4 Cuitan Fahri Hamzah Paling Makjleb, Terbaru Soal Menteri Tepuk Tangan

Dany Garjito

Senin, 28 Maret 2022 | 19:49 WIB
4 Cuitan Fahri Hamzah Paling Makjleb, Terbaru Soal Menteri Tepuk Tangan
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah memberikan kesaksian dalam sidang kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (7/5). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Fahri Hamzah menjadi salah satu politikus yang memiliki pendapat dan argumentasi yang kuat terhadap suatu permasalahan. Cuitan-cuitannya di Twitter pun seringkali kritis dalam menyikapi sesuatu. Terakhir petinggi Partai Gelora ini menyinggung soal gestur tepuk tangan para menteri saat Presiden Joko Widodo sedang marah-marah dalam sebuah pidato. Berikut ini rangkuman cuitan Fahri Hamzah yang paling makjleb.

1. Heran Menteri Tak Peka

Fahri Hamzah mempertanyakan sikap para menteri saat memberikan tepuk tangan ketika Jokowi sedang mengkritisi kinerja mereka dalam sebuah pidato. Dia menilai hal itu sudah seperti sebuah kebiasaan. “Setiap presiden marah, kok saya melihat para menterinya tepuk tangan,” tulis Fahri Hamzah dikutip Suara.com dari Twitter @Fahrihamzah, Minggu (27/3/2022). “Emangnya presiden lagi Stand Up Comedy apa?" imbuh Fahri.

Cuitan Fahri Hamzah ini mendapat banyak tanggapan dari pengguna Twitter yang lain. Eks politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini pun memberikan argumentasinya. “Padahal saya serius.. Presiden marah gini tahun ke 8 kan kasihan mas.. Saya sih kasian.. Kenapa anda gak?” tulis Fahri. Ia juga berharap wibawa presiden tidak melemah hanya karena kegagalan eksekusi para pejabat. “Jangan sampai karena kegagalan eksekusi para pejabat, membuat wibawa kemarahan presiden melemah,” tulis Fahri Hamzah.

2. Minta Giring Tak Cengeng

Pernyataan Ketua Umum PSI, Giring Ganesha yang menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai pembohong mendapatkan sorotan publik. Meski penuh kontroversi, ada juga pihak yang malah memberikan pujian kepada mantan vokalis band Nidji itu. Salah satunya Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah. Ia menganggap tindakan Giring itu sebagai langkah masuk ke dunia politik dan dia menyambutnya dengan hangat. “Aku sih ucapkan selamat datang ke giring. #SelamatDatangGiring di medan politik kita yang bergairah," ujar Fahri melalui akun Twitter pribadinya, @fahrihamzah, Senin (26/9/2021).

Tak hanya menyambut, ia juga memberikan saran kepada Giring. Fahri meminta Giring tetap tegar meski nantinya banyak pihak yang menyerangnya karena ungkapannya itu. “Berani tampil dan berani menyerang jangan nangis kalau diserang balik. Tetap tegar. Jangan cengeng dan jangan mudah dikalahkan,” tuturnya. Bahkan, Fahri meminta agar Giring melakukan hal lain seperti pernyataannya kepada Anies itu. “Ayo ambil jurus lagi yang sepadan,” pungkasnya.

3.Sindir Kandidat Capres

Fahri Hamzah pun pernah menyampaikan sindiran pedas pada para tokoh yang digadang akan menjadi calon presiden di pilpres 2024 mendatang. Lewat beberapa cuitan yang diunggah di akun Twitternya, Minggu (13/6/2021) Fahri menilai bahwa para tokoh yang ia sebut sebagai capres itu terlalu dini menampilkan diri di hadapan publik. Jika ingin tampil di hadapan publik sebagai bakal capres, Fahri menilai mereka sebaiknya sudah memiliki ide atau gagasan yang bisa ditawarkan. “Dear capres, Belanda masih jauh!" cuit Fahri seperti dikutip suara.com, Senin (14/6/2021).

baca juga

“Para capres ini kecepetan manggung badannya... Melenggang lenggok di depan netizen yang suka bikin GeEr... Kalau mau manggung, ide lu dulu apa. Ide memberantas korupsi misalnya apa? Ide lawan corona apa? Ide tentang pajak apa? Cengegesan aja lu!” sambung Fahri. Dia juga mengunggah sebuah cuitan yang menyebut bahwa para tokoh tersebut masih menjabat. Ia lantas khawatir jika pekerjaan dan tugas dari para tokoh tersebut menjadi terbengkalai. “Ntar lu pada brantem kerjaan kagak ada yang urus... Lu kan masih menjabat,” tulis Fahri.

4. Penggunaan Istilah Teroris

Fahri Hamzah sempat mengusulkan agar kata-kata kelompok, jaringan dan lainnya tidak lagi digunakan untuk menyebut pelaku teror. Apalagi, jika penyebutan pelaku teror tersebut menggunakan bahasa Arab. Fahri meminta penggunaan kata tersebut disetop dan para pelaku teror cukup disebut sebagai teroris. “Saya usul dihentikan penggunaan kata-kata; kelompok, jaringan, dan lain-lain. Apalagi memakai bahasa Arab; jamaah, amaliyah, asharullah, dan lain-lain. Plis, sebut mereka TERORIS saja!" kata Fahri Hamzah dalam cuitan di akun twitternya @Fahrihamzah, Selasa (30/3/2021).

Setelah itu, lanjut Fahri, langsung dilakukan identifikasi nama dan pelacakan ke keluarga serta tetangga dari pelaku teror tersebut. “Lalu identifikasi nama, lacak ke keluarga dan tetangganya supaya kita tidak terjebak menyeret agama dan warga umumnya!,” ujarnya. Fahri menilai pihak-pihak yang menginginkan agar terorisme dikaitkan dengan agama Islam di Indonesia sejatinya merupakan orang yang ingin perpecahan di Indonesia. Sebab, kata dia, kalangan Islam merasa dirugikan atas kegiatan teroris yang kerap dikaitkan dengan agama.

“Sebab mereka yang menginginkan agar terorisme diakui sebagai hasil atau terkait dengan agama Islam di Indonesia sesungguhnya adalah yang ingin mengucapkan selamat tinggal kepada Republik Ini..padahal kalangan Islam merasa rugi atas kegiatan teroris yang dikait-kait tak ada henti,” demikian cuitan Fahri Hamzah.

Kontributor : Alan Aliarcham

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Gegara Sowan ke Jokowi, PDIP Buka Pemicu Pemecatan Achmad Hidayat: Ada Pidana dan Perdata!

Bukan Gegara Sowan ke Jokowi, PDIP Buka Pemicu Pemecatan Achmad Hidayat: Ada Pidana dan Perdata!

News | Senin, 14 September 2026 | 16:27 WIB

Purbaya Kritik Kondisi Ekonomi era Jokowi, Dianggap Lebih Lambat Ketimbang SBY

Purbaya Kritik Kondisi Ekonomi era Jokowi, Dianggap Lebih Lambat Ketimbang SBY

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:13 WIB

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Jokowi Kunjungi Padepokan Anti Galau Cirebon, Hadiri Khitanan Anak Ustaz Ujang Busthomi

Jokowi Kunjungi Padepokan Anti Galau Cirebon, Hadiri Khitanan Anak Ustaz Ujang Busthomi

News | Sabtu, 12 September 2026 | 19:05 WIB

Jokowi Diminta Jadi Saksi Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Serahkan Keputusan ke Hakim

Jokowi Diminta Jadi Saksi Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Serahkan Keputusan ke Hakim

News | Sabtu, 12 September 2026 | 10:41 WIB

Eks Menpora Dito Sebut Yaqut Tak Terlibat dalam Pembahasan Kuota Haji Jokowi dan Arab Saudi

Eks Menpora Dito Sebut Yaqut Tak Terlibat dalam Pembahasan Kuota Haji Jokowi dan Arab Saudi

News | Kamis, 10 September 2026 | 17:16 WIB

Jokowi Umumkan Kuota Haji Tambahan, Fuad Hasan Langsung Telepon Dito Ariotedjo

Jokowi Umumkan Kuota Haji Tambahan, Fuad Hasan Langsung Telepon Dito Ariotedjo

News | Kamis, 10 September 2026 | 15:31 WIB

Disebut Paling Tahu, Hakim Diminta Hadirkan Jokowi di Sidang Kasus Kuota Haji

Disebut Paling Tahu, Hakim Diminta Hadirkan Jokowi di Sidang Kasus Kuota Haji

News | Kamis, 10 September 2026 | 14:54 WIB

Cerita Soal Kunjungan Jokowi ke Arab, tapi Eks Menpora Dito Tak Ikut Rapat Lanjutan Soal Kuota Haji

Cerita Soal Kunjungan Jokowi ke Arab, tapi Eks Menpora Dito Tak Ikut Rapat Lanjutan Soal Kuota Haji

News | Kamis, 10 September 2026 | 14:30 WIB

Purbaya Bicara Pertumbuhan Swasta dan Kebijakan Ekonomi Era Jokowi

Purbaya Bicara Pertumbuhan Swasta dan Kebijakan Ekonomi Era Jokowi

Video | Rabu, 09 September 2026 | 13:59 WIB

Terkini

Amerika Serikat Tunda Aturan Baru Pembatasan Visa Pelajar dan Jurnalis Asing

Amerika Serikat Tunda Aturan Baru Pembatasan Visa Pelajar dan Jurnalis Asing

News | Selasa, 15 September 2026 | 15:17 WIB

Danantara Mau Genggam Saham BEI 40%, Keluarkan Dana Rp517,5 Miliar

Danantara Mau Genggam Saham BEI 40%, Keluarkan Dana Rp517,5 Miliar

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 15:16 WIB

9 Rekomendasi Mesin Cuci Front Loading Inverter Terbaik dan Murah

9 Rekomendasi Mesin Cuci Front Loading Inverter Terbaik dan Murah

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 15:15 WIB

Respons Aduan Kekeringan, Pemprov DKI Kirim 5.000 Liter Air ke Pondok Labu

Respons Aduan Kekeringan, Pemprov DKI Kirim 5.000 Liter Air ke Pondok Labu

News | Selasa, 15 September 2026 | 15:14 WIB

'Seperti Batang Kayu', Orang Utan Kerap Muncul di Jalan Poros Kutai Timur

'Seperti Batang Kayu', Orang Utan Kerap Muncul di Jalan Poros Kutai Timur

Kaltim | Selasa, 15 September 2026 | 15:13 WIB

Manfaat Campuran Air Mawar dan Aloe Vera Gel Wardah untuk Sleeping Mask, Kulit Auto Lembap

Manfaat Campuran Air Mawar dan Aloe Vera Gel Wardah untuk Sleeping Mask, Kulit Auto Lembap

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 15:09 WIB

Tragedi Warung Mi Ayam: Wanita Hamil Tewas Dicekik Gegara Tarif Kencan Kurang Rp200 Ribu

Tragedi Warung Mi Ayam: Wanita Hamil Tewas Dicekik Gegara Tarif Kencan Kurang Rp200 Ribu

News | Selasa, 15 September 2026 | 15:07 WIB

2 Korban KM Virgo Transport 8 Dievakuasi Polri Pakai Helikopter

2 Korban KM Virgo Transport 8 Dievakuasi Polri Pakai Helikopter

News | Selasa, 15 September 2026 | 15:00 WIB

Tips Menyikapi Berita Buruk Menurut Psikolog agar Tetap Tenang dan Gak Panik

Tips Menyikapi Berita Buruk Menurut Psikolog agar Tetap Tenang dan Gak Panik

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 15:00 WIB

Dianggap Cacat, Jaksa di Bad Prosecutor Justru Melawan Penegak Hukum Korup

Dianggap Cacat, Jaksa di Bad Prosecutor Justru Melawan Penegak Hukum Korup

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 15:00 WIB

×