Korea Selatan Kembali Ambruk Dihantam Varian Delta, Rumah Sakit Kewalahan

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Rabu, 15 Desember 2021 | 10:30 WIB
Korea Selatan Kembali Ambruk Dihantam Varian Delta, Rumah Sakit Kewalahan
Ilustrasi virus corona di Korea Selatan. [Ed Jones/AFP]

Suara.com - Sebanyak 94 pasien COVID-19 meninggal di Korea Selatan dalam waktu 24 jam terakhir, dengan rekor 906 orang masih dalam kondisi serius atau kritis.

Menyadur NY Daily News Rabu (15/12/2021) Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea menyoroti pelonggaran selama bulan November yang diklaim mengakibatkan lonjakan drastis ini.

Negara ini juga mencatat 5.567 kasus baru yang merupakan angka tertinggi yang pernah ada pada hari Selasa.

Ilustrasi Covid-19 (Elements Envato)
Ilustrasi Covid-19 (Elements Envato)

Sekitar 86% dari unit perawatan intensif yang sudah disisihkan untuk pasien virus ditempati saat ini, kata pejabat senior Kementerian Kesehatan Park Hyang.

Hampir 1.500 pasien menunggu untuk diberikan tempat tidur di rumah sakit atau tempat penampungan untuk perawatan, yang mengakibatkan 17 kematian pekan lalu.

Meskipun Korea Selatan membanggakan tingkat vaksinasi yang luar biasa, dengan 81% populasinya sepenuhnya diinokulasi melawan penyakit ini, hanya 13% yang telah menerima dosis booster mereka.

Minggu ini, negara tersebut akan mempersingkat masa tunggu antara dosis dari empat atau lima bulan menjadi tiga bulan untuk memberikan booster lebih cepat.

Peningkatan terbesar untuk rawat inap terlihat pada pasien berusia 60 tahun ke atas, yang tidak divaksinasi, atau mereka yang kekebalan pasca-vaksinnya mulai melemah.

Ilustrasi COVID-19 (pixabay.com)
Ilustrasi COVID-19 (pixabay.com)

"Yang benar-benar kami butuhkan sekarang adalah penghentian mendesak untuk memungkinkan sistem medis kami memulihkan kemampuannya untuk merespons [virus]," kata koalisi kelompok dokter Senin dalam sebuah pernyataan.

baca juga

“Kami menyatakan keprihatinan mendalam bahwa akan ada kemungkinan besar kematian serius jika [pemerintah] gagal menggunakan langkah-langkah yang lebih kuat untuk membalikkan krisis sebelum terlambat.”

Para ahli melihat lonjakan ini sebagai peringatan, karena sebelumnya hanya melaporkan sekitar 2.000 infeksi setiap hari pada awal November jadi sekitar 6.000 kasus harian baru setelah langkah-langkah jarak sosial dilonggarkan.

Tiga hari berturut-turut minggu lalu melihat lebih dari 7.000 kasus baru dilaporkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Sampai 24 Jam, China Deteksi Dua Kasus Omicron

Tak Sampai 24 Jam, China Deteksi Dua Kasus Omicron

News | Rabu, 15 Desember 2021 | 09:19 WIB

Cara Melihat Sertifikat Vaksin Lewat Web, Aplikasi, WhatsApp Hingga SMS

Cara Melihat Sertifikat Vaksin Lewat Web, Aplikasi, WhatsApp Hingga SMS

Banten | Rabu, 15 Desember 2021 | 07:45 WIB

Menkes Sebut Omicron Adalah Bukti Ketidakadilan Vaksin yang Tidak Ada Gunanya

Menkes Sebut Omicron Adalah Bukti Ketidakadilan Vaksin yang Tidak Ada Gunanya

Banten | Rabu, 15 Desember 2021 | 07:55 WIB

Terkini

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:18 WIB

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:12 WIB