Kisah Penduduk Desa Ukraina Dekat Perbatasan Rusia dan Belarus

Siswanto, BBC

Rabu, 27 April 2022 | 17:17 WIB
Kisah Penduduk Desa Ukraina Dekat Perbatasan Rusia dan Belarus
BBC

Suara.com - Desa Senkivka di Ukraina sungguh unik. Karena letaknya dekat dengan perbatasan Rusia dan Belarus, desa tersebut menjadi tempat beragam festival perayaan persahabatan antara ketiga negara. Namun itu cerita lama. Desa Senkivka kini menjadi garis depan pertempuran.

Warga desa itu mengisahkan bagaimana keluarga-keluarga dari dusun tersebut tercerai-berai di perbatasan ketiga negara. Wartawan BBC, Yogita Limaye, pergi ke Senkivka dan menyaksikan dari dekat bagaimana perang mengoyak sebuah komunitas.

Baca juga:

Rusia menarik mundur pasukannya dari bagian utara Ukraina pada awal April, namun gempuran artileri dan serangan granat masih berlanjut di Senkivka. Sebelum invasi Rusia berlangsung, desa itu dihuni lebih dari 200 orang. Kini hanya ada segelintir orang yang masih bertahan.

Rumah Nina Malenok berada di pinggir jalan yang dilalui pasukan Rusia ketikas melancarkan invasi menuju Kota Chernihiv dan Ibu Kota Kyiv.

Saksi bisu kejadian itu berada di halaman rumah Nina: ekor sebuah roket yang ditembakkan pada 24 Februari dini haritatkala perang resmi dimulai.

"Saya mendengarnya (roket) mendarat di halaman saya. Ada nyala api dan asap di mana-mana. Lampu saya mati total. Saya melompat dari ranjang dan keluar dari rumah," kisah Nina.

Beberapa hari sesudahnya, Nina mendengar banyak bunyi-bunyian saat dia bersembunyi di ruang bawah tanah. Ada suara sejumlah pesawat, berbagai kendaraan berat, dan peluit yang kerap ditiup.

Pada 8 Maret, beberapa wartawan televisi Rusia datang ke rumah Nina dengan didampingi sejumlah tentara Rusia.

baca juga

"Mereka merekam segala sesuatu di sini, semua selongsong artileri dan lainnya. Mereka mengatakan kepada saya Ukraina menyerang negaranya sendiri. Mereka kemudian mengirim nomor [yang tertera] pada roket kepada seseorang di Rusia, dan mereka langsung menerima respons bahwa [roket] itu adalah milik mereka [Rusia]."

Banyak roket-roket serupa tersebar di berbagai penjuru Desa Senkivka. Saat melihat foto-foto berbagai roket tersebut, para pakar mengatakan kepada BBC bahwa senjata itu bisa mengangkut bom tandan yang dilarang di sejumlah negara lantaran dampak kerusakannya.

Baik Rusia maupun Ukraina saling menuduh satu sama lain tentang siapa yang melesatkannya.

Bahkan ketika Rusia menarik mundur pasukan, Nina tidak merasa aman.

"Menakutkan hidup seperti ini, namun saya terbiasa dengan rumah saya. Ke mana saya akan pergi? Saya bisa mendengar suara gempuran. Saya bisa memperlihatkan pos pemeriksaan Rusia dari halaman saya," ungkapnya.

Rumah Nina dan rumah warga lainnya di Desa Senkivka juga terlihat dari wilayah Rusia. Pasukan Rusia bisa melihat apa yang mereka tembak.

Bagi Lidiya Bilousova, ini adalah kali kedua dalam hidupnya dia menyaksikan tank di depan rumahnya.

Baca juga:

Perempuan kelahiran 1930 itu dapat dengan jelas mengingat Perang Dunia II dan para tentara Jerman yang masuk ke desanya.

"Kami sudah diperingatkan oleh serdadu kami yang mundur bahwa mereka akan datang. Kami lantas bersembunyi di parit-parit berbekal roti kering di tas kain. Pada fajar, mereka sudah berada di jalan desa dengan kuda-kuda dan mesin-mesin, melintasi pekarangan kami dengan senjata mesin. Tapi tiada gempuran artileri besar-besaran seperti sekarang.

"Dulu saya bisa kabur. Sekarang saya sudah tua, saya tidak lagi bisa berlari," kata Lidiya.

Dia menambahkan, "Ini yang bisa saya beritahu, tiada hal bagus muncul dari perang. Setelah perang terakhir [Perang Dunia II] apa yang ditinggalkan buat kami?"

Gempuran artileri membuat takut Lidiya, namun tidak mau meninggalkan rumah yang dia huni hampir seumur hidupnya.

Sebelum Rusia menginvasi Krimea pada 2014, perbatasan tiga negara dibuka secara berkala dan festival persatuan akan digelar di titik tempat Ukraina, Belarus, dan Rusia bertemu.

Di sana terdapat sebuah monumen yang didedikasikan untuk persahabatan mereka. Nama monumennya, "Tiga Saudari Perempuan".

"Festival tersebut sungguh indah. Kami, orang Rusia, dan orang Belarus akan merayakan bersama. Orang-orang dari berbagai daerah, tamu-tamu penting berdatangan," papar Lidiya.

Mendiang suami Lidiya adalah orang Belarus.

"Ketiga negara telah bersahabat selama bertahun-tahun. Kami saling mengunjungi, kawin-mawin. Kini selesai sudah."

Sanak saudara dan sahabat yang tinggal di ketiga negara kini telah terpecah belah, baik dalam pikiran maupun secara jarak.

Setelah 2014, warga di ketiga negara sulit untuk saling melintasi perbatasan. Kini, hal itu mustahil.

Mykhaylo Dudko punya tiga saudara kandung dan sejumlah keponakan yang menetap di Rusia. Dia tidak bisa menemui mereka selama bertahun-tahun. Sekarang dia tidak bisa memahami mereka.

"Saudara kandung saya berkata bahwa kami yang memulai perang. Namun kami tidak punya niat semacam itu. Justru Rusia yang menginvasi kami. Saya ingin keluarga saya menggunakan otak mereka, melihat situasi secara independen," kata Dudko.

Nina Malenok mengaku berhenti bicara dengan abangnya yang tinggal di Belarus.

"Dia berkata, Amerika yang menyerangmu dan kamu menyalahkan Rusia. Dia hanya berjarak lima mil dari perbatasan dan dia tidak percaya atas apa yang benar-benar terjadi. Saya ingin mengenyahkan dia dari kehidupan saya karena itu."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rusia Siapkan 2 Reaktor Nuklir di Indonesia, Ini Lokasi Detailnya: Targetnya 5 Tahun Lagi

Rusia Siapkan 2 Reaktor Nuklir di Indonesia, Ini Lokasi Detailnya: Targetnya 5 Tahun Lagi

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:06 WIB

Perusahaan Rusia Ungkap Detail Kesepakatan Nuklir dengan Indonesia, Pasokan Listrik Dijamin 60 Tahun

Perusahaan Rusia Ungkap Detail Kesepakatan Nuklir dengan Indonesia, Pasokan Listrik Dijamin 60 Tahun

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:47 WIB

Trump Bakal Longgarkan Sanksi bagi Rusia, Harga Minyak Dunia Terkoreksi

Trump Bakal Longgarkan Sanksi bagi Rusia, Harga Minyak Dunia Terkoreksi

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:33 WIB

Torehkan Sejarah, Rosatom dan Indonesia Sepakati Ekspor Listrik Nuklir Terapung Perdana di Dunia

Torehkan Sejarah, Rosatom dan Indonesia Sepakati Ekspor Listrik Nuklir Terapung Perdana di Dunia

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 17:14 WIB

Hubungan Dagang Indonesia-Rusia Capai 4,84 Miliar Dolar AS, Naik 21,6%

Hubungan Dagang Indonesia-Rusia Capai 4,84 Miliar Dolar AS, Naik 21,6%

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 14:57 WIB

Vladimir Putin Kirim Ucapan Selamat Ultah untuk Presiden Prabowo, Singgung Soal Komitmen

Vladimir Putin Kirim Ucapan Selamat Ultah untuk Presiden Prabowo, Singgung Soal Komitmen

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:57 WIB

Bakom Bantah Tak Ada Pesta, Media Rusia Sebut Ada Perayaan Ultah Presiden Prabowo

Bakom Bantah Tak Ada Pesta, Media Rusia Sebut Ada Perayaan Ultah Presiden Prabowo

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Jumpa Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia, Menko Airlangga Bahas Peluang Dagang & Ekonomi Bilateral

Jumpa Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia, Menko Airlangga Bahas Peluang Dagang & Ekonomi Bilateral

Bisnis | Minggu, 18 Oktober 2026 | 09:33 WIB

Perdagangan Indonesia-Rusia Tembus 4,84 Miliar Dolar AS, Perjanjian Dagang Dibidik Rampung 2026

Perdagangan Indonesia-Rusia Tembus 4,84 Miliar Dolar AS, Perjanjian Dagang Dibidik Rampung 2026

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Rusia Gempa 6,9 Magnitudo, Ancaman Tsunami di Indonesia?

Rusia Gempa 6,9 Magnitudo, Ancaman Tsunami di Indonesia?

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Terkini

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

×