Ultimatum Rusia terhadap Ukraina Gagal, Barat akan Kirim Banyak Senjata

Rabu, 20 April 2022 | 18:06 WIB
Ultimatum Rusia terhadap Ukraina Gagal, Barat akan Kirim Banyak Senjata
DW
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Rusia mengultimatum para pejuang Ukraina yang masih bertahan di Mariupol agar menyerah, pada Rabu (20/04). Di tengah perang itu, negara-negara Barat menjanjikan lebih banyak bantuan militer ke Kyiv.

Ribuan tentara Rusia terus melakukan serangan dengan artileri dan roket, yang disebut oleh pejabat Ukraina sebagai pertemburan Donbas. Invasi Rusia selama hampir delapan minggu telah gagal merebut salah satu kota terbesar di Ukraina, dan memaksa Moskow kembali fokus menyerang di sekitar wilayah separatis. Rusia memberikan ultimatum terhadap Ukraina agar menyerah pada Rabu (20/04).

Komandan Ukraina telah bersumpah untuk tidak menyerah. Serangan terbesar terhadap negara Eropa sejak 1945 itu telah menyebabkan hampir lima juta orang melarikan diri ke luar negeri dan menghancurkan kota menjadi puing-puing.

Penasihat presiden Ukraina pada Selasa (19/04) malam waktu setempat mengatakan Rusia menyerang pabrik baja Azovstal, benteng utama yang tersisa di Mariupol, dengan bom penghancur bunker. Namun, kantor berita Reuters belum dapat memverifikasi detailnya.

"Dunia menyaksikan pembunuhan anak-anak secara online dan tetap diam," tulis penasihat Mykhailo Podolyak di Twitter. Barat akan kirim lebih banyak senjata Ultimatum agar pihak Ukraina menyerah ternyata gagal. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan tidak ada satu pun tentara Ukraina yang meletakkan senjata mereka.

"Angkatan bersenjata Rusia, yang murni berdasarkan prinsip-prinsip kemanusiaan, sekali lagi mengusulkan agar para pejuang batalyon nasionalis dan tentara bayaran asing menghentikan operasi militer mereka mulai pukul 14.00 waktu Moskow pada 20 April 2022 dan meletakkan senjata," kata Kementerian Pertahanan Rusia.

Amerika Serikat, Kanada dan Inggris mengatakan mereka akan mengirim lebih banyak persenjataan artileri dan Gedung Putih mengatakan bahwa sanksi baru sedang disiapkan. Presiden AS, Joe Biden diperkirakan akan mengumumkan paket bantuan militer baru dengan ukuran yang sama dengan paket bantuan militer senilai $800 juta atau setara Rp11,2 triliun minggu lalu dalam beberapa hari mendatang, demikian uja seorang sumber kepada Reuters.

Menteri Keuangan AS, Janet Yellen mengatakan bahwa perang Rusia di Ukraina harus disalahkan karena memperburuk kerawanan pangan dunia yang "sudah mengerikan", dan membuat guncangan harga dan pasokan menambah tekanan inflasi global.

Kota-kota Ukraina yang diserang Rusia

Baca Juga: Kesaksian Pendeta Gereja Ortodoks Rusia di Ukraina Berontak Lawan Moskow

Rusia mengatakan jika pihaknya meluncurkan apa yang disebutnya "operasi militer khusus" pada 24 Februari 2022 untuk demitilerisasi dan "denazifikasi" di Ukraina. Kyiv dan sekutu Baratnya menolak pernyataan itu dan menyebutnya sebagai dalih palsu.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI