Tolak Presidential Threshold 20 Persen, Demokrat: untuk Apa Pemilu Kalau Perkuat Oligarki?

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 07 Januari 2022 | 10:58 WIB
Tolak Presidential Threshold 20 Persen, Demokrat: untuk Apa Pemilu Kalau Perkuat Oligarki?
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menunjukkan bukti surat hasil dukungan kongres kubu AHY saat menggelar konferensi pers di Kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (3/10/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Partai Demokrat semakin keras menyuarakan untuk melawan ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden atau Presidential Threshold (PT) 20 persen. PT jika terus dipaksakan disebut hanya menunjukkan kehendak oligarki.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, mengatakan Pemilu itu sarana untuk mewujudkan kedaulatan rakyat di negara demokrasi, bukan memperkuat oligarki. Menurutnya, esensi Pemilu adalah rakyat yang menentukan siapa pemimpin negeri dan mengevaluasi pimpinan nasional sebelumnya.

"Jangan kemudian hak rakyat yang hanya didapat lima tahun sekali ini pun, lalu digergaji, bahkan berupaya diamputasi. Rakyat seharusnya disuguhi banyak alternatif calon pemimpin nasional yang punya kualitas luar biasa. Bukan pilihan terpaksa karena disodorkan hanya dua pasang calon oleh kelompok oligarkis," kata Herzaky kepada wartawan, Jumat (7/1/2022).

Menurutnya, kekinian Indonesia memiliki stok calon pemimpin nasional di 2024. Ia menyebut calon pemimpin dari ketua umum partai dan kepala daerah.

"Banyak calon pemimpin nasional dari ketua-ketua umum partai politik seperti Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Ketum Golkar Airlangga Hartarto, atau Ketum PKB Muhaimin Iskandar, dari kepala daerah seperti Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Ganjar, Khofifah, dan dari menteri seperti Erick Thohir, Sandiaga Uno, dan nama-nama lainnya," ungkapnya.

Herzaky menegaskan, adanya ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden 20 persen jika terus dipaksakan, menunjukkan kehendak oligarki yang diperjuangkan, bukan justru kedaulatan rakyat.

Ia mengatakan, presidential threshold menggunakan hasil pileg lima tahun sebelumnya tidak masuk di akal. Hal itu, kata dia, sudah tidak relevan menggunakan ambang batas presiden, karena pileg dan pilpres kini serentak.

"Bukan lagi terpisah. Alasan penguatan sistem presidensial yang dulu digunakan untuk mengadakan ambang batas presiden 20 persen, sudah gugur dengan sendirinya," tuturnya.

"Calon presiden dan calon wakil presiden yang maju berlaga seharusnya adalah yang mewakili kekuatan terkini karena pileg dan pilpres dilaksanakan serentak. Bukan yang mewakili kekuatan politik lima tahun sebelumnya," sambungnya.

baca juga

Lebih lanjut, Herzaky mengatakan, dalam lima tahun peta politik nasional berubah sangat signifikan. Hanya menurutnya, mereka terus memaksakan ambang batas presiden 20 persen untuk dipertahankan.

"Karena itulah, Partai Demokrat mendukung penuh perjuangan berbagai elemen masyarakat yang mengajukan judicial review ke MK terkait ambang batas presiden 20 persen. Kita percaya, hakim-hakim MK akan memutuskan sesuai dengan hukum dan berharap ambang batas 20 persen bisa dibatalkan," imbuhnya.

"Mari kita bersama-sama menyuarakan perlawanan terhadap ambang batas 20 persen ini. Kedaulatan rakyat di Pemilu 2024 harus kita perjuangkan. Untuk apa Pemilu kalau bukan untuk mewujudkan Kedaulatan Rakyat, dan malah perkuat Oligarki?."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polri Didesak Segera Proses Cuitan Ferdinand Hutahaean

Polri Didesak Segera Proses Cuitan Ferdinand Hutahaean

Bogor | Jum'at, 07 Januari 2022 | 08:40 WIB

Tanggapi Cuitan Ferdinand Dilaporkan ke Polisi, Arief Poyuono: Kita Tunggu Saja

Tanggapi Cuitan Ferdinand Dilaporkan ke Polisi, Arief Poyuono: Kita Tunggu Saja

Bogor | Kamis, 06 Januari 2022 | 19:45 WIB

Partai Ummat Ingin Gugat Presidential Threshold 20 Persen, Buni Yani Ungkap Ide Amien Rais

Partai Ummat Ingin Gugat Presidential Threshold 20 Persen, Buni Yani Ungkap Ide Amien Rais

News | Kamis, 06 Januari 2022 | 18:10 WIB

Terkini

Respons Arteta usai Bawa Arsenal Akhiri Kutukan 14 Tahun di Anfield

Respons Arteta usai Bawa Arsenal Akhiri Kutukan 14 Tahun di Anfield

Bola | Senin, 02 November 2026 | 06:37 WIB

Hancurkan Lion City Sailors 6-1, Taktik Jacksen F Tiago Bawa Wakil RI Guncang Singa Cup 2026

Hancurkan Lion City Sailors 6-1, Taktik Jacksen F Tiago Bawa Wakil RI Guncang Singa Cup 2026

Bola | Senin, 02 November 2026 | 06:29 WIB

Coach Sai Dong Bangga, 6 Bintang MLSC Surabaya Wakili Indonesia di Singa Cup 2026 Singapura

Coach Sai Dong Bangga, 6 Bintang MLSC Surabaya Wakili Indonesia di Singa Cup 2026 Singapura

Bola | Senin, 02 November 2026 | 06:16 WIB

Penantian Tujuh Tahun Terbayar, Agung Apriliano Rebut Gelar Juara Umum 76 Ultimate Downhill

Penantian Tujuh Tahun Terbayar, Agung Apriliano Rebut Gelar Juara Umum 76 Ultimate Downhill

Sport | Senin, 02 November 2026 | 06:00 WIB

Kecelakaan Maut Truk Molen di Bekasi

Kecelakaan Maut Truk Molen di Bekasi

Foto | Senin, 02 November 2026 | 06:00 WIB

Apakah Boleh Pakai Hair Mist Setiap Hari? Ini Tips Aman Menggunakannya

Apakah Boleh Pakai Hair Mist Setiap Hari? Ini Tips Aman Menggunakannya

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 05:39 WIB

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

×