Pilpres Timor Leste: Bisakah Jadi Momen Atasi Krisis Sosial Ekonomi?

Siswanto | BBC | Suara.com

Selasa, 22 Maret 2022 | 18:44 WIB
Pilpres Timor Leste: Bisakah Jadi Momen Atasi Krisis Sosial Ekonomi?
BBC

Suara.com - Perhitungan suara dalam pemilihan presiden Timor Leste bergulir, Minggu (20/03), setelah pada hari sebelumnya masyarakat pemegang hak suara mencoblos di berbagai lokasi dengan protokol Covid-19.

Pilpres Timor Leste akhir pekan ini menandai 20 tahun kemerdekaan negara termuda di Asia ini dari Indonesia.

Mayoritas dari total 16 calon presiden merupakan wajah lama yang mendominasi perpolitikan Timor Leste sejak kemerdekaan mereka diakui publik internasional pada tahun 2002.

Meski begitu, sejarah baru tercatat pada pilpres ini, karena terdapat empat kandidat presiden perempuan yang turut memperebutkan kursi nomor satu negara tersebut.

Berdasarkan perhitungan hingga pukul 14.30 waktu setempat, Ramos Horta yang didukung Partai CNRT memperoleh 102.714 suara (45,15%). Veteran perang kemerdekaan sekaligus Presiden Timor Leste periode 2007-2012 ini untuk sementara unggul dari para pesaingnya.

Peringkat kedua saat ini diduduki petahana, Francisco Guterres alias Lu-Olo, dengan 58.177 suara (25,6%).

Sama seperti Horta, Lu-Olo adalah mantan pejuang gerilya Fretilin pada era perang kemerdekaan. Fretilin merupakan partai yang menjadi mesin politiknya.

Selama kampanye, Horta dan Lu-Olo berjanji akan fokus memperbaiki sistem pendidikan dan pertanian. Mereka menyebut dua bidang itu vital untuk mengikis ketergantungan Timor Leste dari sektor minyak dan gas.

Timor Leste selama ini dilanda pertikaian politik. Sejumlah pengamat menilai para pejabat tinggi negara ini gagal memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah untuk membebaskan masyarakat dari jurang kemiskinan.

Setidaknya 40% populasi Timor Leste hidup di bawah garis kemiskinan. Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan bahwa setengah dari seluruh anak berusia di bawah lima tahun di Timor Leste mengalami stunting akibat malnutrisi.

Perekonomian Timor Leste baru-baru ini terguncang akibat pandemi Covid-19 dan badai siklon Seroja. Sebelumnya, konflik fisik antara pendukung Partai CNRT dan Fretilin juga terjadi.

Maria da Costa Almeida (39 tahun), warga Desa Laclubar, Distrik Manatuto, berharap pilpres kali ini dapat menjadi awal perbaikan kehidupan warga.

"Saya harap kandidat yang saya pilih melihat masalah kehidupan sosial yang kami hadapi. Hingga saat ini kami tidak punya akses air bersih, para perempuan dan janda sangat melarat," kata Maria.

"Kami sebagai petani ingin memiliki akses jalan ke kota agar kami bisa menjual hasil pertanian kami," tuturnya.

Persoalan akses transportasi untuk warga pedesaan juga dinyatakan Crisostomo Correia, Kepala Desa Uatu Haco di Distrik Baucau.

Dia berkata, seluruh kandidat presiden telah menjanjikan banyak hal kepada masyarakat. Dia berharap akses transportasi dari pedesaan ke kota tidak dikesampingkan akibat isu pendidikan dan kesehatan.

"Warga membutuhkan transportasi pblik untuk menuju kota agar bisa menjual hasil perkebunan mereka," ucapnya.

Sementara itu, Henrequeta da Silva (49), warga Dili, berharap pilpres ini akan menjadi akhir dari perselisihan antara para elite politik. Kepentingan publik, kata dia, harus menjadi pertimbangan utama presiden terpilih dan juga kubu oposisi.

"Harapan saya, para pemimpin mengutamakan rakyat dan bisa saling berdialog, terutama di antara pemimpin yang berjuang untuk kemerdekaan.

"Ini adalah era di mana mereka harus bersama-sama membangun ekonomi yang lebih baik agar rakyat hidup makmur," ucap Henrequeta.

Perpolitikan Timor Leste belakangan panas setelah parlemen menolak rancangan anggaran yang disusun Presiden Lu-Olo pada tahun 2020. Sejak saat itu, kekuatan konstitusional seluruh kebijakan yang dia ambil dipertanyakan oleh parlemen.

Bagaimanapun, Lu-Olo yakin akan kembali terpilih menjadi presiden.

"Jika saya terpilih lagi, saya akan tetap membela hak negara demokrasi dan membuat pembangunan yang berkelanjutan agar kehidupan rakyat lebih baik," ujarnya, Sabtu kemarin.

Adapun stabilitas pemerintahan disebut Ramos Horta kepada pers saat ditemui di lokasi pemungutan suara.

"Terpenting bagi saya adalah memperkuat stabilitas dan membangun ekonomi ke depan yang lebih baik," ujarnya.

Sementara itu, kandidat presiden lainnya, Milena Pires, yakin dapat menjadi presiden perempuan pertama Timor Leste usai proses perhitungan suara selesai.

"Pada pemilihan umum hari ini, suara bukan untuk saya saja tapi untuk semua perempuan dan kaum muda Timor Leste," kata Milena.

"Saya berharap tahun ini adalah waktu bagi perempuan untuk memimpin bangsa ini. Tapi saya juga siap untuk menerima hasil akhir dari pemilu," ujarnya.

Sekitar 860 ribu orang tercatat memegang hak suara pada pilpres kali ini. Dari jumlah itu, kurang lebih 100 ribu di antaranya merupakan pemilih pemula yang sebelumnya belum pernah mendapat hak suara.

Perhitungan suara diprediksi akan selesai Senin besok. Tahap berikutnya adalah proses verifikasi ulang selama enam hari oleh komisi pemilihan umum.

Jika tidak ada satu kandidat yang memperoleh suara mayoritas, maka putaran kedua pilpres akan bergulir pada 19 April mendatang.

Setelah melalui seluruh proses ini, calon presiden yang memenangkan pemilihan akan dilantik dan mulai bertugas pada 20 Mei.

---

Jurnalis di Dili, Viona Viera, berkontribusi untuk liputan ini

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Event Lari Nasional Hadir di Malang, Gabungkan Gaya Hidup Sehat dan Liburan dalam Satu Momen

Event Lari Nasional Hadir di Malang, Gabungkan Gaya Hidup Sehat dan Liburan dalam Satu Momen

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 09:13 WIB

Dari Cemas Jadi Percaya Diri, Perjalanan Ibu di Era Gen Z Berubah

Dari Cemas Jadi Percaya Diri, Perjalanan Ibu di Era Gen Z Berubah

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 09:06 WIB

Emas Antam Stagnan, Harganya Masih Rp 2.805.000/Gram

Emas Antam Stagnan, Harganya Masih Rp 2.805.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:04 WIB

Haier Buka Toko Pertama di Indonesia, Hadirkan Kulkas, Mesin Cuci, hingga AC Canggih

Haier Buka Toko Pertama di Indonesia, Hadirkan Kulkas, Mesin Cuci, hingga AC Canggih

Tekno | Jum'at, 24 April 2026 | 08:54 WIB

Tak Ada Prioritas, Danantara Pastikan Semua Merger BUMN Rampung Tahun Ini

Tak Ada Prioritas, Danantara Pastikan Semua Merger BUMN Rampung Tahun Ini

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 08:47 WIB

Viral Ayah Non-Muslim Bangga Melihat Putranya Jadi Penghafal Al-Quran, Momen Cium Tangan Penuh Haru

Viral Ayah Non-Muslim Bangga Melihat Putranya Jadi Penghafal Al-Quran, Momen Cium Tangan Penuh Haru

Entertainment | Jum'at, 24 April 2026 | 08:44 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

Tragis! Bayi Kembar Jadi Korban Kekejaman Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina

Tragis! Bayi Kembar Jadi Korban Kekejaman Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

PKB: Usul KPK Soal Capres-Cawapres Wajib Kader Partai 'Pikiran Menarik'

PKB: Usul KPK Soal Capres-Cawapres Wajib Kader Partai 'Pikiran Menarik'

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:42 WIB

Emiten GOOD Tebar Dividen Rp350,33 Miliar

Emiten GOOD Tebar Dividen Rp350,33 Miliar

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 08:41 WIB

Terkini

Tragis! Bayi Kembar Jadi Korban Kekejaman Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina

Tragis! Bayi Kembar Jadi Korban Kekejaman Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

PKB: Usul KPK Soal Capres-Cawapres Wajib Kader Partai 'Pikiran Menarik'

PKB: Usul KPK Soal Capres-Cawapres Wajib Kader Partai 'Pikiran Menarik'

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:42 WIB

Mengenal Amal Khalil, Jurnalis Pemberani yang Dibunuh Israel di Lebanon

Mengenal Amal Khalil, Jurnalis Pemberani yang Dibunuh Israel di Lebanon

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:18 WIB

Pungli Berjamaah di Dinas ESDM Jatim: 19 Pegawai Kembalikan Duit 'Panas' Rp707 Juta ke Jaksa

Pungli Berjamaah di Dinas ESDM Jatim: 19 Pegawai Kembalikan Duit 'Panas' Rp707 Juta ke Jaksa

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:12 WIB

Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina

Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:57 WIB

Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo

Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:47 WIB

Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro

Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:33 WIB

Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:21 WIB

Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?

Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:15 WIB

263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!

263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:11 WIB