Suhu Tertinggi Arktika Kutub Utara Lebih Panas dari Jakarta dan Surabaya

Siswanto, BBC

Rabu, 15 Desember 2021 | 19:09 WIB
Suhu Tertinggi Arktika Kutub Utara Lebih Panas dari Jakarta dan Surabaya
BBC

Suara.com - Suhu tertinggi Arktika di kawasan Kutub Utara yang mencapai 38 derajat Celsius telah memecahkan rekor sekaligus menggaungkan "bel peringatan" mengenai perubahan iklim Bumi.

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memverifikasi rekor ini pada Selasa (14/12), dengan merujuk pada catatan suhu di Kota Verkhoyansk, Siberia, Rusia, pada 20 Juni 2020.

Catatan suhu itu 18 derajat Celsius lebih tinggi dari rata-rata temperatur maksimum di kawasan tersebut pada periode Juni.

WMO, yang bernaung di bawah PBB, mengatakan panas ekstrem ini "lebih pas dengan kawasan Mediterania ketimbang Arktika".

Ini adalah pertama kali organisasi itu memasukkan kawasan Lingkar Arktika dalam arsip laporan cuaca ekstrem.

Baca juga:

WMO mengatakan temperatur 38 derajat Celsius diukur di stasiun meteorologi saat "gelombang panas Siberia yang luar biasa dan berkepanjangan".

Sebagai gambaran, suhu 38 derajat Celsius lebih tinggi dari suhu di Jakarta dan Surabaya pada Juni 2021 lalu dan pada Rabu (15/12)berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Pada tahun lalu, gelombang panas ekstrem di kawasan Siberia berkontribusi pada kebakaran hutan yang menyebar di hutan dan lahan gambut belahan utara Rusia. Rangkaian kebakaran itu melepaskan karbon dalam jumlah yang mencatat rekor.

baca juga

Suhu tinggi dan angin kencang menambah parah rangkaian kebakaran tersebut.

Dampak suhu tinggi di Siberia juga menyebabkan "hilangnya es laut yang masif" serta menyebabkan 2020 sebagai satu dari tiga tahun terhangat, menurut WMO.

Lembaga itu mengatakan, verifikasi pada catatan suhu Verkhoyansk menyoroti betapa temperatur meningkat di kawasan yang iklimnya sangat penting bagi dunia.

"Rekor baru Arktika ini adalah satu dari serangkaian pemantauan yang dilaporkan WMO pada arsip Iklim dan Cuaca Ekstrem. Ini membunyikan bel peringatan pada iklim kita yang berubah," kata Sekretaris Jenderal WMO, Petteri Taalas.

Taalas mengemukakan kepada BBC, melelehnya es dan salju di kawasan Arktika bagian Rusia meningkatkan pemanasan.

"Hal ini banyak disebabkan perubahan elemen radiasi tanah dan lautan..begitu kita punya tutupan salju, elemen radiasi permukaan sangat berbeda dari tanah hitam atau lautan terbuka," jelasnya.

Baca juga:

Menurut WMO, Lingkar Arktika telah dimasukkan dalam arsip Cuaca dan Iklim Ekstrem Dunia pada kategori baru, yakni suhu tinggi di kawasan tersebut.

Arktika adalah salah satu kawasan yang paling cepat memanas di dunia. Pemanasan di kawasan itu lebih dari dua kali lipat dari rata-rata dunia, sebut WMO.

Akibatnya, permafrost yang membeku permanen di bawah tanah mulai meleleh.

Para ilmuwan tersentak dengan kondisi ini karena ketika permafrost meleleh, karbondioksida dan metana yang sebelumnya terkunci di bawah tanah menjadi terlepas ke udara.

Gas-gas rumah kaca ini bisa menyebabkan pemanasan lebih lanjut dan jika terus terjadi menciptakan lingkaran setan.

Suhu yang tinggi juga menyebabkan daratan es di Arktika meleleh lebih cepat sehingga permukaan air laut meningkat.

Aktivitas manusia berkontribusi pada peningkatan suu dunia dan perubahan iklim kini mengancam setiap aspek dari kehidupan manusia.

Jika dibiarkan, manusia dan alam akan dilanda pemanasan berskala bencana yang ditandai dengan semakin parahnya kekeringan, kian meningkatnya permukaan air laut, dan kepunahan spesies dalam jumlah besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Teknologi Mikroalga Diklaim Serap Karbon Setara 110 Pohon, Bagaimana Cara Kerjanya?

Teknologi Mikroalga Diklaim Serap Karbon Setara 110 Pohon, Bagaimana Cara Kerjanya?

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:14 WIB

Perubahan Iklim Bisa Bikin Penyakit yang Ditularkan Nyamuk Makin Sulit Dikendalikan

Perubahan Iklim Bisa Bikin Penyakit yang Ditularkan Nyamuk Makin Sulit Dikendalikan

Health | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:12 WIB

Bencana Semakin Intens, Bagaimana Negara Cegah Krisis Pangan?

Bencana Semakin Intens, Bagaimana Negara Cegah Krisis Pangan?

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Studi Ungkap Emosi soal Perubahan Iklim Tak Otomatis Ubah Perilaku, Mengapa?

Studi Ungkap Emosi soal Perubahan Iklim Tak Otomatis Ubah Perilaku, Mengapa?

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 13:30 WIB

Salju Abadi Terakhir di Papua Terus Menyusut, Kini Tinggal 2 Persen dari Luas 1988

Salju Abadi Terakhir di Papua Terus Menyusut, Kini Tinggal 2 Persen dari Luas 1988

News | Jum'at, 18 September 2026 | 11:30 WIB

Media Eropa Gambarkan Kengerian Krakatau Meletus: Tahun 1883 Bikin Dunia Dingin, 2018 Tsunami

Media Eropa Gambarkan Kengerian Krakatau Meletus: Tahun 1883 Bikin Dunia Dingin, 2018 Tsunami

News | Selasa, 08 September 2026 | 10:22 WIB

Paradoks Nepal, Emisi Karbon Rendah Tapi Jadi Korban Perubahan Iklim

Paradoks Nepal, Emisi Karbon Rendah Tapi Jadi Korban Perubahan Iklim

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Banjir Bandang Nepal: Penjelasan Runtuhan Gletser, Benarkah Dampak Nyata Perubahan Iklim?

Banjir Bandang Nepal: Penjelasan Runtuhan Gletser, Benarkah Dampak Nyata Perubahan Iklim?

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:12 WIB

Terkini

Bukan Tablet Biasa! iQOO Pad Pro Andalkan Layar OLED 165Hz dan Kipas Pendingin Aktif

Bukan Tablet Biasa! iQOO Pad Pro Andalkan Layar OLED 165Hz dan Kipas Pendingin Aktif

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Diduga Microsleep, Sopir Truk Tangki Meninggal Dunia usai Tabrak Trailer di Tol Cibitung-Cilincing

Diduga Microsleep, Sopir Truk Tangki Meninggal Dunia usai Tabrak Trailer di Tol Cibitung-Cilincing

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Drama Korea Good Partner 2 Rilis Poster Perdana, Jang Nara Cari Rekan Baru

Drama Korea Good Partner 2 Rilis Poster Perdana, Jang Nara Cari Rekan Baru

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:25 WIB

5 Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Kuliah Teknik Informatika

5 Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Kuliah Teknik Informatika

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Potensi BYD Racco Ancam Pasar Mobil Listrik Indonesia dengan Jarak Tempuh 320 KM

Potensi BYD Racco Ancam Pasar Mobil Listrik Indonesia dengan Jarak Tempuh 320 KM

Otomotif | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Asing Jual Saham Rp8,13 Triliun di Sesi I, BBCA Paling Banyak Dilepas

Asing Jual Saham Rp8,13 Triliun di Sesi I, BBCA Paling Banyak Dilepas

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:24 WIB

Kepala BPK Jateng Ikut Terjaring OTT Bupati Klaten, KPK Sita Rp1 Miliar

Kepala BPK Jateng Ikut Terjaring OTT Bupati Klaten, KPK Sita Rp1 Miliar

Jawa Tengah | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:21 WIB

5 HP 3 Jutaan dengan Chipset Gahar untuk Gaming

5 HP 3 Jutaan dengan Chipset Gahar untuk Gaming

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Peluang Shayne Pattynama Tampil Lawan Persita Masih Misterius, Ini Kata Shin Tae-yong

Peluang Shayne Pattynama Tampil Lawan Persita Masih Misterius, Ini Kata Shin Tae-yong

Bola | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:17 WIB

Gaji Pas-pasan, Hiburan Kelas Sultan: Mengapa Gen Z Mengejar Konser Mahal?

Gaji Pas-pasan, Hiburan Kelas Sultan: Mengapa Gen Z Mengejar Konser Mahal?

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:15 WIB

×