Pendidikan Anak Tanpa Cemas, BRI Multiguna Tawarkan Pembiayaan Fleksibel

Siapkan Dana Pendidikan Anak Tanpa Cemas, BRI Multiguna Tawarkan Pembiayaan Fleksibel

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 20:04 WIB

Kadistamhut DKI: Pungli di Pemakaman Jakarta Libatkan RT Hingga RW

Kadistamhut DKI: Pungli di Pemakaman Jakarta Libatkan RT Hingga RW

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 20:02 WIB

Jaminan Sosial PRT Dinilai Masih Lemah, UU PPRT Dikhawatirkan Hanya Jadi Aturan di Atas Kertas

Jaminan Sosial PRT Dinilai Masih Lemah, UU PPRT Dikhawatirkan Hanya Jadi Aturan di Atas Kertas

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 19:57 WIB

Sindikat Perdagangan Daging Kucing Digulung, Ratusan Anabul Berhasil Diselamatkan

Sindikat Perdagangan Daging Kucing Digulung, Ratusan Anabul Berhasil Diselamatkan

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 19:54 WIB

Rekayasa Lalu Lintas Kalibata Kamis Pagi, Hindari Jalan Ini Mulai Pukul 08.00 WIB

Rekayasa Lalu Lintas Kalibata Kamis Pagi, Hindari Jalan Ini Mulai Pukul 08.00 WIB

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 19:51 WIB

Antrean Haji 26 Tahun Masih Kelamaan, Prabowo Perintahkan Pangkas Lagi!

Antrean Haji 26 Tahun Masih Kelamaan, Prabowo Perintahkan Pangkas Lagi!

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 19:46 WIB

Dana Pribadi Prabowo untuk Urusan Negara: Indonesia Demokrasi atau Monarki?

Dana Pribadi Prabowo untuk Urusan Negara: Indonesia Demokrasi atau Monarki?

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42 WIB

Era Jokowi 'Main Halus', Zaman Prabowo 'Lebih Keras': Pakar Kuliti Bedanya

Era Jokowi 'Main Halus', Zaman Prabowo 'Lebih Keras': Pakar Kuliti Bedanya

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 19:39 WIB