Polisi Pastikan Purnawirawan Polri Meninggal di Jaksel Akibat Serangan Jantung

Dwi Bowo Raharjo, Muhammad Yasir

Rabu, 05 Januari 2022 | 15:22 WIB
Polisi Pastikan Purnawirawan Polri Meninggal di Jaksel Akibat Serangan Jantung
Purnawirawan Polri berinisial Aiptu MM (64) ditemukan tewas di depan Kantor Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan, Jalan MT Haryono, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (4/1/2022). [Instagram@merekamjakarta]

Suara.com - Polisi memastikan purnawirawan Polri berinisial Aiptu MM (64) meninggal dunia akibat serangan jantung. Kepastian ini didapat berdasar hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak rumah sakit.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit juga mengatakan hal ini diperkuat dengan keterangan keluarga korban yang menyebut MM memang memiliki riwayat penyakit jantung.

"Dari keluarga sampaikan itu terkait riwayat jantung dan minta tidak diatupsi. Hasil pemeriksaan rumah sakit itu teridentifikasi masalah jantung," kata Ridwan saat dikonfirmasi, Rabu (5/1/2022).

Sementara terkait dugaan korban terserang penyakit jantung akibat diikuti oleh debt colector atau mata elang hingga kekinian menurut Ridwan masih dalam tahap penyelidikan. Proses penyelidikan salah satunya dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi di lapangan.

"Cuman memang dalam situasi ini kita tetap lidik terkait dugaan tadi orang-orang itu," katanya.

Tergeletak

Aiptu MM ditemukan tewas di depan Kantor Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan, Jalan MT Haryono, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Selasa (4/1) kemarin siang. Peristiwa ini terekam kamera hingga videonya viral di media sosial.

Video tersebut salah satunya diunggah oleh akun Instagram @merekamjakarta. Dalam keterangannya disebutkan jenazah MM ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB siang tadi.

Belakangan MM diduga tewas karena serangan jantung usai diikuti debt colector alias mata elang.

baca juga

Kanit Lantas Polsek Pancoran, Iptu Deni Setiawan mengungkapkan itu berdasar keterangan saksi. Di mana, kata dia, beberapa saksi sempat melihat korban diikuti dan berbincang dengan mata elang atau matel.

"Dari rekan kita dari Sudin ini sempat melihat korban sama mattel, mungkin dia syok atau gimana. Itu usianya korbam 64 tahun, mungkin syok atau mungkin serangan jantung kita kurang pasti. Yang jelas awalnya dari situ (diikuti matel), nggak lama beliau meninggal," kata Deni kepada wartawan, Rabu (5/1/2022).

Berdasar hasil pemeriksaan awal, Deni juga menyebut tak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Selain itu juga tidak ada tanda-tanda jika yang bersangkutan sebagai korban kecelakaan lalu lintas.

"Di lihat dari kekerasannya dari badan atau apa tidak ada," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purnawirawan Polri Ditemukan Tewas, Diduga Kena Serangan Jantung Usai Diikuti Mata Elang

Purnawirawan Polri Ditemukan Tewas, Diduga Kena Serangan Jantung Usai Diikuti Mata Elang

News | Rabu, 05 Januari 2022 | 11:01 WIB

Kekurangan Vitamin D Bisa Berisiko Kena Serangan Jantung? Ini Faktanya

Kekurangan Vitamin D Bisa Berisiko Kena Serangan Jantung? Ini Faktanya

Health | Senin, 03 Januari 2022 | 11:30 WIB

Stres Bisa Tingkatkan Risiko Serangan Jantung, Begini Cara Mengatasinya

Stres Bisa Tingkatkan Risiko Serangan Jantung, Begini Cara Mengatasinya

Health | Kamis, 30 Desember 2021 | 08:20 WIB

Mengapa Serangan Jantung Sering Menyebabkan Orang Meninggal Dunia?

Mengapa Serangan Jantung Sering Menyebabkan Orang Meninggal Dunia?

Health | Senin, 27 Desember 2021 | 12:22 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×