KSAL Beri Persetujuan Atas Rencana Menhan Prabowo Subianto Beli Kapal Selam Scorpene dari Prancis

Chandra Iswinarno, Ria Rizki Nirmala Sari

Rabu, 02 Maret 2022 | 21:20 WIB
KSAL Beri Persetujuan Atas Rencana Menhan Prabowo Subianto Beli Kapal Selam Scorpene dari Prancis
Kapal selam Scorpene buatan Prancis yang dimiliki oleh India (tangkapan layar YouTube Naval Group)

Suara.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto sempat menyampaikan rencananya untuk membeli dua unit kapal selam Scorpene dari Prancis.

Menanggapi rencana itu, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengaku sudah memberikan persetujuan.

Yudo mengatakan, pihaknya melakukan persetujuan atas rencana pembelian tersebut karena sudah memenuhi syarat. Adapun syarat yang dimaksud, yakni kapal selam itu bisa beroperasi dengan karakter Perairan Indonesia.

"Kemarin sudah kita cek juga di dalam tentang kapal selam Scorpene memenuhi syarat. Apabila itu diadakan kita setuju,” kata Yudo di Mabesal Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (2/3/2022).

Yudo mengungkapkan kalau TNI AL memang memiliki keinginan pembelian kapal selam di atas 1.300 gross tonnage (GT) sebelumnya.

Sementara, kapal selam Scorpene dianggapnya cocok untuk memenuhi kebutuhan TNI AL tersebut karena lebih besar dari 1.300 GT.

"Kemarin sudah kita cek juga di dalam tentang kapal selam Scorpene memenuhi syarat. Apabila itu diadakan kita setuju,” ujarnya.

Sebelumnya, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia akan segera membeli dua unit kapal selam Scorpene dari Prancis, buatan perusahaan DCNS.

Dalam pengembangannya, kapal Scorpene dari Prancis ini dilengkapi sebanyak generator diesel-listrik yang menyediakan daya 2.500 kW.

baca juga

Kendaraan tempur bawah laut yang masuk kelas kapal selam serang ini bahkan telah dipercaya memperkuat Angkatan Laut (AL) Prancis dalam beberapa tahun terakhir. Penasaran kan, seperti apa spesifikasi, keunggulan, hingga harga kapal selam Scorpene ini? Simak penjelasannya berikut:

Spesifikasi Kapal Selam Scorpene

Dilansir dari laman Military Today, kapal selam Scorpene mampu membawa 30 ranjau laut dan melaju 20 knots (37 kilometer/jam) di dalam air dan 12 knots (22 kilometer/jam) di permukaan.

Kapal selam ini disebut dibangun secara khusus dengan berbekal sistem tempur Submarine Tactical Integrated Combat System (SUBTICS) yang juga diterapkan pada kapal selam nuklir AL Prancis.

Kapal selam Scorpene terdiri dari empat varian yaitu CM-2000 (61,7 meter) AM-2000 (70 meter), CA-2000, dan S-BR (75 meter).

  • Varian CM-2000 adalah kapal selam diesel listrik konvensional.
  • Sementara AM-2000 sudah dibekali teknologi Air Independent Propulsion (AIP) yang membuatnya lebih tahan lama ketika menyelam.
  • Sedangkan varian CA-2000 yang berukuran lebih kecil difungsikan secara khusus untuk menjaga pantai. Varian ini menggunakan uap bahan bakar untuk menggerakkan turbin dan juga menghasilkan listrik. Dengan begitu, kapal selam bisa menyelam dalam waktu hingga tiga minggu.
  • Kapal selam Scorpene punya senjata termasuk torpedo anti-kapal dan anti-kapal selam, serta rudal jarak jauh untuk melumat musuh. Kapal selam ini bisa menyelam di kedalaman 300 meter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KSAL Laksamana Yudo Margono: Teguran Presiden Harus Ditindaklanjuti Secara Serius

KSAL Laksamana Yudo Margono: Teguran Presiden Harus Ditindaklanjuti Secara Serius

Lampung | Rabu, 02 Maret 2022 | 08:36 WIB

Kapal Selam Scorpene: Spesifikasi, Harga dan Keunggulannya yang Mampu Bawa Torpedo Black Shark

Kapal Selam Scorpene: Spesifikasi, Harga dan Keunggulannya yang Mampu Bawa Torpedo Black Shark

News | Jum'at, 11 Februari 2022 | 14:41 WIB

Sindir Donasi Kapal Selam, Jenderal Anak Buah Prabowo Dihujat Warganet

Sindir Donasi Kapal Selam, Jenderal Anak Buah Prabowo Dihujat Warganet

Lampung | Senin, 03 Mei 2021 | 13:12 WIB

Terkini

Gibran Dinyatakan Tak Penuhi Syarat Pilpres, Denny Indrayana Gerilya Dekati Parpol Senayan

Gibran Dinyatakan Tak Penuhi Syarat Pilpres, Denny Indrayana Gerilya Dekati Parpol Senayan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:47 WIB

Ogah Disodori Laporan Manis, Pramono Anung Mau Sambangi dan Gelar Rapat di 44 Kecamatan Jakarta

Ogah Disodori Laporan Manis, Pramono Anung Mau Sambangi dan Gelar Rapat di 44 Kecamatan Jakarta

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:46 WIB

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:44 WIB

Impor Bahan Baku Tinggi, Mendag Ingatkan Industri Jangan Bergantung Satu Suplier

Impor Bahan Baku Tinggi, Mendag Ingatkan Industri Jangan Bergantung Satu Suplier

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:40 WIB

2 Pemadat Ditangkap Polisi saat Asik Nikmati Sabu di Gubuk Kampung Boncos Palmerah

2 Pemadat Ditangkap Polisi saat Asik Nikmati Sabu di Gubuk Kampung Boncos Palmerah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:39 WIB

Sunscreen SPF 50 Tahan Berapa Jam di Kulit? Ini Fakta Medis dan Aturan Pakainya

Sunscreen SPF 50 Tahan Berapa Jam di Kulit? Ini Fakta Medis dan Aturan Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Sinopsis Coming to Myself, Dracin Jing Tian dan Zhang Xin Cheng di WeTV

Sinopsis Coming to Myself, Dracin Jing Tian dan Zhang Xin Cheng di WeTV

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Pemerintah Kehilangan Rp 576,4 T Gegara Insentif Pajak, Suahasil Akui Sengaja Buat Ekonomi

Pemerintah Kehilangan Rp 576,4 T Gegara Insentif Pajak, Suahasil Akui Sengaja Buat Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:34 WIB

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin: Bukan Urusan Kemenperin

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin: Bukan Urusan Kemenperin

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:33 WIB

Produsen Bihun Teriak, Harga Beras Pecah di Dalam Negeri Mahal

Produsen Bihun Teriak, Harga Beras Pecah di Dalam Negeri Mahal

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:32 WIB

×