Kontroversi Risma Paksa Anak Tuli Bicara

Siswanto, Ria Rizki Nirmala Sari

Sabtu, 04 Desember 2021 | 10:55 WIB
Kontroversi Risma Paksa Anak Tuli Bicara
Mensos Tri Rismaharini dan anak disabilitas. (Dok: Kemensos)

Suara.com - Tindakan Menteri Sosial Tri Rismaharini memaksa anak tuli belajar bicara menjadi polemik.

Risma dikiritik oleh sejumlah kalangan karena tindakannya, tetapi Risma juga memiliki argumentasi. 

Pendiri FeminisThemis, Nissi Taruli Felicia, menyebut argumentasi Risma memaksa anak tuli bicara untuk melindungi diri sendiri, terutama agar tidak menjadi korban kekerasan seksual, "sama sekali tidak ada hubungannya."

Hal itu dikatakan Nissi dalam acara konferensi pers Koalisi Organisasi Penyandang Disabilitas Anti Audism, Jumat (3/12/2021).

"Mau tuli dipaksa berteriak dan bersuara pun tidak akan bisa dalam situasi yang tidak menyenangkan karena tonic immobility yang saya sebutkan tadi." 

"Sehingga pernyataan Bu Risma tentang melindungi diri tidak ada hubungannya."

Tapi Risma berpegang pada prinsip bahwa Tuhan memberikan anugerah mata, telinga, dan mulut untuk membantu manusia melindungi diri sendiri.

Itu sebabnya, dia ingin anak tuli belajar bicara agar mampu melindungi diri, terutama dikala terancam.

Dia tidak ingin pengalaman ketika masih menjabat sebagai wali kota Surabaya terulang lagi. Ketika itu, Risma pernah menemukan sejumlah kasus yang dialami orang tuli. Ada yang menjadi korban perkosaan dan korban banjir.

baca juga

"Itu yang saya sedih kenapa saya mengajarkan. Minimal dia bisa bilang tolong," tutur Risma di kantor Kementerian Sosial, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Kamis (2/12/2021).

"Saya nggak maksa. Untuk apa saya maksa. Tidak ada niat apapun dari saya. Sedih saya terus terang," ujarnya.

Dikritik tunarungu

Video tindakan Risma dalam acara peringatan Hari Disabilitas Internasional yang diselenggarakan Kementerian Sosial pada Rabu (3/12/2021) terekam kamera dan dapat dilihat melalui YouTube.

Dalam video itu, seorang tunarungu bernama Stefanus dari Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia menanggapi tindakan Risma.

Dia bicara dalam bahasa isyarat dan jika diartikan dia mengatakan:

"Ibu. mohon maaf, saya mau berbicara dengan ibu sebelumnya. Bahwasanya anak tuli itu memang menggunakan alat bantu dengar, tapi tidak untuk kemudian dipaksa bicara. Tadi saya sangat kaget ketika ibu memberikan pernyataan. Mohon maaf, bu, apa saya salah?" kata Stefanus.

"Nggak, nggak," Risma menjawab ketika itu.

"Saya ingin menyampaikan bahwasanya bahasa isyarat itu penting bagi kami, bahasa isyarat itu adalah seperti mata bagi kami, mungkin seperti alat bantu dengar. Kalau alat bantu dengar itu bisa mendengarkan suara, tapi kalau suaranya tidak jelas itu tidak akan bisa terdengar juga," kata Stefanus.

Kepada Stefan, Risma menjelaskan alasannya mengapa memaksa anak tuli bicara.

"Stefan, ibu tidak mengurangi bahasa isyarat, tapi kamu tahu Tuhan itu memberikan mulut, memberikan telinga, memberikan mata kepada kita. Yang ingin ibu ajarkan kepada kalian terutama anak-anak yang dia menggunakan alat bantu dengar sebetulnya tidak mesti dia bisa, sebetulnya tidak mesti bisu," ujar Risma.

"Jadi karena itu kenapa ibu paksa kalian untuk bicara? Ibu paksa memang, supaya kita bisa memaksimalkan pemberian Tuhan kepada kita, mulut, mata, telinga. Jadi ibu tidak melarang menggunakan bahasa isyarat, tapi kalau kamu bisa bicara maka itu akan lebih baik lagi," kata Risma.

Risma terinspirasi sosok Angkie Yudistia yang merupakan penyandang disabilitas tunarungu dan saat ini menjadi Staf Khusus Presiden Joko Widodo.

Risma mengatakan Angkie giat berlatih berbicara hingga mencapai hasil yang memuaskan.

Tapi tindakan Risma telah mengecewakan bagi orangtua anak tuli yang disuruh teriak.

Iies Arum Wardhani, ibu dari anak tuli itu. Ies dan anaknya hari itu diundang kementerian untuk menghadiri peringatan Hari Disabilitas Internasional.

Ketika berangkat dari rumah, dia berharap acara berlangsung hangat dan memanusiakan anak-anak disabilitas.

Awalnya, Lies bangga bisa hadir dan melihat anaknya tampil di acara.

"Awalnya ada penyerahan alat bantu dengar. Itu kemudian didorong (berbicara), ‘Ayo kamu berkata hore," kata Iies dalam acara konferensi pers Koalisi Organisasi Penyandang Disabilitas Anti Audism, Jumat (3/12/2021).

"Ketika itu, beliau (Risma) mengatakan, ‘Ayo berteriak seperti ini’. Itu benar-benar sangat menyakiti hati saya." 

Iies berkata mengajarkan anak-anak tunarungu mendengar bukan sebatas dipasang alat bantu dengar saja.

"Anak-anak ini tidak hanya untuk berteriak saja. Anak-anak ini butuh informasi, pengetahuan yang mereka dapatkan dari bahasa isyarat, salah satunya, ya."

Video yang merekam tindakan risma pun ramai di linimaya. Beragam komentar bernada negatif maupun positif disampaikan warganet.

Koalisi Organisasi Penyandang Disabilitas Anti Audism meminta Risma meminta maaf atas tindakannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Hasna dan Hasni, Kembar Tunarungu yang Resmi Direkrut Retail Ternama

Viral Hasna dan Hasni, Kembar Tunarungu yang Resmi Direkrut Retail Ternama

Entertainment | Jum'at, 27 Februari 2026 | 08:14 WIB

Di Tengah Sunyi, Santri Tuli Ini Menghafal Al Quran dan Bermimpi Jadi Ustaz Dunia

Di Tengah Sunyi, Santri Tuli Ini Menghafal Al Quran dan Bermimpi Jadi Ustaz Dunia

News | Jum'at, 20 Februari 2026 | 15:15 WIB

Risma Apresiasi Sopir Ambulans dan Relawan Bencana: Bekerja Tanpa Libur, Tanpa Pamrih

Risma Apresiasi Sopir Ambulans dan Relawan Bencana: Bekerja Tanpa Libur, Tanpa Pamrih

News | Minggu, 21 Desember 2025 | 08:00 WIB

Eks Mensos Tekankan Pentingnya Kearifan Lokal Hadapi Bencana, Belajar dari Simeulue hingga Sumbar

Eks Mensos Tekankan Pentingnya Kearifan Lokal Hadapi Bencana, Belajar dari Simeulue hingga Sumbar

News | Jum'at, 19 Desember 2025 | 13:30 WIB

Marlee Matlin, Aktris Tunarungu yang Inspiratif dalam 'Not Alone Anymore'

Marlee Matlin, Aktris Tunarungu yang Inspiratif dalam 'Not Alone Anymore'

Your Say | Rabu, 02 Juli 2025 | 11:31 WIB

Inspiratif! Pesantren Kilat Ajarkan Tuli Membaca Alquran dengan Isyarat Tangan

Inspiratif! Pesantren Kilat Ajarkan Tuli Membaca Alquran dengan Isyarat Tangan

Video | Kamis, 06 Maret 2025 | 17:45 WIB

Risma-Gus Hans Resmi Ajukan Gugatan Sengketa Pilkada Jatim ke MK

Risma-Gus Hans Resmi Ajukan Gugatan Sengketa Pilkada Jatim ke MK

Kotak Suara | Rabu, 11 Desember 2024 | 23:31 WIB

Tri Rismaharini Sebut Akan Tekan Anak Buah Ketika Menerima Penghargaan Agar Tak Puas Diri

Tri Rismaharini Sebut Akan Tekan Anak Buah Ketika Menerima Penghargaan Agar Tak Puas Diri

News | Rabu, 27 November 2024 | 11:30 WIB

Yuk, Kenalan dengan Big Ocean: Grup K-pop Pertama yang Anggotanya Tunarungu

Yuk, Kenalan dengan Big Ocean: Grup K-pop Pertama yang Anggotanya Tunarungu

Your Say | Selasa, 19 November 2024 | 17:41 WIB

Pilkada Jatim 2024: Emil Dardak Ungkap Keunggulan Khofifah Dibanding Risma-Luluk

Pilkada Jatim 2024: Emil Dardak Ungkap Keunggulan Khofifah Dibanding Risma-Luluk

Video | Rabu, 16 Oktober 2024 | 11:00 WIB

Terkini

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Jabar | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:39 WIB

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:37 WIB

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:35 WIB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:29 WIB

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:28 WIB

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Entertainment | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:13 WIB

Newcastle Turunkan Harga, Arsenal Semakin Dekat Dapatkan Bruno Guimaraes

Newcastle Turunkan Harga, Arsenal Semakin Dekat Dapatkan Bruno Guimaraes

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:06 WIB

×