Terancam Sanksi AS, India Kaji Ulang Sistem Alutsista Rusia

Siswanto | Deutsche Welle | Suara.com

Selasa, 15 Maret 2022 | 13:57 WIB
Terancam Sanksi AS, India Kaji Ulang Sistem Alutsista Rusia
DW

Suara.com - India, yang mengandalkan persenjataan Rusia untuk melawan Cina, menghadapi misi pelik menghindari sanksi Amerika Serikat menyusul invasi Ukraina. Hal itu mendorong New Delhi mengkaji ulang sistem pertahanannya.

Sanksi Amerika Serikat dan Eropa terhadap Rusia dikhawatirkan bisa mengganggu suplai suku cadang dan sistem persenjataan bagi militer India.

Saat ini, hampir 60 persen alutsista yang digunakan India diimpor dari Rusia.

Presiden AS Joe Biden sempat menyebut adanya perbedaan tak terjembatani dengan New Delhi ketika India bersikap abstain terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengecam Rusia.

Perdana Menteri Narendra Modi sejauh ini juga menolak mengritik Rusia soal invasi terhadap Ukraina.

Sikap gamang New Delhi bisa dipahami, mengingat antara 2016 hingga 2019, Rusia bertanggungjawab atas hampir 49% impor senjata oleh India, lapor lembaga penelitian konflik, SIPRI.

Kebergantungan India sedemikian besar, ia tidak hanya mengandalkan Rusia untuk memasok suku cadang, tetapi juga untuk memodernisasi sistem alutsista dan transfer teknologi untuk memperkuat kapasitas industri senjata di dalam negeri.

"Rusia adalah satu-satunya negara yang mau menjual teknologi kapal selam nuklirnya kepada India. Apakah ada negara lain yang mau berbuat serupa?” tanya Letnan Jendral D.S. Hooda, bekas kepala staf gabungan militer India.

"Angkatan Laut India punya satu kapal induk, buatan Rusia. Sejumlah besar pesawat tempur dan sekitar 90 persen tank yang digunakan India juga buatan Rusia,” kata Sushant Singh, pengamat militer di Center for Policy Research. Terhadang keruwetan geopolitik India sejak lama berusaha mengurangi kebergantungan dari Rusia dengan membeli senjata dari Prancis dan Israel. Namun begitu kedua negara hanya menyumbang 18 dan 13 persen pada postur belanja alutsista India. Hubungan dengan AS yang pasang surut membuat New Delhi cendrung mengutamakan Rusia dalam pengadaan senjata. Namun sejak invasi terhadap Ukraina, kebijakan tersebut terancam menjadi bumerang, terutama menyangkut kesepakatan pembelian sistem rudal S-400 yang dibuat pada 2018 silam. AS sebelumnya sudah berulangkali memperingatkan India agar membatalkan kesepakatan tersebut agar terhindar dari sanksi AS. Embargo yang awalnya dijatuhkan untuk menghukum invasi Rusia terhadap Krimea itu kini diperluas menyusul eskalasi di Ukraina. India berdalih, sistem rudal darat-udara milik Rusia merupakan komponen utama untuk menangkal agresi Cina. Permusuhan dengan jiran di utara itu perlahan memanas seputar perbatasan di kawasan kaya sumber daya air di Himalaya. Ancaman sanksi AS dirasa pelik, terutama ketika Cina menggandakan keberadaan militernya di perbatasan Himalaya, dengan ribuan serdadu dari kedua negara berada dalam jarak tembak. Saat bentrokan meletus 2020 silam, sebanyak 20 serdadu India dikabarkan tewas. Apakah Cina bakal memetik pelajaran dari Ukraina untuk menduduki kawasan timur Ladakh atau bahkan Taiwan? "Mungkin saja mereka melakukannya,” kata Jitendra Nath Misra, bekas diplomat India yang kini mengajar untuk Jindal School of International Affairs. Dalam hal ini, AS dan India menjalin kwartet keamanan dengan Australia dan Jepang yang dikenal dengan nama "the quad”. Namun kedekatan itu tidak lantas memuluskan kerjasama pertahanan antara kedua negara. "Saya ingin bertanya kepada kawan-kawan di Amerika, teknologi pertahanan seperti apa yang sudah kalian berikan untuk kami,” imbuhnya lagi. rzn/hp (ap,rtr)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inovasi Keuangan Digital yang Dorong Perusahaan Lokal Indonesia Naik Kelas

Inovasi Keuangan Digital yang Dorong Perusahaan Lokal Indonesia Naik Kelas

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 21:55 WIB

Maeve Glass Emak-emak yang Kini Jadi Bagian dari Timnas Indonesia, Rekam Jejaknya Luar Biasa

Maeve Glass Emak-emak yang Kini Jadi Bagian dari Timnas Indonesia, Rekam Jejaknya Luar Biasa

Bola | Selasa, 24 Maret 2026 | 23:29 WIB

5 Minuman Alami Penghancur Lemak Setelah Makan Opor Ayam dan Rendang

5 Minuman Alami Penghancur Lemak Setelah Makan Opor Ayam dan Rendang

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:42 WIB

5 Buah Penurun Kolesterol Paling Cepat dan Ampuh, Solusi Sehat Setelah Lebaran

5 Buah Penurun Kolesterol Paling Cepat dan Ampuh, Solusi Sehat Setelah Lebaran

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:37 WIB

Bolehkah Puasa Syawal 3 Hari Saja? Jangan Sampai Salah, Ini Penjelasan Lengkapnya

Bolehkah Puasa Syawal 3 Hari Saja? Jangan Sampai Salah, Ini Penjelasan Lengkapnya

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:33 WIB

Klasemen Liga Prancis: PSG Belum Nyaman di Puncak, Calvin Verdonk Cs Menguntit

Klasemen Liga Prancis: PSG Belum Nyaman di Puncak, Calvin Verdonk Cs Menguntit

Bola | Selasa, 24 Maret 2026 | 21:40 WIB

Perkuat Jejaring Global, Persib Boyong Eks PSG ke Kedutaan Besar Prancis

Perkuat Jejaring Global, Persib Boyong Eks PSG ke Kedutaan Besar Prancis

Bola | Selasa, 24 Maret 2026 | 21:19 WIB

Bacaan Niat Puasa Enam Hari di Bulan Syawal, Ini Waktu Terbaik dan Keutamaannya

Bacaan Niat Puasa Enam Hari di Bulan Syawal, Ini Waktu Terbaik dan Keutamaannya

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:50 WIB

Promo Nonton Bioskop Spesial Lebaran, Dapat Cashback hingga Beli 1 Gratis 1 Tiket

Promo Nonton Bioskop Spesial Lebaran, Dapat Cashback hingga Beli 1 Gratis 1 Tiket

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:46 WIB

DJP Ungkap Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta di H+1 Lebaran

DJP Ungkap Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta di H+1 Lebaran

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:41 WIB

Terkini

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 23:30 WIB

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:10 WIB

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:45 WIB

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:26 WIB

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:56 WIB

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:55 WIB

Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir

Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:52 WIB

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:31 WIB