Ngeluh Tahu-Tempe Kosong karena Perajin Mogok, Warga Jakpus Bingung Bikin Masakan Rumah: Orang Tua Saya Tak Makan Daging

Agung Sandy Lesmana

Senin, 21 Februari 2022 | 11:15 WIB
Ngeluh Tahu-Tempe Kosong karena Perajin Mogok, Warga Jakpus Bingung Bikin Masakan Rumah: Orang Tua Saya Tak Makan Daging
Lapak pedagang tahu tempe di Pasar Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, terlihat kosong akibat perajin di Jabodetabek melakukan aksi mogok produksi, Senin (21/02/2022). ANTARA/Mentari Dwi Gayati

Suara.com - Sejumlah konsumen di Pasar Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, mengeluhkan kelangkaan stok tahu dan tempe akibat perajin di seluruh Jabodetabek melakukan aksi mogok produksi selama tiga hari.

Berdasarkan pantauan di Pasar Rawasari, sejumlah lapak pedagang yang biasa menjajakan tahu dan tempe tampak kosong.

"Iya kok kosong semua. Padahal, saya mau beli tahu tempe, bingung juga, karena orang tua saya tidak makan ikan dan daging. Semoga secepatnya harga kedelai bisa normal lagi," kata salah satu konsumen Rahma, di Pasar Rawasari Jakarta Pusat, Senin.

Sementara itu, Jangkung, salah satu tukang sayur yang mengambil tahu tempe di Pasar Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, juga terpaksa tidak menjajakan tahu dan tempe di gerobaknya.

"Ya memang dari Jumat itu harga sudah mahal. Jadi, saya ambil tahu tempenya juga tidak banyak seperti biasa. Sekarang sudah tidak kaget lagi kalau dari pasar induk tidak jual. Sudah di-bilangin mau mogok," kata Jangkung.

Mogok Produksi

Ketua Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Jakarta Pusat, Khairun, mengatakan aksi mogok produksi dilakukan serentak oleh seluruh perajin tahu tempe di Jabodetabek.

"Semua produsen di Jabodetabek udah tutup karena kalau tidak ditutup akan di-'sweeping' oleh teman-teman kita juga, karena ini serentak dilakukan," kata Khairun.

Khairun menjelaskan bahwa aksi ini terpaksa dilakukan agar pemerintah yakni Kementerian Perdagangan dapat melakukan intervensi atas tingginya harga kedelai impor yang saat ini mencapai Rp12.000 per kg di tingkat perajin.

baca juga

Padahal, harga kedelai impor normalnya berkisar Rp 9.500 sampai Rp 10.000 per kg. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Kaget jika Tahu dan Tempe Bakal Jadi Barang Langka Besok, Ini Penyebabnya

Jangan Kaget jika Tahu dan Tempe Bakal Jadi Barang Langka Besok, Ini Penyebabnya

Jabar | Minggu, 20 Februari 2022 | 21:33 WIB

Ratusan Perajin Tahu Tempe di Jabodetabek Siap Mogok Produksi Mulai Besok

Ratusan Perajin Tahu Tempe di Jabodetabek Siap Mogok Produksi Mulai Besok

Bekaci | Minggu, 20 Februari 2022 | 16:07 WIB

Harga Kedelai Meroket, Perajin di Sleman Perkecil Ukuran hingga Kurangi Jumlah Tahu per Bungkus

Harga Kedelai Meroket, Perajin di Sleman Perkecil Ukuran hingga Kurangi Jumlah Tahu per Bungkus

Jogja | Minggu, 20 Februari 2022 | 12:00 WIB

Perajin Tahu Tempe di Bogor Mogok Produksi Masal Pekan Depan, Akibat Harga Kedeai Melonjak

Perajin Tahu Tempe di Bogor Mogok Produksi Masal Pekan Depan, Akibat Harga Kedeai Melonjak

Bogor | Sabtu, 19 Februari 2022 | 10:42 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×