facebook

Niat Puasa Syawal dan Keutamaan Menjalankannya, Masih Ada Waktu untuk Puasa!

Chyntia Sami Bhayangkara
Niat Puasa Syawal dan Keutamaan Menjalankannya, Masih Ada Waktu untuk Puasa!
Ilustrasi puasa - Niat Puasa Syawal dan Keutamaannya. (Freepik)

Berikut ini bacaan niat puasa Syawal beserta keutamaan menjalani ibadah sunnah tersebut.

Suara.com - Salah satu amalan terbaik yang dapat dikerjakan setelah Ramadhan, ialah puasa Syawal. Puasa Syawal dikerjakan selama 6 hari sepanjang bulan Syawal. Terdapat banyak keutamaan puasa Syawal yang dapat kamu pahami. Simak niat puasa syawal dan keutamaan mengerjakannya berikut ini.

Saat menjalani puasa Syawal harus membaca niat puasa Syawal terlebih dahulu. Puasa Syawal memiliki keutamaan yang diibaratkan menjalankan puasa selama satu tahun penuh. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadist berikut ini.

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim).

Waktu pelaksanaan puasa Syawal lebih dianjurkan untuk dikerjakan selama 6 hari berturut-turut, namun jika dilakukan tidak secara berurutan tetap sah, asalkan masih dalam bulan Syawal. Puasa Syawal dapat dikerjakan mulai tanggal 2 Syawal karena tanggal 1 Syawal merupakan Hari Raya Idul Fitri yang merupakan waktu yang diharamkan untuk berpuasa. Hal ini sebagaimana dalam sabda Rasulullah SAW yang dinarasikan oleh Abu Sa’id Al Khudri ra sebagai berikut.

Baca Juga: Apakah Puasa Syawal Harus 6 Hari? Ini Penjelasan Lengkap dengan Niat Puasa Syawal

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang berpuasa pada dua hari yaitu Idul Fitri dan Idul Adha." (HR. Muslim).

Untuk kamu yang ingin berpuasa Syawal, terlebih dahulu untuk membaca niat puasa Syawal.

Bacaan Niat Puasa Syawal

“Nawaitu Shauma Ghadin ‘Ansittatin Min Syawaali Sunnatan Lillaahi Ta’aalaa.”

Artinya: “ Aku niat berpuasa sunnah 6 Hari bulan Syawal karena Allah Ta’ala.”

Baca Juga: Bacaan Doa Tahajud Sesuai Sunnah, Lengkap dengan Arti serta Tata Caranya

Niat puasa Syawal dapat dilakukan pagi hari maupun siang hari asalkan belum makan dan minum serta melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Sementara itu, tata cara puasa Syawal sama seperti puasa wajib yang dilaksanakan sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Komentar